Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Aku Merindukanmu


__ADS_3

Di suatu malam di lain hari, Agung mengajak Wulan untuk ke rumahnya. Wulan pun mau. Agung sengaja mengajaknya karena ia ingin mengenalkan Wulan pada orang-orang. Kebetulan malam itu di kampungnya sedang di adakan acara kumpulan remaja. Jadi Agung berniat mengenalkannya pada teman-teman remajanya. Sehabis maghrib Agung sudah siap untuk menjemputnya. Wulan pun sudah bersiap diri. Seperti biasa, ia tampil sederhana dengan rambut panjangnya yang di biarkan tergerai dengan sebuah jepit rambut lucu di samping kiri rambutnya. Ia tak suka make up berlebihan. Ia hanya menggunakan bedak dan lipstik tipis warna cokelat kemerahan. Agung begitu terpesona melihat kekasihnya yang malam itu terlihat sangat manis.


"Udah siap?" tanya Agung


"Udah, ayo jalan" ucap Wulan


"Baiklah" ucap Agung


Setelah berpamitan pada ibu, Agung segera membawa Wulan pergi menuju rumahnya. Acara belum di mulai, biasanya acara di mulai selepas isya. Agung pun mengajak Wulan masuk rumahnya. Disana tak terlihat siapapun, karena keluarganya sedang menghadiri acara keluarga di sebuah tempat. Sebelum masuk ke rumah, ada seorang wanita sedang hamil menyapanya. "Ohh ini ceweknya mas Agung? Cantiknya" begitu ucapannya. Sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya, Wulan pun memperkenalkan dirinya. "Wulan mbak" ucapnya. Lalu mereka pun menyudahi acara perkenalan tersebut karena Agung memanggilnya dari dalam rumah.


"Maaf mbak aku masuk dulu" ucapnya


"Ya mbak silahkan, kapan-kapan main ke rumahku, deket kok dari sini" ucap wanita tersebut


"Iya mbak, makasih sebelumnya" ucap Wulan


Wulan pun segera masuk ke rumah kekasihnya. Disana, kekasihnya baru saja turun dari kamarnya dengan membawa kemeja. Dia membawa 2 kemeja dengan motif yang berbeda. Agung meminta saran darinya, bagus pakai yang mana. Setelah Wulan memilihkan untuknya, ia pun segera melepas kaos yang di pakainya.


Ia melakukan hal itu di depan kekasihnya. Kini ia telah bertelanjang dada. Karena tak biasa dengan pemandangan seperti itu, Wulan pun mengalihkan pandangannya dengan raut muka yang sedikit cemas. Melihat kekasihnya sedang berusaha mengalihkan pandangan, ia malah sengaja tak segera memakai pakaiannya. Ia malah senang memperhatikan wajah lucu kekasihnya bila sedang menahan malu. Melihat Agung tak segera memakai pakaiannya, Wulan pun memarahinya.


"Segera pakailah kemeja mu" ucap Wulan

__ADS_1


"Kenapa? Apa yang kau pikirkan?" ucap Agung


"Aku? Aku tak memikirkan apapun" ucap Wulan


"Masa', apa kau merindukanku?" tanya Agung


"Merindukanmu? Tidak" jawab Wulan


"Lalu? Sungguh kau tak merindukanku?" Agung pun mendekati kekasihnya


"Tidak. Aaakuu..."


Belum sempat Wulan menyelesaikan kalimatnya, Agung langsung mencium bibirnya...


"Saayaanngg, aapaa yang kauuu lakukannn?"


"Aku hanya ingin menciummu saja"


"Tiidaakk, jangaann"


Agung tak mengijinkannya untuk berbicara. Bibirnya ia pergunakan untuk mengunci bibir kekasihnya supaya tidak berbicara. Hanya desahannya yang ingin ia dengar. Tanpa ampun, Agung menghujaninya dengan ciuman secara bertubi-tubi.

__ADS_1


"Ehhhmmm....."


"Sayang, kau cantik malam ini"


"Ehhhmmmm... ehmmm.."


Kedua bibir itu saling memberi kenikmatan yang seharusnya tak mereka lakukan. Sesekali Agung menciumi leher kekasihnya. Ini membuat Wulan menggeliat penuh gairah.


"Suudddaahhh sayaanngg"


"Aaaahhh"


"Apa kau menikmatinya sayang?"


Ia masih saja terus menciumi kekasihnya. Nafsunya tak terkendali. Nafasnya keduanya tak beraturan, seperti orang yang baru saja berlarian.


"Hentiiikaann, akuuu mohooonn"


"Jawablah, apa kau menikmatinya?"


"Iiiyyaaaa, suudaaahh hentikannn"

__ADS_1


"Ooohhh...."


Setelah ia merasa puas dengan bibir kekasihnya, ia pun melepaskannya. Wulan merapikan baju dan rambutnya yang terlihat acak-acakan. Agung mengambilkan sisir serta minuman untuk kekasihnya.


__ADS_2