
Hari ke tujuh puasa, mereka sudah bersiap-siap untuk menuju tempat di adakannya buka bersama. Mereka setuju untuk memilih restoran yang terkenal akan masakan goreng dan bakarnya. Arifin sengaja datang belakangan. Ia ingin datang bersama Wulan. Sebelumnya Wulan memberitahu jika ia mungkin akan datang terlambat. Oleh sebab itu Arifin akan berangkat paling akhir. Ia ingin menunggu Wulan.
"Kalian berangkat saja dulu. Tunggu waktu berbuka puasa disana saja" ucap Arifin pada teman-teman
"Kenapa, apa ada yang kau tunggu?" tanya yang lain
"Wulan belum datang, aku akan menunggunya" ucap Arifin
"Ciiieee....." sorak yang lain
"Kenapa, apa ada yang salah?" tanya Arifin heran
"Cinta tak pernah salah bro" ucap yang lain
"Sudah sana cepat berangkat" ucap Arifin
"Ya sudah kita akan berangkat terlebih dahulu" ucap yang lain
"Oke" ucap Arifin
Tinggalah Arifin sendirian di base camp mereka. Beberapa menit kemudian Wulan meneleponnya.
"Apa semuanya sudah menuju lokasi?" tanya Wulan
__ADS_1
"Sudah" jawab Arifin
"Lalu aku, bagaimana dengan aku?" tanya Wulan
"Kau kenapa?" tanya Arifin
"Aku pergi dengan siapa kalau semua sudah pergi?" tanya Wulan
"Apa kau sudah mandi?" tanya Arifin
"Belum" jawab Wulan
"Cepatlah pergi mandi, aku akan ke rumahmu sebentar lagi" ucap Arifin
"Hah?? I..iyaa.." ucap Wulan terkejut karena tahu Arifin telah menunggunya
Di perjalanan...
"Kenapa kau mau menungguku, padahal kau bisa pergi lebih dulu" ucap Wulan
"Kalau aku pergi dulu, aku tak punya kesempatan untuk berduaan denganmu" batin Arifin
"Tadi ada sedikit urusan, sehingga aku juga datang agak terlambat" ucap Arifin berbohong
__ADS_1
"Oh, aku kira kau sengaja melakukan itu" ucap Wulan
"Kau memang kelewat percaya diri" ucap Arifin
"Biarin, hehehe" ucap Wulan
"Aku sudah memesan menu untukmu" ucap Arifin
"Oh ya, menu apa yang kau pesan untukku?" tanya Wulan
"Nasi uduk ayam bakar dan es teler" ucap Arifin
"Wah sepertinya lezat. Apa kau juga memesan menu yang sama?" tanya Wulan
"Iya, apapun yang aku pilih, aku pilihkan juga untukmu" ucap Arifin
Menu apapun yang di pilihkan Arifin untuknya, pasti selalu enak. Sepertinya Arifin sangat mengetahui apa yang cocok untuknya.
Mereka berdua segera menuju ruangan yang sudah di pesan untuk acara buka bersama. Hanya mereka berdua saja yang datang terlambat. Sontak saja hal ini menjadikan bahan pembicaraan bagi yang belum tahu tentang hubungan mereka yang sebenarnya. Mereka berdua tentu sudah paham dengan apa yang terjadi bila orang lain mengetahui apa yang terjadi di antara mereka. Namun mereka menanggapinya dengan santai.
Wulan sengaja memilih tempat duduk yang berjauhan dengan Arifin. Ia ikut bergabung dengan teman-teman ceweknya, sedangkan Arifin memilih bergabung dengan teman-teman cowoknya. Meskipun Wulan duduk berjauhan dengannya, namun ia masih bisa untuk curi-curi pandang dengannya, karena letak duduk mereka berseberangan. Setelah waktu berbuka puasa tiba, mereka semua segera membatalkan puasa.
"Aku mau ke toilet dulu ya" ucap Wulan pada teman-temannya setelah ia selesai menyantap hidangannya
__ADS_1
"Iya silahkan" ucap temannya
Mengetahui Wulan menuju toilet, ia pun tertawa sambil geleng-geleng kepala. "Dasar, kemana-mana selalu saja nyari toilet, dia selalu gak bisa nahan pipis, hehehe" batin Arifin.