Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Dunia Maya


__ADS_3

Di lain waktu...


Sudah lama Wulan dan teman Agung tidak berkomunikasi setelah insiden "inbox" itu. Namun saat Wulan memposting sebuah foto dirinya di akun facebooknya, tiba-tiba Doyok mengomentari postingannya.


"Tambah cantik aja neng" begitu komentar dari Doyok yang tertulis di foto yang dia upload.


Karena merasa malas untuk membalas komentar tersebut, Wulan hanya membiarkannya saja. Namun kemudian Doyok memberikan komentar lagi.


"Kemana aja neng, gak pernah keliatan sekarang, gimana kabarnya?" bunyi komentar tersebut


Kali ini Wulan membalasnya


"Kabar baik mas" jawabnya singkat


"Masih dengan Agung?" tanya Doyok


"Masih mas" jawabnya


"Oke, semoga langgeng" tulis Doyok


"Aamiin, makasih doanya mas" tulis Wulan


"Sama-sama" tulis Doyok


Obrolan lewat sosial media itupun berakhir. Di lain tempat, Doyok berpikir tentang hubungan Agung dan Wulan. "Rupanya mereka masih berhubungan. Syukurlah kalau Agung tidak mempermainkan Wulan" batinnya. Semenjak kejadian itu, di tempat kerja Agung dan Doyok tidak saling bicara. Hanya bicara seperlunya saja, itupun soal pekerjaan.


Saat ada kesempatan untuk bertemu, Wulan bercerita pada Agung tentang pertanyaan Doyok di sosmednya.

__ADS_1


"Sayang, apa kau tidak bertegur sapa dengan Doyok?" tanya Wulan


"Gak, ngomong kalau penting saja" jawab Agung


"Kenapa?" tanya Wulan


"Hanya malas saja" jawab Agung


"Sungguh hanya itu?" tanya Wulan


"Ada masalah apa?" tanya Agung balik


"Dia menanyakan padaku, apa aku masih denganmu?" jawab Wulan


"Hanya itu atau ada yang lain?" tanya Agung


Wulan sengaja tidak memberitahu Agung kalau Doyok mengomentari fotonya "Tambah cantik". Ia takut Agung berpikir yang macam-macam. Tapi sebagai sesama lelaki, tentu Agung paham apa yang terjadi. Wulan gadis yang manis, siapapun pasti bisa suka dengannya, tidak terkecuali temannya.


"Aku gak suka kamu main facebook seperti itu, tidak ada gunanya" ucap Agung


"Kenapa?" tanya Wulan


"Buang-buang waktu, itu tidak ada manfaatnya apa kau tahu?" ucap Agung


Sambil menghela nafasnya, Wulan pun menuruti permintaan kekasihnya. Sebenarnya Wulan tak yakin dengan hal ini, karena ia termasuk orang yang aktif di facebook. Tapi ia akan berusaha untuk itu.


Sebenarnya Agung punya alasan yang lebih kuat meminta kekasihnya untuk berhenti bermain facebook. Ia tidak ingin Doyok diam-diam lancar merayu kekasihnya. Sepertinya ia merasa temannya menyukai kekasihnya. Ini tidak bisa di biarkan. Biarpun Agung percaya, Wulan tidak akan menghianatinya, namun ia tetap was-was. Alasan inilah yang membuatnya tidak saling bertegur sapa dengannya. Ia malas.

__ADS_1


Wulan yang biasanya sering online, kini harus terbiasa untuk meninggalkan kebiasaan tersebut. Sepi memang, tapi ada kekasihnya yang bisa di ajak chat kapan saja. Lumayan mengurangi rasa sepi. Lama-lama juga akan terbiasa. Semua ini demi kekasihnya. Kalau di pikir-pikir memang ada benarnya. Untuk apa buang-buang waktu untuk hal yang tidak penting di dunia maya. Toh ada kekasihnya sudah cukup membuatnya senang.


Beberapa hari kemudian...


"Masih facebook'an?" tanya Agung


"Udah jarang" jawab Wulan


"Bagus" ucap Agung


"Gak mau kasih hadiah ke aku gitu?" tanya Wulan


"Mau hadiah apa?" tanya Agung


"Aku mau kamu" jawab Wulan genit


"Apa kau menggodaku?" ucap Agung


"Tidak, aku tidak sedang menggodamu sayang" jawab Wulan


"Lihat saja nanti, aku akan menghabisimu sayang" ucap Agung


"Ampun sayang, aku hanya bercanda" ucap Wulan


"Tiada kata ampun untukmu" jawab Agung sambil cekikikan karena telah membuat kekasihnya merasa bersalah telah menggodanya.


Sebenarnya Agung agak egois memang, tapi ini semua demi kebaikan Wulan sendiri. Ia tidak ingin kekasihnya melakukan hal yang sia-sia. Ia ingin menjaga kekasihnya dari mata lelaki yang kapan saja bisa jatuh cinta terhadapnya.

__ADS_1


__ADS_2