Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Sebatas Mimpi


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, ia telah siap dan segera mengirim pesan pada Arifin.


"Aku udah siap" tulisnya


"Oke, aku akan menjemputmu" balas Arifin


Arifin telah sampai di rumahnya. Mereka pun pergi menuju sebuah tempat karaoke yang lumayan terkenal. Arifin menyewa untuk 3 jam. Setelah ruangan di siapkan, mereka segera memasuki "room" yang telah di booking.


"Kamu mau pesan menu apa?" tanya Arifin


"Apa mau aku pilihkan untukmu?" lanjutnya


"Iya terserah kamu saja" ucap Wulan


"Lemon tea, air mineral, chicken nugget, beberapa snack, sama bir" itu adalah daftar menu yang ia pesan.


"Kau suka minum bir?" tanya Wulan


"Suka, kenapa" tanya Arifin


"Apa itu memabukkan?" tanya Wulan


"Aku pilih yang nol persen alkohol" ucap Arifin


"Apa kau keberatan?" tanya Arifin


"Ah tidak, silahkan" ucap Wulan


"Kau mau lagu apa? Pilihlah sesukamu" ucap Arifin


"Kau saja dulu" ucap Wulan


"Baiklah, aku akan menyanyikan sebuah lagu, just for you" ucap Arifin sambil tersenyum


"Kau ada-ada saja" ucap Wulan


***


Saat pertama ku dekati dirimu


Menuruti semua inginmu


Dan tiba waktumu 'tuk beri jawaban


Ternyata kau anggap aku hanya teman


Bawalah aku ke dalam mimpimu


Aku takkan kecewakan kamu

__ADS_1


Walaupun itu semua hanyalah sebatas mimpi


Jadikan aku kekasih hatimu


Aku menginginkan kamu


Sungguh-sungguh merasa ku jatuh cinta


Telah berbagai cara 'tuk dapatkan hatimu


Tetap saja kau anggap aku hanya teman


Bawalah aku ke dalam mimpimu


Aku takkan kecewakan kamu


Walaupun itu semua hanyalah sebatas mimpi


Jadikan aku kekasih hatimu


Aku menginginkan kamu


Sungguh-sungguh merasa ku jatuh cinta pada dirimu


***


Saat menyanyikan lagu tersebut, Arifin terlihat memandangi Wulan yang duduk dengan rasa dag dig dug di hatinya. Ia jadi salah tingkah. Namun di sisi lain, perasaannya menolak. "Jangan ke GR an, itu bukan buat kamu lan, dia hanya menyanyi saja, tak ada maksud apa-apa" batinnya


***


Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi


Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu


Aku tak akan lupa


Tak akan pernah bisa


Tentang apa yang harus memisahkan kita


Di saat ku tertatih


Tanpa kau disini


Kau tetap ku nanti


Demi keyakinan ini


Jika memang dirimulah tulang rusukku

__ADS_1


Kau akan kembali


Pada tubuh ini


Ku akan tua dan mati


Dalam pelukmu


Untukmu seluruh nafas ini


Kita telah lewati


Rasa yang pernah mati


Bukan hal baru


Bila kau tinggalkan aku


Tanpa kita mencari


Jalan untuk kembali


Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku


Di saat ku tertatih (saat ku tertatih)


Tanpa kau disini (tanpa kau di sini)


Kau tetap ku nanti


Demi keyakinan ini


Jika memang kau terlahir


Hanya untukku


Bawalah hatiku dan lekas kembali


Ku nikmati rindu yang datang membunuhku


Untukmu seluruh nafas ini


Dan ini yang terakhir aku meninggalkanmu


Ini yang terakhir aku meninggalkanmu


Takkan ku sia-siakan hidupmu lagi


***

__ADS_1


Untuk sejenak, Wulan dapat menghapus rasa sesal di hatinya. Ia sejenak bisa melupakan apa yang terjadi padanya. Mereka berdua bergantian bernyanyi hingga durasi habis.


"Terimakasih mas, kau selalu ada untuk menghiburku, carilah orang yang bisa membahagiakan dirimu, carilah orang yang pantas untukmu, dan itu bukan aku, aku tak pantas untuk kau cintai" ucap Wulan sedih.


__ADS_2