Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Martabak Manis Untuk Calon Mertua


__ADS_3

Ada yang berbeda setelah mereka jadian. Jika biasanya Wulan membonceng dengan sedikit jarak antara dia dan Agung, kali ini sudah gak lagi. Itu karena Agung yang protes terhadap Wulan.


"Apa kita lagi marahan?" tanya Agung oada Wulan


"Gak, lha emang kenapa mas?" jawab Wulan dengan sedikit bingung


"Kok duduknya mundur, kenapa?" sahut Agung


"Emang harusnya gimana?" jawab Wulan pura-pura bodoh. Dia sudah tahu maksud Agung tapi dia agak malu karena belum terbiasa


"Ya udah lupakan" ucap Agung sambil sedikit cemberut.


Dalam hati Wulan tertawa cekikikan karena melihat tingkah Agung yang sedang merajuk.


"Mampir sini sebentar ya" pinta Agung


"Oke" jawab Wulan


Mereka berdua mampir di sebuah tempat yang menjual martabak manis dan martabak telor. Setelah itu Agung memesan 1 porsi menu martabak manis untuk di bungkus pada penjual. Sembari menunggu pesanan siap, mereka bercanda tawa mengisi dinginnya malam.


"Kamu kenapa mas, kok tadi agak marah" tanya Wulan


"Siapa yang marah?" jawab Agung


"Kamu" sahut Wulan


"Emang keliatan ya?" ucap Agung


"Heem" jawab Wulan singkat

__ADS_1


"Abisnya kamu gak peka sih!" ucap Agung sambil melirik Wulan


"Lha emang aku mesti gimana?" jawab Wulan


"Udah gedhe masak gitu aja mesti di ajarin" jawab Agung bete


"Ya kalo gak tahu ya di kasih tahu donk" jawab Wulan datar


"Males" jawab Agung sebel


Tiba-tiba suara dari bapak penjual martabak menghentikan perdebatan kecil mereka. Setelah membayar, Agung menyerahkan bungkusan martabak manis itu kepada Wulan.


"Nih, buat ibu" ucap Agung


"Gak perlu repot-repot mas, kirain tadi beli buat kamu sendiri" jawab Wulan


"Mana mungkin repot, aku kan udah minjem anaknya malam ini, masak gak ngasih apa-apa" jawab Agung menanggapi


"Sama-sama" sambil tersenyum


Lalu mereka berdua segera bergegas, mengantar Wulan pulang.


Sesampainya di depan rumah Wulan...


"Mampir dulu mas" ajak Wulan


"Udah malam, ibu paling juga udah tidur kan, tuh lampunya aja udah mati" ucap Agung sambil menunjuk ruang tamu rumah Wulan


"Ohh ya udah, makasih ya martabak manisnya, hati-hati di jalan" sambil pasang muka manis

__ADS_1


"Siappp pacar tercintaku, hehehe" jawab Agung yang seketika membuat pipi Wulan menjadi merah karena malu


"Udah sana jalan"


"Kamu masuk dulu, baru aku jalan"


"Oke, bye mas" jawab Wulan


"Kok mas sih?" balas Agung sambil terheran-heran


"Ihhh malu tauuuu, udah ahh aku masuk dulu" sahut Wulan sambil setengah berlari memasuki rumahnya


Dan setelah itu Agung segera berlalu pergi meninggalkan rumah Wulan.


Di dalam kamar, nyatanya Wulan tak langsung tidur. Setelah cuci tangan dan cuci kaki, lalu menyerahkan martabak manis untuk ibunya, dia langsung ganti baju dan masuk kamar, lalu sms'an sama Agung.


"Udah tidur mas?" tulisnya


"Belum, kamu kok belum tidur, kenapa?" balas Agung


"Gak bisa tidur (emot sedih)" Wulan beralasan


"Mikirin aku yaa?" goda Agung


"Ihhhh pede banget sih kamu mas" balas Wulan


"Sini tak nina boboin" tulis Agung genit


"Kamu aja yang kesini" Wulan juga tak kalah genit

__ADS_1


"Besok ya kalo kita udah nikah, tunggu 4 tahun lagi" balas Agung


"Apa? 4 tahun lagi? Masih lama donk. Saat ini umurku 18 tahun, dan Agung 22 tahun" pikir Wulan


__ADS_2