Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Habis Kontrak


__ADS_3

"Hahaha, aku senang sekali menggodamu" ucap Agung


"Kau terlihat lebih cantik saat sedang marah dan juga terlihat lucu" lanjutnya


"Hufttt" ucap Wulan kesal


"Lupakan, aku tak akan membuatmu sedih dan tertekan, aku akan menunggu sampai kau siap" ucap Agung


"Ayo keluar, acaranya udah selesai" ajak Agung


Mereka berdua pun berjalan keluar, terlihat satu persatu orang meninggalkan tempat duduknya.


"Makanlah, kau belum makan dari tadi" ucap Agung


"Maaf, tapi aku tidak lapar" ucap Wulan


"Baiklah, ayo kita pulang" ucap Agung


Keduanya pun berpamitan pada tuan rumah.


"Makasih ya mbak, mas udah mau bantuin disini" ucap tuan rumah


"Tak masalah mbak, sama-sama" ucap Wulan


"Kami permisi pulang ya mbak" lanjutnya

__ADS_1


"Iya mbak, hati-hati di jalan" ucap tuan rumah


Sebenarnya, Agung mempunyai niat baik mengenalkan kekasihnya pada siapa saja yang ia kenal, agar mereka bisa akrab. Agung bangga dengan sikap Wulan yang selalu welcome dengan siapa saja. Ini membuatnya semakin mencintainya. Dia selalu baik kepada siapa saja.


Di lain hari, di area pabriknya, Wulan mendapat panggilan dari personalia untuk menghadapnya di ruangannya. Selepas break time, Wulan pun berjalan menuju ruang personalia yang terletak di lantai 2. Setelah mengetuk pintu dan di persilahkan masuk, ia pun di persilahkan duduk. Ia belum mengetahui ada apa ia di panggil ke ruang personalia.


"Apa anda tahu tujuan saya memanggil anda kesini?" tanya personalia


"Tidak bu" ucap Wulan


"Dengan berat hati, saya sampaikan bahwa kontrak kerjamu tidak di perpanjang, karena alasan pabrik yang sedang merugi"


Kaget, namun Wulan berusaha bijak menghadapinya. Ia percaya jika rejekinya di situ sudah selesai. Ia percaya rejeki sudah di atur oleh Allah.


"Terimakasih atas pengertiannya, silahkan tanda tangan disini" ucap personalia itu


Setelah itu, kebetulan waktu sudah hampir menunjukkan jam pulang, Wulan pun berinisiatif untuk pamitan pada teman-temannya.


"Maaf ya kalau selama ini aku ada kesalahan, baik yang di sengaja atau tidak di sengaja" ucap Wulan


"Sama-sama, maafin juga kalau aku ada salah, jangan lupa undang kita-kita ya kalau ntar nikah" ucap teman-temannya


"Pasti" ucap Wulan


Mereka pun akhirnya berpisah karena sudah waktunya jam pulang. "Cari kerja dimana ya? Jaman sekarang cari kerjaan itu susah" batinnya. Setelah sampai rumah, ia bercerita pada keluarganya tentang kejadian ini.

__ADS_1


"Tak apa, ntar bisa nyari lagi lainnya" ucap bapaknya


Bapaknya berusaha menghubungi teman-teman bahkan saudara untuk menanyakan apakah ada lowongan pekerjaan untuknya. Hingga suatu hari, saudaranya menawarinya pekerjaan di sebuah tempat yang bergerak di bidang jasa.


"Mau gak kerja di kaca film?" tanya saudaranya


"Kaca film itu gimana kerjaannya mas?" tanya Wulan


"Pasang kaca film di mobil, ntar di ajarin kok tenang saja" ucap saudaranya


"Iya deh gpp yang penting bisa kerja dulu" ucap Wulan


Akhirnya Wulan ikut bekerja dengan saudaranya. Saudaranya bekerja sebagai mandor di tempat itu, namanya mas Fauzan. Mas Fauzan ini adalah kakak sepupunya. Ia anak dari kakak perempuan bapak.


Ia bercerita pada kekasihnya tentang hal ini. Agung pun memberi semangat pada kekasihnya agar tetap berpikir positif. Semua sudah di gariskan oleh Allah, jadi Wulan harus bisa ikhlas menerimanya.


"Sabar. Tetap semangat" ucap Agung menasehati kekasihnya yang sedang sedih


"Sayangnya jam kerja kita sama, kalau berbeda, aku bisa mengantar dan menjemputmu" ucap Agung


"Tak apa, aku bisa nik bis umum kok" ucap Wulan


"Semangat ya sayang" ucap Agung


"Tentu" ucap Wulan

__ADS_1


__ADS_2