
"Makasih mas" ucap Wulan
"Sama-sama" ucap Arifin
"Kau mau mencoba permainan yang mana?" tanya Arifin
"Ah tidak, aku hanya ingin jalan-jalan saja" ucap Wulan
"Baiklah" ucap Arifin
"Apa kau mau sesuatu?" tanya Arifin lagi
"Tidak perlu, aku tak mau merepotkanmu" ucap Wulan
"Apapun yang kau mau, selama aku mampu, akan ku wujudkan semuanya, yang penting kau bahagia" batin Arifin dalam hatinya
"Hampir 2 jam mereka berjalan menjelajahi semua area pasar malam tersebut, hingga kemudian Wulan merasa ia sudah cukup letih. Ia pun mengajak Arifin untuk pulang.
"Pulang yuk mas, udah puas jalan-jalannya, hehe" ucap Wulan
"Kau yakin tidak mau sesuatu" tanya Arifin
__ADS_1
"Iya, yakin" ucap Wulan
"Ya udah, ayo" ucap Arifin
Mereka memutuskan untuk pulang. Arifin mengantarnya terlebih dahulu. Sebelum pulang, mereka membahas tentang rencana touring ke Jepara tempo hari lalu.
"Sebentar lagi udah mau bulan puasa, berarti jadwal touring harus sebelum puasa tiba, sepertinya minggu depan" ucap Arifin
"Apa kau benar tak ingin bergabung?" tanya Arifin
"Iya mas, lagian minggu depan aku akan pergi bersama dia, jadi maaf aku gak bisa ikut" ucap Wulan
Hatinya mendadak ngilu. Namun ia sadar, ia bukan siapa-siapanya Wulan, jadi tak pantas ia cemburu. Ia berusaha berdamai dengan keadaan. Bahkan yang lebih sakit dari ini. Karena ia tahu konsekuensi mencintai seseorang yang telah mempunyai pasangan.
"Oke, aku janji" ucap Wulan
Tanpa terasa mereka telah sampai di rumah Wulan. Wulan segera turun dan mengucapkan terimakasih karena telah membuatnya senang malam ini.
"Sekali lagi, makasih mas" ucap Wulan
"Iya" ucap Arifin
__ADS_1
Baginya, melihat Wulan tersenyum itu sudah cukup untuknya. Ia akan selalu berusaha untuk terus mengukir senyuman di bibir Wulan.
Mereka pun berpisah. Di kamarnya, pikirannya kembali terusik manakala ia mengingat perhatian tulus dari Arifin. "Apa yang aku lakukan? Aku punya kekasih tapi jalan dengan orang lain juga. Kenapa aku tidak memikirkan perasaan mas Arifin. Dia baik padaku. Tapi aku tidak selingkuh, aku hanya butuh perhatian. Kekasihku tidak perhatian padaku, tidak mengerti apa yang aku inginkan, sedangkan dia yang bukan kekasihku, dia tahu apa yang aku mau. Aku tidak selingkuh, aku bukan wanita seperti itu".
Karena merasa bersalah, ia pun mengirim pesan pada Arifin.
"Mas, maafkan aku" isi pesannya
"Maaf untuk apa?" tanya Arifin
"Tidak seharusnya aku jalan denganmu, karena aku sudah punya kekasih, aku tak mau di anggap orang-orang buruk" jawab Wulan
"Aku tak mau kau terus-terusan ku jadikan pelampiasan saat aku kecewa dengan kekasihku" tulisnya panjang
"Lebih baik, kau menjauh saja dariku, lupakan aku, jangan mencintaiku, bencilah aku agar kau bisa melupakan aku" lanjutnya
"Aku telah jahat padamu, maafkan aku"
"Kau memintaku menjauh itu justru perbuatan yang jahat, apa kau bisa kita bersikap biasa saja, jika rasaku padamu itu adalah kesalahan, biarkan aku yang menebusnya".
"Anggap saja aku tak pernah menyatakan cinta padamu, agar kau tetap mau jadi temanku. Jangan menyalahkan dirimu sendiri, jika aku sendiri rela kau jadikan pelampiasan".
__ADS_1
"Kau tak perlu mendengar apa omongan orang, karena yang tahu benar atau salah hanya dirimu sendiri"
Itulah kalimat balasan untuk Wulan. Arifin tidak ingin Wulan merasa bersalah dengan statusnya saat ini.