
Banyak potret mesra yang mereka ambil, di antaranya kala Agung merangkul erat Wulan, juga saat Agung mencium pipi Wulan. Mereka berdua sangat bahagia. Terlihat dari rona wajah mereka yang sumringah. Senyum menghiasi wajah keduanya. Pantai itu akan jadi kenangan bahwa mereka pernah datang dan mengukir cerita indah disana.
"Ayo pulang, ntar di cari ibu lho" ucap Agung
"Tunggulah, aku masih mau disini" ucap Wulan
"Lain kali kita bisa kesini lagi" ucap Agung
"Janji?" ucap Wulan
"Iya, aku janji. Sekarang kita pulang" ucap Agung
"Iyaa" ucap Wulan patuh
Mereka berdua akhirnya meninggalkan tempat itu seiring dengan datangnya malam. Angin pantai nan sejuk telah berganti dingin. Tiba-tiba saja gerimis. Sayang sekali, mereka tak membawa jas hujan. Dengan terpaksa mereka menepi untuk berteduh karena hujan sangat lebat. Melihat kekasihnya kedinginan, Agung melepas jaketnya untuk di pakaikan ke tubuh Wulan. Namun jaketnya terlihat kebesaran saat di pakai kekasihnya. Mereka berteduh di sebuah minimarket di pinggir jalan. Kebetulan di teras minimarket tersebut ada beberapa kursi dan meja.
"Kemarilah, duduk di sini" ucap Agung
"Apa kau kedinginan?" tanya Agung
"Sedikit" jawab Wulan
"Berikan tanganmu" ucap Agung
"Mau apa?" tanya Wulan curiga
"Tenanglah, aku tak akan macam-macam padamu" ucap Agung
Lalu Wulan mengulurkan tangannya. Tangannya terasa dingin. Agung lalu menggenggam tangannya supaya lebih hangat.
__ADS_1
"Mau minum?" ucap Agung
"Boleh" jawab Wulan
Agung masuk minimarket dan mengambil 2 air mineral yang tidak dingin.
"Minumlah (sambil memberikan air mineral pada kekasihnya)" ucap Agung
"Makasih" ucap Wulan
"Apa kau masih kedinginan?" tanya Agung
"Udah enggak, apa kau kedinginan?" tanya Wulan
"Gak, jangan khawatirkan aku" ucap Agung
"Aku bisa melepas jaket ini untukmu bila kau merasa kedinginan" ucap Wulan
"Tapiii..." ucap Wulan
"Percayalah padaku, aku akan baik-baik saja" ucap Agung
"Baiklah" ucap Wulan
Hampir 20 menit mereka berteduh, akhirnya hujan telah reda. Mereka pun melanjutkan perjalanan. Sesampainya di rumah Wulan langsung mandi air hangat. Agung pun demikian, namun ia tak menggunakan air hangat. Setelah mandi mereka sama-sama makan di rumah masing-masing. Mereka lalu melanjutkan komunikasi lewat handphone.
"Udah makan?" tanya Agung
"Udah baru aja, kamu?" tanya Wulan balik
__ADS_1
"Udah. Gak istirahat?" tanya Agung
"Belum ngantuk" ucap Wulan
"Yaudah kita ngobrol aja dulu sampai kamu ngantuk" ucap Agung
"Oke" jawab Wulan
Tiba-tiba terdengar suara Wulan sedang bersin-bersin. Langsung saja hal ini membuat kekasihnya panik.
"Minum obat" perintah Agung
"Iya ntar aja" ucap Wulan
"Sekarang. Jangan membantahku" ucap Agung
"Galak amat" ucap Wulan
"Kalau tak begini kau tak mau menurut" ucap Agung
"Iya iya aku minum obat" ucap Wulan
"Nah gitu donk, anak yang manis" ucap Agung
"Istirahatlah, aku juga akan istirahat" ucap Agung
"Siap bos" ucap Wulan
"Sampai jumpa sayang, muach" ucap Agung
__ADS_1
"Sampai jumpa, muach" ucap Wulan
Akhirnya merek terlelap dalam tidurnya. Hujan kembali turun malam itu, menemani tidurnya yang indah karena hampir seharian mereka bersama, membuat mereka bahagia. Harapan cinta keduanya, selalu mereka gaungkan pada Tuhan, mereka ingin bersatu selamanya, mereka tak ingin berpisah, mereka ingin bersama selamanya. Sampai akhir mereka menutup mata. Sampai mereka menua. Sampai akhir hayatnya.