
Rambutnya di biarkan tergerai, ia tidak terlalu suka untuk menguncir rambutnya yang panjang. Saat tiba di lokasi, ia pun menyalami keluarga mempelai, ia tak menemukan dimana Arifin berada. Ia duduk bergabung bersama dengan teman-teman karang taruna lainnya. Selang beberapa menit, matanya menangkap ada seseorang yang sedang memperhatikannya. Tak lain adalah Arifin. Arifin tersenyum saat Wulan melihatnya. Ia pun menghampiri tamu nya.
"Dari tadi atau baru aja?" tanya Arifin
"Ya lumayan, hehe" jawab Wulan
"Kau sendirian, gak sama kekasihmu?" tanya Arifin
"Ehm, dia...."
Belum sempat Wulan menyelesaikan kalimatnya, ada pesan masuk untuknya dari Agung. Ia pun membacanya.
"Kau dimana? Aku di rumahmu sekarang" isi pesan tersebut
Wulan tak membalasnya. Ia malah menonaktifkan handphone nya. Hal ini membuat Arifin bertanya-tanya.
"Kau sedang ada masalah ya?" tanya Arifin
"Enggak kok" ucap Wulan
"Tadi siapa yang kirim pesan? Kekasihmu?" tanya Arifin
"Bukan, dari operator selular" jawab Wulan bohong. Namun Arifin tidak begitu saja mempercayainya.
"Oh ya, kau sudah makan?" tanya Arifin
"Belum" jawab Wulan
__ADS_1
"Kalau begitu, biar ku ambilkan" ucap Arifin
"Eh jangan, biar aku sendiri saja yang mengambilnya" ucap Wulan
"Oke baiklah" ucap Arifin
Wulan pun menyantap hidangan yang telah di sajikan. Selepas itu, ia menyalami kedua mempelai untuk mengucapkan selamat. Ia berencana untuk langsung pulang setelah menyalami kedua mempelai.
"Aku antar ya?" ucap Arifin
"Gak usah mas, aku gak enak, ini kan acara keluargamu. Kamu disini saja" ucap Wulan. Padahal ia takut jika Arifin mengantarnya akan bertemu dengan Agung yang sedang menunggu di rumahnya.
Wulan pun pulang. Sesampainya di depan rumah, ia melihat ada sepeda motor milik kekasihnya, berarti masih ada dia disini. Wulan masuk dan benar, ada Agung yang sedang menunggu di ruang tamu. Ia pun menghampirinya, tidak mungkin ia mengusirnya, karena pasti akan menimbulkan kecurigaan oleh keluarganya.
"Udah lama?" tanya Wulan
"Ngapain kesini" tanya Wulan
"Emang gak boleh ya?" tanya Agung
"Lebih baik kita bicara di luar. Aku ganti baju dulu" ucap Wulan
"Kenapa ganti baju?Pakai itu saja" ucap Agung
"Gak ah, ntar gak enak boncengnya" ucap Wulan
"Gak papa, ayo jalan" ajak Agung
__ADS_1
Karena ia memakai dress. ia tak mungkin membonceng seperti biasanya. "Sepertinya dia sengaja tak membiarkanku mengganti baju, agar aku bisa berpegangan dengan dia" batin Wulan
"Ada apa kau datang ke rumahku?" tanya Wulan
"Aku ingin meminta maaf padamu" jawab Agung
"Maaf? Setelah beberapa hari kau baru mengucap maaf?" tanya Wulan
"Aku perlu waktu untuk merenungkan kesalahanku" ucap Agung
"Kau menuduhku berselingkuh" ucap Wulan
"Kau memaksaku melayanimu" ucap Wulan
"Kau tak mempercayaiku" ucap Wulan
"Aku minta maaf, aku mengaku salah, aku terlampau cemburu melihatmu dengan lelaki lain" ucap Agung
"Maafkan aku" ucap Agung
"Aku sudah mengambil keputusan. Jika kau tak mau menikahiku sekarang, lebih baik kita berpisah" ucap Wulan
"Memang, kau yang sudah merenggut semuanya dariku, tapi untuk apa aku bertahan jika akhirnya aku hanya di jadikan pelampiasan nafsu mu saja" ucap Wulan
"Kau hanya memanfaatkanku saja" ucap Wulan
"Aku tak bisa meneruskan hubungan ini lagi. Lebih baik kita berpisah, meskipun aku sadar, aku adalah seorang wanita yang sudah menjadi bekas orang lain" ucap Wulan
__ADS_1
"Gak nyangka udah masuk eps 90 nih... Lanjut yaaa...."