Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Polos Sekali Anak Ini


__ADS_3

"Aku benci tiap kali ku dengar kau memintaku untuk pergi. Berkali-kali aku mengatakan, kau tak perlu membalas rasaku padamu. Kau tak perlu memikirkan perasaanku" ucap Arifin. Kali ini ia agak kesal.


"Aku bukan wanita yang pantas untukmu" ucap Wulan


"Lalu, wanita seperti apa yang pantas untukku? Katakan!!" ucap Arifin sambil memegang kedua pundak Wulan


"Aku... maafkan aku, tapi aku tak pantas untukmu" ucap Wulan. Sebenarnya ia akan mengatakan bila dirinya sudah tidak suci lagi, namun ia malu, ia juga butuh keberanian untuk mengatakan semuanya.


"Sudahlah, ayo pulang saja, sepertinya kau sedang bad mood" ucap Arifin


Tanpa menjawab, Wulan pun berjalan menyusuri lorong demi lorong. Hingga akhirnya mereka telah sampai di loby. Wulan duduk menunggu Arifin membayar bill nya. Setelah melihat Arifin telah selesai membayar ia berjalan menuju parkiran tanpa menunggu Arifin. Ia mendahului.


"Apa kau senang hari ini?" tanya Arifin di perjalanan


"Aku senang, makasih ya mas" jawab Wulan


"Apa kau merasa lapar?" tanya Arifin


"Tidak, aku merasa kaget saja, keluar dari ruangan ber-AC kemudian di luar cuaca sangat panas seperti ini membuatku sedikit pusing, hehehe" ucap Wulan


"Bagaimana kalau kita minum es, kau suka es apa?" tanya Arifin


"Ehm, es kelapa muda yuk" ucap Wulan


"Baiklah, aku akan mencarinya" ucap Arifin


Setelah beberapa menit mencari, Arifin menemukan penjual es kelapa muda di tepi jalan. Ia pun berhenti, lalu memesan 2 gelas es kelapa muda. Di cuaca yang panas seperti ini pasti terasa sangat menyegarkan bukan?


"Kau boleh tambah sesukamu" ucap Arifin

__ADS_1


"Tidak ah, aku takut kebanyakan minum ntar jadi kebelet pipis" ucap Wulan


"Hahaha, lain kali kau harus membawa popok celana seperti bayi tiap kali pergi" ucap Arifin


"Bawa dot juga gak?" tanya Wulan


"Boleh-boleh" ucap Arifin


Mereka pun tertawa bersama...


Setelah menghabiskan es dan membayarnya, mereka berdua meninggalkan tempat tersebut. Arifin mengantarkannya pulang. Mereka pun berpisah setelah Wulan sampai di rumahnya.


"Lain kali mau ya ku ajak main?" ucap Arifin


"Siap" ucap Wulan


Lusa bulan puasa telah tiba. Karang taruna pun berencana mengadakan buka bersama. Banyak yang antusias dengan acara ini. Tidak terkecuali Wulan dan Arifin.


"Besok ikut ya acara buka bersama" ucap Arifin


"Aku bonceng siapa?" tanya Wulan


"Kok masih tanya?" ucap Arifin


"Sama kamu?" tanya Wulan


"Ya itu kalau kamu mau" ucap Arifin


"Tapi mas, aku gak enak sama anak-anak yang lain, kemarin aja waktu aku pergi sama kamu, ada yang lihat kita, terus aku jadi incaran pertanyaan deh" ucap Wulan

__ADS_1


"Emang siapa yang lihat kita jalan?" tanya Arifin


"Mbak Fatimah" ucap Wulan


"Dia bilang apa?" tanya Arifin


"Kamu pacaran sama dia lan, gitu doang sih" ucap Wulan


"Terus kamu jawab apa?" tanya Arifin


"Enggak, kan kita emang gak pacaran, ya kan?" ucap Wulan


"Ya Allah, polos sekali anak ini" batin Arifin


"Aku belum tahu mas ikut atau enggak, ntar aku kabari lagi aja" ucap Wulan


"Sama aku ya?" ucap Arifin


"Ntar pada curiga lagi sama hubungan kita" ucap Wulan


"Biarin aja, kan kita emang gak ada hubungan apa-apa, ya kan?" ucap Arifin


"Iya juga sih" ucap Wulan


"Ya udah lanjut besok lagi" ucap Arifin


"Oke" ucap Wulan


"Buat yang masih setia nunggu lanjutan ceritanya, aku ucapkan terimakasih 🤗"

__ADS_1


__ADS_2