
Ting... sebuah suara notifikasi dari aplikasi mesenger punya Wulan berbunyi. Ia tak langsung membukanya, karena sedang jam kerja. Ia akan membukanya saat istirahat nanti. Dan saat jam istirahat telah tiba, ia pun membukanya. Ternyata sebuah pesan masuk dari teman Agung yang juga berteman di facebook dengannya.
"Gimana neng, udah cocok belum sama cowok itu?" begitulah isi pesan tersebut
Ia lalu membalasnya.
"Iya, cocok sih mas, emang kenapa ya mas?"
"Ku dengar kalian udah jadian" tulis Doyok
"Iya mas" balas Wulan
"Sebenarnya Agung itu gak serius sama kamu, dia cuma pengen mempermainkan kamu" tulis Doyok
"Masa' sih mas begitu" tanya Wulan penasaran
"Iya, dia sendiri yang bilang sama temen-temen" tulis Doyok
"Ohh ya udah mas gpp, ntar coba tak tanyain langsung ke orangnya" balas Wulan
__ADS_1
"Maaf ya aku cerita begini, aku gak ingin kamu di permainkan meskipun oleh temanku sendiri" tulis Doyok
"Iya mas gpp, makasih" balas Wulan
"Sama-sama" balas Doyok
Entah kenapa setelah insiden "inbox" itu Wulan jadi tak selera makan. Makanannya masih tersisa banyak karena dia memakannya hanya sedikit. "Apa aku harus menanyakan hal ini pada dia? Aku mesti bilang apa ya ke dia? Apa yang di katakan Doyok itu benar? Aku harus tanya ke dia, apakah hal itu benar" pikirnya.
"Mas, ntar malam bisa ketemu?" Wulan mengirimkan pesan untuk Agung
Belum ada balasan. Menjelang sore baru di balas.
"Iya, ntar aku jemput di rumahmu" balasnya
"Kenapa, kangen ya?" goda Agung
"Enggak, pede banget" balas Wulan
"Kalo gak kangen berarti gak sayang" tulis Agung
__ADS_1
"Entah mas, apa aku masih harus sayang atau kangen sama kamu jika apa yang kamu katakan pada teman-temanmu itu benar" gumam Wulan dalam hatinya. Ia bimbang. Ia gelisah. Ia takut kecewa. Ia belum siap jika harus terluka, karena ia baru saja menikmati kebahagiaan. Apa harus secepat itu semua berakhir dengan kesedihan, luka, bahkan air mata. "Tidak, tidak mungkin dia setega itu terhadapku. Selama ini dia menunjukkan sikap yang baik, mana mungkin dia berniat mempermainkan aku" pikir Wulan tak percaya. Pikiran dan hatinya sedang kacau saat ini. Ia ingin segera bertemu dengan dia, dan menanyakan hal ini secara langsung.
Akhirnya telah tiba saat pertemuan itu.
"Belum malam minggu kok udah ngajak ketemuan, kamu kangen ya sama aku?" tanya Agung
"Gak juga, ada hal yang ingin ku tanyakan sama kamu" jawab Wulan
"Ya udah ayo jalan, kita ngobrol di atas jembatan layang"
Jembatan layang itu akhirnya menjadi tempat yang nyaman untuk mereka berdua. Dari atas jembatan layang itu bisa di lihat pemandangan di bawahnya, kalau malam begini terlihat lampu-lampu menghiasi malam. Indah. Juga lalu lalang kendaraan yang lewat. Lampu truk yang warna-warni, begitu menarik. 5 menit kemudian mereka telah sampai. Dengan duduk di atas motor, mereka mengobrol.
"Mas, aku mau tanya sesuatu" ucap Wulan memulai obrolan
"Tanya apa, bilanglah. Aku akan berusaha menjawab dengan sejujur-jujurnya" jawab Agung
"Apa benar kamu bilang sama teman-temanmu kalau kamu hanya mempermainkan aku?" ucap Wulan
"Iya, aku memang bilang begitu"
__ADS_1
"Berarti benar kamu ingin mempermainkan aku saja, tidak benar-benar sayang padaku?"
"Kalau itu tidak benar. Aku memang sengaja bercerita seperti itu karena aku gak mau mereka ingin tahu yang lebih tentang hubungan kita"