
"Sabtu besok aku pulang" tulis pesan yang di kirim Agung untuk kekasihnya
"Benarkah?" tanya Wulan tak percaya
"Iya, aku tak sedang bercanda" balasnya
"Baiklah, aku akan menunggu kau pulang" tulis Wulan
"Kau mau di belikan apa?" tanya Agung
"Aku tak mau apa-apa, aku ingin kau pulang dengan selamat, itu sudah cukup untukku" tulis Wulan
"Baiklah. Aku akan mengajakmu berbelanja setelah aku pulang, agar kau bisa memilih sendiri apa yang kau butuhkan" tulis Agung
"Baiklah. Terserah kau saja" tulis Wulan
Senangnya mendengar kekasihnya akan segera pulang. Ia sudah tak sabar untuk bertemu dengannya. Ia membuat postingan di akun facebooknya. Selama Agung berada di luar kota, ia kembali aktif bermain facebook. Itu karena ia merasa kesepian. Selama wajar dan tidak macam-macam kenapa tidak?
"Akhirnya, setelah lama ku nantikan, hari saat kau akan pulang tiba juga, senangnya" begitulah kira-kira kalimat yang ia posting di akun facebooknya. Tak butuh waktu lama, banyak sekali like yang di berikan untuk postingannya. Ia cukup populer, temannya hampir 5 ribu orang. Terlihat Doyok yang memberi tanda like di postingannya pula.
Hari yang di tunggu pun tiba. Dengan menaiki bus, Agung kembali ke tempat dimana kekasihnya sudah tak sabar menunggunya pulang. Di perkirakan ia akan tiba saat sore hari. Ia berencana pergi dengan Wulan saat malam itu juga. Ia tak merasa lelah setelah perjalanan jauh, karena rasa rindunya pada kekasihnya jauh lebih besar di bandingkan apapun.
"Kau akan datang ke rumah kan?" tanya Wulan
__ADS_1
"Tidak, aku masih malu pada keluargamu, maukah kau menungguku di ujung gang saja?" balas Agung
"Tapi itu tidak sopan, apa kata tetangga bila tahu aku bertemu dengan lelaki di jalanan?" tanya Wulan
"Tolong mengertilah, aku butuh waktu dan keberanian untuk datang ke rumahmu kembali" tulis Agung
"Kalau kau keberatan tak apa, aku gak mau memaksa" lanjut Agung
"Iya iya oke, aku mau" tulis Wulan
"Nah gitu dong, anak manis" tulis Agung
"Kau pandai merayuku" tulis Wulan
Setelah perjalanan jauh, akhirnya Agung sampai juga di rumah dengan selamat. Ia segera mandi lalu menelepon kekasihnya.
"Udah" jawab Wulan
"Baiklah, aku akan segera kesana"
"Iyaaa" ucap Wulan
Tut. Telepon berakhir.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, mereka telah bertemu. Agung mengajaknya untuk ke rumah sebentar karena ia lupa tidak membawa helm.
"Cuma ambil helm kan?" tanya Wulan
"Iya sebentar doang" ucap Agung
"Gak ngapa-ngapain kan disana?" tanya Wulan
Ia masih sedikit takut bila Agung akan menciumnya lagi.
"Tenang saja, di rumah ramai orang jadi gak mungkin aku akan mengajakmu bercumbu, hehehe" ucap Agung
"Hah, syukurlah" ucap Wulan lega
Sesampainya di rumah, tidak terlihat orang tuanya. Mungkin sedang di dalam.
"Duduklah, aku akan mengambil baju dulu" ucap Agung yang ijin akan mengambil baju karena sedari tadi ia belum memakai baju, ia hanya memakai hoodie saat tadi menjemput Wulan
"Oke" ucap Wulan
Wulan pun memainkan ponselnya untuk menyibukkan diri sembari menunggu kekasihnya datang.
Setelah beberapa saat, kekasihnya datang. Ia pun mendekati kekasihnya yang tengah duduk di sofa.
__ADS_1
"Wangi gak bajunya?" ucap Agung sambil mendekatkan baju yang ia ambil ke arah hidung kekasihnya
"Wangi" jawab Wulan