
Hari semakin petang, keduanya memutuskan untuk pulang. Keduanya berpisah setelah Agung mengantarkannya pulang. Sesaat setelah kekasihnya pergi, ada seseorang yang bertamu ke rumahnya. Tak lain adalah Andi, adiknya Arifin juga ada Adi. sahabat Arifin. Wulan terkejut, ada keperluan apa mereka datang berkunjung.
"Habis pergi ya?" tanya Andi
"Iya mas, ehm, ada apa ya?" tanya Wulan
"Bagaimana hubunganmu dengan kakakku?" tanya Andi
"Aku? Aku dan kakakmu baik-baik saja, kita tak ada masalah" ucap Wulan
"Masalahnya adalah dia mencintaimu, apa kau tahu?" tanya Andi
"Aku tahu karena dia pernah mengungkapkannya padaku" ucap Wulan
"Lalu?" tanya Andi penasaran
"Aku tak bisa karena aku sudah memiliki kekasih" ucap Wulan
"Aku tahu kakakku salah karena mencintai seseorang yang tak lagi sendiri, namun aku tahu kakakku, jika dia sudah mencintai seseorang, dia tak akan main-main" ucap Andi
"Jika kau tak bisa membalas perasaannya setidaknya jangan memberinya harapan" lanjutnya
__ADS_1
"Dia yang selalu menemuiku, dia yang selalu mengajakku" ucap Wulan
"Jauhi kakakku, agar dia bisa cepat melupakanmu" ucap Andi
"Baik, aku akan menuruti permintaanmu" ucap Wulan
"Maaf karena telah memintamu dengan cara seperti ini" ucap Andi
"Tidak apa, aku tak keberatan" ucap Wulan
"Baiklah kalau begitu, aku pamit, sekali lagi mohon maaf" ucap Andi
"Tak masalah" ucap Wulan
"Mas, mohon maaf, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari karang taruna" tulisnya
"Lho, kenapa kok mendadak seperti ini?" tanya Yusuf
"Maaf mas, saya ada kegiatan yang gak bisa di tinggalkan" balas Wulan
"Sebentar dulu, jangan tergesa-gesa mengambil keputusan, organisasi kita masih membutuhkan kamu" ucap Yusuf
__ADS_1
Wulan tak lagi membalasnya, karena memang sebenarnya tak ada alasan yang membuatnya mengundurkan diri. Yusuf memberitahu Arifin mengenai rencana Wulan yang mengundurkan diri. Lalu Arifin mengirim pesan kepadanya.
"Kenapa mengundurkan diri?" tanya Arifin
"Ada pekerjaan yang gak bisa ku tinggalkan" jawab Wulan
"Kalau kau mengundurkan diri hanya untuk menghindariku, biar aku saja yang pergi" balas Arifin
"Bukan begitu..." balas Wulan
"Lalu? Aku tahu kau hanya ingin menghindariku saja sehingga kau membuat alasan" balas Arifin
"Tolong mengerti posisiku..." balas Wulan
"Mulai sekarang aku tak akan mengganggumu lagi, aku tak akan menemuimu lagi, aku tak akan menghubungimu lagi. Aku kecewa dengan sikapmu yang gak bisa membedakan mana kepentingan pribadi mana kepentingan umum" balas Arifin
"Terserahlah" balas Wulan
"Oke" balas Arifin
Arifin menyesal dengan apa yang barusan ia ucapkan. Namun kata-kata yang sudah terlanjur keluar tak mungkin bisa di tarik kembali. Ia memang kecewa tapi tak seharusnya ia seolah-olah bersumpah tak akan menemui Wulan lagi. Ia tak yakin dengan hal itu.
__ADS_1
Sementara Wulan, ia merasa ini yang terbaik untuk semuanya. Sudah seharusnya ia dan Arifin tidak saling dekat, karena akan menimbulkan persepsi yang berbeda untuk orang yang menilainya.
Wulan tahu, akun facebooknya sudah di hapus pertemanan oleh Arifin. Ia sadar konsekuensi apa yang akan di terimanya atas perbuatannya, semua ada resikonya. Namun ia mencoba ikhlas.