Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Cengeng


__ADS_3

Wulan merencanakan pertemuan dengan kekasihnya. Ia sudah bosan, punya pacar rumahnya dekat tapi jarang kencan. Ia pun mengirim pesan untuk kekasihnya.


"Ntar malam bisa temui aku di taman pusat kota?"


"Jam berapa?" balas Agung


"Habis maghrib aja" balas Wulan


"Oke" balas Agung


Saat waktu yang di tentukan hampir tiba, Wulan bersiap-siap untuk pergi. Namun kemudian kekasihnya menelepon.


"Tunggu di rumah saja, aku kesana" ucapnya


"Hah? Iiiyyaa..." jawab Wulan dengan sedikit bingung mengapa tiba-tiba kekasihnya mau menemuinya di rumahnya


Agung yang tiba-tiba berubah, itu semua karena beberapa hari sebelumnya Wulan mengeluhkan tentang hubungan mereka yang akhir-akhir ini menjadi buruk. Wulan bertanya tentang keseriusan dirinya. Wulan bertanya tentang cinta yang ada di hatinya.


Dalam hatinya cintanya untuk Wulan masih sama seperti dahulu. Hanya keadaanya yang tidak memungkinkan untuknya berkunjung ke rumah Wulan. Ia takut untuk di minta melamar dengan segera, karena ia belum siap. Setelah ia memikirkan hal ini cukup lama, ia menyadari jika ia salah. Tidak seharusnya ia bersikap seperti itu terhadap kekasihnya. Oleh sebab itu, ia ingin memperbaiki semuanya.


Beberapa menit kemudian, ia telah sampai di rumah kekasihnya. Sudah lama mereka tak saling jumpa. Melihat kekasihnya sudah datang, ia tersenyum gembira layaknya anak kecil yang mendapat hadiah mainan baru. Ia sangat merindukan kekasihnya, begitu pula dengan Agung. Wulan senang akhirnya kekasihnya mau memikirkan tentang perkataannya beberapa hari yang lalu.


"Udah siap?" tanya Agung


"Udah" jawab Wulan

__ADS_1


"Ada orang tuamu gak?" tanya Agung


"Gak ada, ibu lagi pengajian" jawab Wulan


"Oke, kita berangkat sekarang" ajak Agung


"Oke" jawab Wulan semangat


"Jadi ke taman?" tanya Agung


"Iya jadi" jawab Wulan


Mereka segera meluncur menuju taman di pusat kota. Hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai disana. Setelah memarkirkan sepeda motornya, mereka segera mencari tempat duduk yang masih kosong. Beruntung, masih ada yang kosong meski letaknya yang paling jauh.


"Mau minum?" tanya Agung


"Mas, air mineralnya 2 ya" ucap Agung pada penjual minuman keliling


"Nih buat kamu, pacar tercintaku" ucap Agung


Wulan tersipu malu mendengar gombalan dari kekasihnya. Telah lama ia menantikan saat bertemu dengan kekasihnya.


"Apa yang membuatmu mau datang ke rumahku lagi?" tanya Wulan


"Apa kau tak suka?" tanya Agung balik

__ADS_1


"Suka" ucap Wulan sambil minum air mineral tadi


"Ya sudah, tak perlu di bahas" ucap Agung yang tiba-tiba memeluk Wulan.


"Aku kangen sama kamu. Maafkan aku" ucap Agung


Wulan yang terharu, ia terisak dan menitikkan air mata.


"Cengeng" ucap Agung sambil mengelus rambut panjang kekasihnya


"Kau jahat padaku. Kau tega membiarkan aku merindukanmu" ucap Wulan


"Maafkan aku, sudah jangan menangis, aku gak tahan melihatmu menangis" ucap Agung


Ia pun mengusap air mata yang jatuh di pipi kekasihnya. Namun Wulan masih saja menangis, ia pun semakin merasa bersalah. Ia pun kembali memeluknya kemudian menenangkannya. Namun ia tak berhasil. Akhirnya ia sedikit memberi gertakan pada kekasihnya.


"Pulang saja lah, di ajak main malah nangis" ucap Agung agak kesal


"Ya jangan" ucap Wulan


"Makanya jangan nangis terus" ucap Agung


"Iya udah enggak" ucap Wulan


"Nah gitu dong, jadi pacarku jangan cengeng" ucap Agung

__ADS_1


"Iyaaa" ucap Wulan


__ADS_2