Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Pernyataan Cinta


__ADS_3

Kurang lebih 2 minggu Agung dan Wulan saling mengenal. Mereka sangat intens menjalin hubungan via sms. Entah sekedar basa basi memulai pertanyaan "Udah makan belum, udah mandi belum". Hingga akhirnya Agung berniat untuk menyatakan perasaannya pada Wulan. Ia tahu ini terlalu cepat untuk saling mengenal lebih jauh. Tapi ia juga tak bisa membohongi perasaannya jika akhir-akhir ini harinya menjadi lebih berwarna semenjak mengenal Wulan. Begitupun dengan Wulan. Rasa deg-deg'an di hatinya tiap kali berkomunikasi dengan Agung, ini bukan hal biasa. Jatuh cinta tepatnya. Rupanya dua insan itu memiliki perasaan yang sama. Panah dewi cinta telah tertancap di hati keduanya.


Hingga pada akhirnya, sebelum tiba waktu malam minggu, Agung membulatkan tekadnya untuk mengutarakan isi hatinya pada Wulan. Dia "nembak" Wulan melalui sms. Memang kurang gentle sebenarnya. Sebenarnya dia malu mengungkapkannya secara langsung. Dia takut di tolak. "Akan ku coba dulu, apapun jawaban Wulan aku akan menerimanya" gumam Agung dalam hati.


"Malam, lagi apa?" kirimnya pada Wulan


"Lagi nonton tv mas, kamu lagi apa?" jawab Wulan


"Lagi gak ngapa-ngapain. Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu" tulisnya


"Ada apa, apa ada masalah?" tanya Wulan


"Gak ada masalah, aku hanya ingin mengutarakan isi hatiku padamu. Aku menyukaimu. Mungkin ini terlalu cepat bagimu. Aku akan mengerti bila kamu menolakku. Tapi aku berharap kamu mau menerima perasaanku" tulisnya panjang


Lama sekali tidak ada jawaban dari Wulan, hingga Agung berfikir bahwa dia telah di tolak. Tak apa. Dia telah siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi ke depannya setelah dia mengungkapkan isi hatinya.

__ADS_1


Di tempat yang berbeda, Wulan bingung mau membalas apa. Sebenarnya dia juga menyukainya, tapi dia ragu. Karena mereka baru saja saling mengenal, masih perlu banyak waktu untuk mengenal lebih jauh. Tapi di sisi lain, ini yang di tunggu-tunggu Wulan. Akhirnya dia memberanikan diri membalas pesan tersebut.


"Makasih karena telah menyukaiku mas. Tapi kita kan baru mengenal, bagaimana kalau kita jalani saja apa yang ada di depan kita?" balas Wulan


"Yahhhh, aku di tolak"


"Aku gak menolakmu, cuman aku ingin kita lebih saling mengenal satu sama lain. Aku juga menyukaimu" di sertai emot tersenyum.


"Oke, malam minggu besok kita main yuk"


"Malam minggu besok aku ke rumahmu, kali ini kamu gak boleh nolak" tulis Agung


"Siap"


Malam yang di tunggu telah tiba. Selepas maghrib, Agung mengirim pesan. Ia akan berangkat menuju rumah Wulan. Tak lama kemudian, ia telah sampai di depan gang Wulan dan setelah itu ia kirim pesan lagi pada Wulan untuk menanyakan rumahnya yang mana. "Masuk gang ntar aku tunggu di depan rumah" balas Wulan. Dan benar, setelah ia memasuki gang kurang lebih 10 meter, sudah ada Wulan yang menunggunya.

__ADS_1


"Masuk mas" ucap Wulan


Setelah memberi salam, Agung memasuki rumah Wulan. Agung duduk setelah Wulan mempersilahkannya untuk duduk. Kemudian dari dalam, keluarlah seorang ibu, itu adalah ibunya Wulan. Agung pun langsung bersalaman dan mereka bertiga saling mengobrol.


"Rumahnya dimana mas?" tanya Ibunya


"Di sekitar gereja dekat pasar bu" jawab Agung


"Owalah, deket ya berarti" sahut Ibu


"Iya bu" jawabnya


"Bu, saya minta ijin mau mengajak Wulan main" ucap Agung


"Oh ya mas, hati-hati di jalan ya jangan pulang terlalu malam" jawab Ibu

__ADS_1


Setelah berpamitan, Agung dan Wulan pergi dengan berboncengan sepeda motor. Mereka belum tahu akan pergi kemana. Mereka mengikuti jalanan yang ramai lalu lalang kendaraan lainnya.


__ADS_2