
Akhirnya mereka berdua telah sampai di rumah Agung. Wulan agak aneh melihat kekasihnya tidak memakai baju, ia hanya mengenakan kaos dalam. Terlihat bentuk tubuhnya yanag atletis. Ia jadi malu sendiri, karena tak biasa dengan pemandangan seperti ini. Disana, ia sedang sibuk membuat api. Terlihat ada beberapa ekor ikan disana yang siap untuk di bakar. Ikan itu adalah ikan yang di peliharanya di kolam depan rumah. Melihat kekasihnya sudah datang, ia pun segera menyuruhnya untuk mendekat. Febri pun pamit undur diri dari tempat tersebut. Ia khawatir akan jadi jomblo yang tersiksa menyaksikan dua sejoli yang sedang di mabuk asmara.
"Sini" ucapnya
"Febri gak ngapa-ngapain kamu kan" tanya Agung
"Kamu sih, gak mau jemput aku" ucap Wulan pura-pura sedikit kesal, padahal sebenarnya ia tak masalah di jemput Febri
"Maaf sayang, aku lagi sibuk" ucap Agung
"Sibuk sampai lupa sama aku gitu?" ucap Wulan
"Udahlah jangan ngambek, ayo makan. Coba lihat, ikannya sudah siap untuk kamu makan" rayu Agung
Agung tahu bila kekasihnya sedang merajuk, oleh sebab itu ia berinisiatif untuk menyuapinya makan.
"Ayo buka mulutmu" ucap Agung
Wulan pun menurut, dia membuka mulutnya.
"Ada acara apa kok tiba ngadain bakar-bakaran gini?" tanya Wulan
"Gak ada, cuma pengen aja" jawab Agung
"Rumah kok sepi, pada kemana?" tanya Wulan
__ADS_1
"Pulang desa" jawab Agung
"Berarti kamu di rumah sendiri gitu?" tanya Wulan
"Iya, kenapa emangnya?" tanya Agung balik
"Gpp kok" ucap Wulan
"Enak gak ikan bakarnya?" tanya Agung
"Enak, kamu jago juga ya" ucap Wulan
"Pacar siapa dulu dong" ucap Agung percaya diri
Tanpa terasa, makanan yang di piring telah habis. Dengan cekatan, Agung langsung mencuci piringnya. Saat Wulan ingin membantu, ia di larang oleh kekasihnya.
"Sini ku bantu" ucap Wulan
"Tak perlu, tetaplah duduk di tempatmu" ucap Agung
"Tapi...." ucap Wulan ngeyel
"Aku tak mau tanganmu kotor, kau kan sudah cantik dan wangi, duduk manis saja di situ" ucap Agung
"Ya udah deh, aku liatin kamu kerja aja, kan aku bos nya" ucap Wulan sambil tertawa
__ADS_1
"Siap bu bos" ucap Agung
Acara mencuci piring telah selesai, Agung pun pamit akan pergi membersihkan diri.
"Kamu tunggu sini sebentar ya, aku mandi dulu, gerah banget daritadi" ucap Agung
"Oke, tapi jangan lama-lama ya, aku takut sendirian di sini" ucap Wulan
"Apa kau mau ikut denganku saja" ucap Agung menggodanya
"Ahhh, tidak tidak, cepatlah mandi sana" ucap Wulan sambil sedikit mendorong tubuh kekasihnya
"Yahhh, kirain mau ikut" ucap Agung
"Idihhh, siapa juga yang mau ikut" ucap Wulan
Akhirnya Agung segera bergegas ke kamar mandi. Kurang lebih 15 menit kemudian, ia menemui Wulan yang sedari tadi menunggu di ruang tamu.
Tubuhnya masih sedikit basah karena ia tak sempurna mengeringkannya dengan handuk. Rambutnya terlihat basah, ia keramas. Ia duduk di samping kekasihnya.
"Cepatlah pakai pakaianmu, nanti masuk angin" ucap Wulan
"Ntar ahh, masih gerah tau" ucap Agung
Sebenarnya Wulan malu melihat kekasihnya bertelanjang dada di depannya, oleh sebab itu ia menyuruh kekasihnya untuk segera memakai pakaiannya. "Astaga, apa ini, kenapa dia tak memakai bajunya?" batin Wulan. Agung tahu bila kekasihnya malu melihatnya, itu terlihat dari cara Wulan melihatnya, terkesan curi-curi pandang. Ia pun tersenyum melihat tingkah kekasihnya yang aneh bila sedang menahan malu.
__ADS_1