Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Aku Rindu Ibu


__ADS_3

Wulan juga bersalaman pada kekasihnya, meskipun Agung kekasihnya, namun ia tetap merasa punya banyak salah terhadap kekasihnya.


"Yang, maafin aku ya kalau aku ada salah" ucap Agung


"Sama-sama" ucap Agung


Setelah itu, rumah nenek banyak kedatangan tamu untuk silaturahmi. Banyak saudaranya yang datang, dan tentunya banyak yang bertanya siapa gadis yang bersamanya ini.


"Ini siapa nek?" tanya seseorang


"Oh ini calon cucu menantu" jawab nenek


"Oh calonnya mas Agung, alhamdulillah semoga cepat di resmikan ya, hehehe" ucap seseorang


"Makasih doanya" ucap Agung


Wulan hanya tersenyum mendengar semua ucapan saudara kekasihnya.


Silih berganti tamu yang datang berkunjung ke rumah nenek, namun Wulan merasa sangat mengantuk. Melihat kekasihnya dari tadi menahan kantuk, ia pun menyuruhnya untuk beristirahat ke kamar.


"Maaf nek, aku permisi dulu mau ke kamar" ucap Wulan


"Ya silahkan nak" ucap nenek

__ADS_1


Wulan pun memasuki kamar dan berniat menutup pintu kamarnya, namun tiba-tiba ada yang menahannya. Siapa lagi kalau bukan kekasihnya.


"Apa, mau tidur juga?" tanya Wulan


"Iya nih, ngantuk banget" ucap Agung


"Ya udah masuk, tapi jangan macam-macam ya" ucap Wulan


"Siap" ucap Agung


Agung segera menutup pintunya, kemudian Wulan berniat mengganti bajunya karena merasa gerah. Ia melepas hijab yang sejak pagi di pakainya.


"Yang, kamu hadap sana dulu, aku mau ganti baju" ucap Wulan


"Iya, buruan hadap sana" ucap Wulan


"Iya iya aku hadap sana. Ngapain juga aku hadap sana, toh aku udah liat semuanya" ucap Agung


"Sssttt, cepat jangan banyak bicara" ucap Wulan


"Terserahlah, aku ngantuk" ucap Agung


"Baguslah, cepat tidur pejamkan matamu" ucap Wulan

__ADS_1


Wulan segera mengganti bajunya. Ia melakukannya dengan cepat sebelum kekasihnya berubah pikiran.


Ternyata kekasihnya sudah terlelap. Ia pun segera membaringkan tubuhnya yang lelah di samping kekasihnya. Ia sangat mengantuk sekali. "Ibu, aku rindu ibuku" batin Wulan. Melihat kekasihnya tidak segera tidur, ia pun menanyakan ada apa.


"Kenapa, apa yang kau pikirkan?" tanya Agung


"Aku merindukan ibuku" ucap Wulan sedih


"Nanti sore kita pulang. Sudah jangan sedih" ucap Agung


"Tidurlah" ucap Agung


"Iya" ucap Wulan


Wulan tertidur dalam keadaan menahan rindu pada ibunya. Wulan tertidur dalam pelukan kekasihnya. Agung tak tega melihat kekasihnya menahan rindu pada ibunya. Ia akan membawanya pulang dengan segera. Di lihatnya wajah kekasihnya yang sudah terlelap, di lihatnya bibir dengan gincu merah yang masih melekat di bibirnya. "Aku mencintaimu, sungguh mencintaimu, aku sengaja memaksamu melakukan hubungan itu agar kau tetap bersamaku, aku tak ingin kau dengan yang lain" batin Agung


Ia pun ikut terlelap seperti kekasihnya. Hingga beberapa jam kemudian, ia bangun lalu menyiapkan minum untuk kekasihnya. Di taruhnya segelas air minum di meja, lalu ia pergi keluar kamar menuju teras. Ia menyalakan rokoknya. Entah pikirannya kemana, yang jelas ia memikirkan kelanjutan hubungannya dengan Wulan.


"Aku ingin sekali menikah denganmu, tapi tak bisa saat ini. Aku harus menabung dulu karena aku ingin kau mendapat yang layak. Aku harus lebih bekerja keras lagi" batinnya.


Sudah hampir sore namun Wulan masih belum bangun. Ia pun mendatanginya. Ia mengganggu tidur kekasihnya.


"Sayang, bangunlah ini sudah sore, kau harus mandi dan bersiap-siap pulang" ucap Agung

__ADS_1


Namun Wulan tak kunjung bangun, akhirnya ia terpaksa menciuminya agar Wulan segera bangun dari tidurnya. Merasa ada yang aneh, Wulan pun terbangun.


__ADS_2