Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Jangan Merayuku


__ADS_3

Menjelang datangnya bulan puasa, biasanya di adakan pasar malam. Namun pasar tiban tersebut juga buka pada siang hari. Di pasar tiban tersebut ada berbagai macam permainan anak-anak, aneka macam kuliner, penjual pakaian, mainan, dan lain-lain. Meskipun Wulan bukan anak kecil lagi, namun ia selalu suka mengunjungi tempat semacam itu. Ia pun mengajak kekasihnya untuk kesana. Agung mengiyakan ajakannya. Ia pun senang karena kali ini Agung mau menuruti keinginannya.


Saat perjalanan, Wulan menanyakan sesuatu yang aneh menurutnya.


"Kok lewatnya sini, ini kan bukan arah ke pasar tiban?" tanya Wulan


"Emang bukan" jawab Agung


"Lalu, kemana kau akan mengajakku pergi" tanya Wulan


"Memancing" ucap Agung


"Apa? Kau membohongiku" ucap Wulan kesal


"Diamlah, kita hampir sampai" ucap Agung


Mereka berdua telah sampai di sebuah danau. Disana biasanya banyak orang yang memancing. Namun kali ini sepi. Disana sudah ada pancingan dan umpan yang sudah ia siapkan sebelumnya.


"Kesinilah, apa kau mau di situ terus?" tanya Agung


"Aku kesal padamu" jawab Wulan


"Lalu, kau mau pulang? Pulanglah sendiri jika kau mau" ucap Agung


Wulan terpaksa mendekati kekasihnya karena ia tak mungkin pulang sendiri dengan berjalan kaki.


"Kenapa kau tertarik pergi ke tempat semacam itu?" tanya Agung


"Itu bukan acara tiap hari, kenapa kau tidak mau menemaniku kesana" jawab Wulan

__ADS_1


"Dengarkan aku, aku tidak suka acara seperti itu" ucap Agung


"Kesinilah, mendekat padaku" ucap Agung lagi


Wulan masih saja manyun, namun kemudian tangannya di tarik oleh kekasihnya. Dan kini mereka sudah duduk berdekatan.


"Apa kau marah?" tanya Agung


"Menurutmu?" tanya Wulan


"Kau cantik bila sedang marah" ucap Agung merayu kekasihnya


"Jangan merayuku!!" ucap Wulan


"Katakan, aku harus bagaimana agar kau tak marah lagi padaku?" tanya Agung


"Tau ah, males" jawab Wulan


Tanpa banyak kata, Agung mencium bibir kekasihnya. Wulan kaget dengan "serangan" yang tiba-tiba di tujukan padanya. Mereka berhenti sejenak saat kedua mata mereka saling beradu pandang. Kemudian gejolak cinta yang membara itu tak bisa lagi di tahan. Mereka saling berbalas ciuman. Rindu dan amarah yang selama ini mereka tahan tercurahkan sudah. Agung menciumi leher kekasihnya dengan penuh nafsu. Ia merindukan saat Wulan "bersuara nakal" yang semakin membuatnya menjadi lebih aktif.


Setelah beberapa menit, mereka saling menyudahi. Mereka terlihat sibuk merapikan diri. Kemudian mereka saling berpelukan.


"Apa hanya dengan ciuman aku bisa membuatmu tak marah lagi padaku?" tanya Agung sambil tersenyum


"Kau nakal" ucap Wulan


"Baiklah, aku sudah tahu kelemahanmu" ucap Agung


"Kau akan berhenti marah bila aku sudah menciummu" lanjutnya

__ADS_1


"Kau sangat licik" ucap Wulan sambil tertawa


"Aku terpaksa, karena aku sangat merindukanmu" ucap Agung


"Kau selalu menang atas diriku" ucap Wulan


"Pulang yuk" ajak Wulan


"Kau bosan disini?" tanya Agung


"Iya, aku tak biasa melakukan ini" ucap Wulan


"Baiklah, aku akan mengantarmu pulang terlebih dahulu" ucap Agung


"Apa kau akan kesini lagi?" tanya Wulan


"Iya, sesudah mengantarmu pulang" ucap Agung


"Apa selama ini kau tak pernah menemuiku karena kau sibuk memancing?" tanya Wulan


"Iya" ucap Agung merasa tak bersalah


"Kau lebih mementingkan hobimu daripada aku, aku benci padamu" ucap Wulan


"Kau marah lagi, berarti aku harus bersiap untuk menciummu" ucap Agung


"Jangan, aku tidak marah" ucap Wulan sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya


"Hahaha, kau lucu sekali jika seperti itu" ucap Agung

__ADS_1


^^^"Eitsss, kalian suka tokoh siapa di cerita ini? Boleh dong share disini"^^^


__ADS_2