Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Jangan Takut


__ADS_3

"Tapi aku sudah tak suci lagi, kau telah merenggut kesucianku" ucap Wulan yang masih menangis tersedu-sedu


"Aku akan menikahimu" ucap Agung


"Apa benar yang kau katakan itu?" tanya Wulan


"Tentu saja, apalagi jika kau hamil anakku" ucap Agung


"Pakailah ini, jangan menangis terus" ucap Agung


Wulan pun memakai pakaiannya, sedangkan Agung masih melihatnya. Dengan jelas ia bisa melihat "tanda merah" yang ia buat di dada kekasihnya. Setelah pakaiannya lengkap, ia memeluk kekasihnya lagi.


"Apa kau sudah lebih tenang?" tanya Agung


Wulan pun mengangguk.


"Gimana rasanya? Apakah sakit?" tanya Agung


"Sedikit" jawab Wulan


"Kau masih perawan, aku yang merasakannya pertama kali" ucap Agung


"Dengarkan aku, jika kau terlambat datang bulan segera bilang padaku” ucap Agung


"Aku mau ke toilet dulu" ucap Wulan


"Biar ku antarkan" ucap Agung

__ADS_1


Ia pun mengantarkan kekasihnya ke toilet dan ia menunggunya sampai Wulan keluar. Di dalam toilet, Wulan kembali menangis. Cukup lama ia berada di dalam toilet. Air kran di biarkannya menyala sehingga tidak ada yang tahu jika ia sedang menangis, namun kekasihnya tahu bila ia sedang menangis.


Sebenarnya ia merasa bersalah atas apa yang telah di lakukannya pada Wulan. Ia menyesal. Ia merasa berdosa padanya. Nasi telah menjadi bubur, semuanya sudah terjadi.


Wulan membasuh mukanya berkali-kali hingga pakaian yang ia kenakan menjadi basah. Melihat Wulan keluar dari toilet dengan pakaian yang basah, ia pun seger mencarikan baju pengganti untuk kekasihnya. Mereka berdua kembali masuk ke dalam kamar karena Wulan akan mengganti pakaiannya.


Agung mencarikannya baju, dan memintanya untuk segera berganti pakaian.


"Ganti bajumu" ucap Agung


"Kau keluar dulu" ucap Wulan


"Kenapa mesti keluar, jika aku sudah merasakan semua darimu" ucap Agung


"Tapi aku malu" ucap Wulan


Dengan membalikkan badan, Wulan mengganti bajunya. Agung geleng-geleng kepala melihat tingkah kekasihnya. "Ngapain balik badan segala, aku kan sudah merasakan segala yang dia punya" batinnya.


"Sini, aku akan menyisir rambut panjangmu" ucap Agung


"Tidak perlu, aku akan menyisirnya sendiri" ucap Wulan


"Jangan menolak" ucap Agung


Ia pun menyisir rambut kekasihnya. Setelah selesai, ia memeluknya dari belakang sehingga membuat Wulan sedikit terkejut.


"Aku mencintaimu, jangan tinggalkan aku, jangan coba-coba berpaling dariku" ucap Agung

__ADS_1


"Apa kau mencintaiku, jawab aku" lanjutnya


"Aku juga mencintaimu" jawab Wulan


"Kalau begitu, kita melakukan atas dasar suka sama suka, kau jangan takut, aku gak akan lari dari tanggung jawab" ucap Agung


"Lalu, apa kau menikmati apa yang tadi kita lakukan?" tanya Agung


"Apaan sih" ucap Wulan


"Kau malu mengakui rupanya, baiklah lain kali aku akan membuatmu berbicara" ucap Agung


"Kau siap-siap dulu, kita akan pulang sebentar lagi" lanjutnya


Di dalam kamar sendirian, ia memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia sudah kehilangan semuanya. Ia takut menghadapi orang tuanya bila mengetahui masalah ini. "Apa yang harus aku lakukan?" batinnya.


"Wajahmu terlihat seperti orang yang teraniaya" ucap Agung


"Kamu yang menganiaya diriku" ucap Wulan


"Aku hanya menyenangkanmu saja" ucap Agung


"Kau selalu seperti itu" ucap Wulan


"Aku akan berdandan sebentar" lanjutnya


Wulan hanya memakai bedak dan juga lipstik tipis. Begitu saja ia sudah terlihat manis. Agung suka dirinya yang tidak berlebihan dalam berhias diri.

__ADS_1


__ADS_2