
Wulan memakai hijab, sesuai dengan moment hari ini, selain itu juga untuk menutupi rambutnya yang masih basah.
"Makanlah nak, setelah itu kita akan sama-sama ke masjid" ucap nenek
"Iya nek" ucap Wulan
"Oh ya, semalam kau tidur di kamar mana?" tanya nenek padanya
Wulan pun jadi tersedak mendengar pertanyaan nenek.
Agung tak bisa hanya diam, ia yang menjawab pertanyaan neneknya.
"Dia tidur di kamarku nek" jawab Agung
"Lalu kau sendiri, dimana?" tanya nenek penasaran
"Ehm, aku tidur di kamar sebelah" ucap Agung
Wulan hanya melirik kekasihnya sembari mengambil minuman. Ia tahu kekasihnya sedang berbohong.
"Oh ya sudah, berapa hari kau akan disini?" tanya nenek
"Mungkin sampai besok" ucap Agung
"Kau datang membawa anak orang, jangan kau ajak pergi lama-lama" ucap nenek
"Tapi dia sendiri mau kok nek" ucap Agung
__ADS_1
"Meskipun begitu, kau tidak boleh menyepelekan adab kesopanan" ucap nenek menasehati
"Iya" jawab Agung
Seusai makan, mereka menuju masjid untuk sholat hari raya. Masjidnya lumayan dekat dengan rumah nenek, kurang lebih 10 menit mereka telah sampai. Mereka pun berpisah, Agung dengan kakek menuju shaf laki-laki, sedangkan Wulan dan nenek menuju shaf perempuan. Sangat banyak yang datang ke masjid untuk sholat hari raya hingga masjid yang besar itu pun tak cukup untuk menampung semua jamaah. Namun panitia sudah menyediakan tikar dengan jumlah yang banyak agar jamaah tetap bisa sholat meskipun di jalan raya.
Setelah sholat dan mendengarkan khotbah, Wulan dan nenek pulang. Mereka yang lebih dulu sampai di rumah, sedangkan Agung dan kakek mungkin masih di sana. Wulan masuk kamar, ia merapikan penampilannya, dan memakai make up sewajarnya, sambil menunggu kekasihnya pulang.
Ketika ia sedang di depan cermin untuk berdandan, tiba-tiba Agung datang. Ia pun segera menyudahi acara make up nya.
"Kau memakai lipstik warna merah?" tanya Agung
"Iya, kenapa apa ada yang salah?" tanya Wulan
"Tidak, itu cocok untukmu" ucap Agung
"Kau jangan berulah" ucap Wulan
"Sebentar saja" ucap Agung
"Nanti lipstik ku belepotan, aku gak mau" ucap Wulan
"Ya sudah, tidak masalah. Kali ini aku tidak mau mengacaukan penampilanmu yang cantik itu" ucap Agung
"Kau memujiku?" tanya Wulan
"Iya, kau sangat cantik" ucap Agung
__ADS_1
"Hehehe, aku jadi malu" ucap Wulan
"Ayo keluar, kita sudah di tunggu sama kakek dan nenek" ucap Agung
"Iya" ucap Wulan
"Kemarilah nak, duduk di sini" ucap nenek
"Iya nek" ucap Wulan
Di hari raya ini, Agung memohon maaf pada kakek dan neneknya bila selama ini ia banyak salah, begitu juga sebaliknya. Kakek dan nenek memberikan nasehat untuknya.
"Bekerja yang giat, kau sudah berani mencintai anak orang, tanggung jawabmu besar, kau jangan menyakiti hati wanita" ucap kakek
"Iya kek" ucap Agung
"Semoga kau selalu di lindungi oleh yang maha kuasa cucuku, semoga kau di beri kesanggupan rizqi untuk menikah dengan wanita pujaanmu" ucap nenek
"Aamiin, makasih doanya nek" ucap Agung
Giliran Wulan, ia juga di nasehati oleh kakek dan nenek kekasihnya.
"Aku merestui kalian berdua, ingatlah jalan kalian masih panjang, kalian harus bisa menjaga diri masing-masing, semoga kalian menjadi pasangan yang di ridhoi gusti" ucap kakek
"Nenek merestuimu nak, jaga baik-baik cucuku, ingatkan dia agar tidak kembali ke masa lalunya yang dulu" ucap nenek
"Baik nek" ucap Wulan
__ADS_1
Ucapan mereka sangat sederhana namun berat. Namun seberat apapun itu Agung dan Wulan akan berusaha menjalaninya dengan sebaik-baiknya.