
"Aku udah selesai, kau tak perlu menatap pintu terus, nanti pintunya bisa jatuh cinta padamu" ucap Agung
"Aku ambil minum dulu" ucap Wulan
"Kau beneran haus?" tanya Agung
"Iya, emang aku bohong tadi?" ucap Wulan
Sebenarnya ia haus karena berdiri saja, yang tadi ia hanya pura-pura.
"Duduk sini, biar aku yang mengambilnya" ucap Agung
"Uh, kau sangat baik" ucap Wulan
"Ada maunya pasti" ucap Agung
"Kok tahu?" tanya Wulan
"Kau jarang memujiku, jika kau memujiku pasti ada maunya. Tunggu sebentar aku akan mengambil minum untukmu" ucap Agung
"Iya" ucap Wulan
Agung datang dengan membawa segelas air minum untuknya. Tapi Wulan hanya meminum sedikit saja.
"Katanya haus, kok minumnya sedikit?" tanya Agung
"Udah enggak, hehe" jawab Wulan
"Ya udah taruh situ ntar aku minum" ucap Agung
"Udah siap semua?Gak ada yang ketinggalan?" tanya Agung
__ADS_1
"Udah, gak ada" jawab Wulan
"Pamit dulu" ucap Agung
"Iyaa" ucap Wulan
Keduanya menemui kakek dan nenek untuk berpamitan. Nenek memberikan beberapa oleh-oleh.
"Saya pamit ya nek, sehat selalu untuk kakek dan nenek" ucap Wulan
"Hati-hati di jalan ya nak, kapan-kapan main kesini lagi" ucap nenek
"Tentu nek" ucap Wulan
Giliran cucu kesayangannya yang berpamitan, sebenarnya ia masih ingin disini, tapi karena ia datang bersama Wulan tidak mungkin ia berlama-lama disini.
Perjalanan kembali ke rumah...
"Yang, aku lapar, cari makan dulu ya" ucap Wulan
"Terserah, yang penting makan" ucap Wulan
Mereka berhenti di sebuah rumah makan kemudian memesan menu. Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan hingga akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, di rumah Wulan.
Agung memberi salam pada ibunya Wulan, sekaligus memohon maaf karena ini masih suasana lebaran. Ia juga memberikan oleh-oleh dari nenek untuk ibunya Wulan. Agung tak lama berada di situ, karena ia juga harus segera pulang untuk istirahat. Ia pun berpamitan.
Sesampainya di rumah, ia langsung masuk kamar. Ibunya heran kenapa anaknya pulang secepat ini. Biasanya ia akan pulang setelah bapak dan ibunya datang kesana mengunjungi kakek dan nenek.
"Tumben, gak lama disana" tanya ibu
"Gak papa" jawab Agung
__ADS_1
Agung memang tidak terbuka dengan ibunya. Ia lalu masuk kamar dan istirahat. Sebelumnya ia mengirim pesan pada kekasihnya.
"Yang..." tulisnya
Namun tidak ada jawaban, itu karena Wulan sama sekali belum pegang hp. Ia masih lelah seusai perjalanan jauh. Beberapa menit kemudian, Wulan membuka hp nya, tak lupa ia membuka blokiran untuk Arifin. Ini yang selalu di lakukannya tiap kali bersama kekasihnya.
Ia membalas pesan untuk kekasihnya.
"Kenapa yang?" tanya nya
Ada pesan masuk dari Arifin, pagi tadi.
"Lan, di rumah gak?" isi pesan dari Arifin
"Maaf baru balas, di rumah mas. Ada apa?" tanya Wulan
"Mau ke rumahmu tapi ini sudah malam, besok saja" balas Arifin
"Oke" balas Wulan
Pesan yang ia kirim untuk kekasihnya belum mendapat balasan, mungkin ia sudah tidur. Wulan pun juga segera tidur.
Keesokan harinya setelah ia selesai sarapan, Arifin menghubunginya.
"Di rumah kan?"
"Iya mas"
"Oke, aku kesana sekarang"
"Iya"
__ADS_1
Selang beberapa menit Arifin telah sampai di rumahnya. Wulan mempersilahkan untuk masuk. Ia segera membuatkan minum untuk "tamu" nya.
"Gak terasa udah 80 eps nih, kalian suka dengan tokoh siapa nih, boleh dong comment disini 😊"