Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Aku Membencimu


__ADS_3

"Jelas wangi lah, yang nyetrika kakak iparku" ucap Agung


Wulan kaget mendengar ucapan kekasihnya. Rasanya hatinya menjadi sakit. Ia berusaha baik-baik saja, namun kekasihnya bisa melihat bahwa ia sedang tidak baik saat ini. "Wanita itu, dia yang dulu di sukai oleh kekasihnya, aku membencimu" batin Wulan dalam hati.


"Kau kenapa? Wajahmu terlihat pucat, apa kau sakit?" tanya Agung


"Tidak, aku baik-baik saja" ucap Wulan berbohong


"Aku mau tanya, apa semua bajumu di setrika oleh kakak iparmu?" tanya Wulan


"Ya, dia yang menyetrika baju semua penghuni rumah" jawab Agung


"Lalu, siapa yang mencuci bajumu?" tanya Wulan


"Aku mencucinya sendiri" jawab Agung


"Dia sangat rajin mengerjakan pekerjaan rumah, dia juga sering membantu ibu memasak. Besok kalau kau tinggal disini, kau juga harus rajin sepertinya ya. Ibuku sangat menyayanginya. Dan aku juga ingin kau menjadi menantu yang baik dan rajin seperti kakak iparku" ucap Agung


"Hah, puji aja terus, apa hebatnya wanita itu sampai kekasihnya memuji dia di hadapannya. Aku semakin membencinya. Rasanya hatiku telah hangus terbakar api cemburu. Jangan kau kira aku tak tahu siapa kakak iparmu itu. Apa kau masih menyukainya sampai kau terlihat bahagia saat membicarakan dirinya?" batin Wulan kesal


"Aku ingin pulang saja, mendadak aku tak enak badan" ucap Wulan

__ADS_1


"Tapi kita belum jalan" ucap Agung


"Tapi aku pusing" ucap Wulan


"Kau tak akan pusing lagi bila aku mengajakmu shopping" ucap Agung


"Rayuan apalagi ini?" batin Wulan


"Cepatlah ayo kita jalan sekarang" ucap Agung


"Iyaaa" ucap Wulan


Agung mengajak kekasihnya yang sedang cemburu itu pergi ke sebuah mall. Ia tak tahu bila Wulan sedang cemburu karena ia memuji Melly di depannya. Ia hanya berpikir, mungkin kekasihnya sedang sedikit lelah.


"Aku gak lapar" ucap Wulan yang masih saja jutek


"Ya sudah. Kau mau apa?" tanya Agung


"Aku tak mau apa-apa, aku mau pulang" ucap Wulan


"Kita baru saja sampai, masa' mau pulang sih?" ucap Agung

__ADS_1


Agung menarik tangan kekasihnya dan menggenggamnya. Ia mengajaknya ke sebuah tempat khusus pakaian perempuan. Ia terlihat sibuk memilih mana yang cocok untuk kekasihnya. Sedangkan Wulan, ia masih saja terlihat bete dengan kejadian tadi.


"Ambillah, ini cocok untukmu" ucap Agung seraya menyerahkan sebuah kaos oblong bergaris warna kuning kunyit ke kekasihnya


"Gak usah, bajuku sudah terlalu banyak sampai aku bingung saat akan memakainya" ucap Wulan menolak


"Sudah, ambil saja, kekasihmu ingin memanjakanmu kenapa kau tidak mau?" ucap Agung


"Iya iya terserah kamu aja" ucap Wulan


"Mau ini juga gak?" ucap Agung sambil memperlihatkan "lingerie" pada kekasihnya.


"Kau akan terlihat seksi bila memakai ini, hahaha" ucap Agung


Tak pelak, apa yang di ucapkan kekasihnya membuatnya malu, dan mungkin mukanya telah memerah seperti udang rebus. Ia lalu ikut tertawa seperti kekasihnya.


"Besok kalau kita udah nikah, beli kayak gini yang banyak ya" ucap Agung


"Buat apa?" tanya Wulan polos


"Buat pajangan!! Ya biar kamu terlihat seksi menggoda lah, apalagi?" ucap Agung

__ADS_1


"Apa sekarang aku tak terlihat seksi dan menggoda?" tanya Wulan memancing keadaan. Ia ingin melihat apakah kekasihnya bereaksi bila bicara beginian.


"Kau selalu terlihat sangat menggoda, rasanya aku ingin menciummu saat ini" bisik Agung di telinga Wulan


__ADS_2