Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Sisi Lain


__ADS_3

"Aduhhh, gak nyangka anak pak RT mau bantu-bantu disini" tiba-tiba muncul suara seperti itu. Suara itu dari si tuan rumah. Mendengar kalimat itu, Wulan agak sedikit bingung. "Pak RT? Maksudnya kekasihnya anak pak RT disini?" batinnya. Sementara Agung terlihat memberi isyarat pada tuan rumah untuk diam. Dia tak ingin Wulan tahu tentang bapaknya. Baginya tak penting ia menjadi anak pak RT atau bukan.


"Kamu anak pak RT ya?" tanya Wulan


"Emang kenapa?" tanya Agung balik


"Kok aku baru tahu" ucap Wulan


"Emang kenapa kalau aku anak pak RT, yang jadi pak RT kan bapakku, bukan aku" ucap Agung


"Enak gak sih jadi RT?" tanya Wulan


"Gak enak, ada apa sedikit yang di salahkan RT nya" ucap Agung


"Mana ada yang berani sama kamu kalau kamu RT nya?" ucap Wulan


"Apa aku seorang preman?" tanya Agung


"Sepertinya..." jawab Wulan sambil melirik kekasihnya yang tengah sibuk itu


"Kau berani menggodaku, awas saja nanti" ancam Agung


"Coba saja kalau berani" ucap Wulan


Sepertinya Wulan sudah kembali ceria seperti sedia kala. Ia bahkan berani menggoda kekasihnya. Setelah semua makanan dan minuman siap, Agung mengajaknya keluar untuk bergabung bersama teman-teman remajanya. Ia tak malu untuk menggandeng tangan kekasihnya. Sampai-sampai mereka berdua menjadi pusat perhatian. Wulan yang sadar tengah di perhatikan, segera melepaskan tangannya. Ia dan kekasihnya duduk di belakang.


Pertemuan rutin remaja itu tengah membahas persiapan acara piknik ke Bandung.


"Sayang, kau mau ikut kan?" tanya Agung


"Emang kapan acaranya?" tanya Wulan

__ADS_1


"Masih 3 bulan lagi kok, sekalian kita ngerayain hari jadi kita yang pertama, gimana?" ucap Agung


3 bulan lagi genap 1 tahun mereka menjalin hubungan. Tak terasa bukan?


"Oke, aku bersedia ikut denganmu" ucap Wulan


"Yes... Aku daftar buat 2 orang" ucap Agung kepada temannya


"Ciiieee...ciee..." sontak mereka semua bersorak karena hal ini.


"Apa... apa... gitu aja di sorakin, norak" ucap Agung


"Nih lihat (sambil merangkul kekasihnya)" lanjutnya


"Apaan sih yang, lepas, malu tau" ucap Wulan


"Abis mereka resek sih, kayak gak pernah pacaran aja" ucapnya jutek


"Aku permisi ke toilet sebentar ya" ucap Wulan


"Tidak perlu, kamu disini saja" ucap Wulan


Wulan pun segera beranjak dari duduknya menuju toilet. Setelah beberapa saat di dalam toilet, ia pun segera membuka pintu toilet hendak keluar. Namun ia terkejut karena kekasihnya telah berada disana.


"Astaga, ngapain disini" ucap Wulan


"Ingin menghajarmu" ucap Agung


"Jangan macam-macam, disini banyak orang" ucap Wulan


"Lalu, kau mau kita hanya berdua saja sayang?" ucap Agung

__ADS_1


"Bukan begitu, maksud akuuu..."


"Kemarilah, aku tak akan macam-macam denganmu" ucap Agung


"Janji?" tanya Wulan


"Iya, janji" ucap Agung


Wulan pun melangkah menuju kekasihnya yang saat ini sedang duduk di sebuah kursi. Gugup, namun Wulan berusaha tenang.


"Duduklah" ucap Agung


"Kau sudah janji tidak akan macam-macam disini" ucap Wulan


"Oohhh, berarti boleh macam-macam di tempat lain?" tanya Agung


"Berhentilah, jangan gila" ucap Wulan


"Santai sayang, minumlah, kau sangat tegang"


ucap Agung sambil memberinya minuman


"Sepertinya akhir-akhir ini kau sangat mesum" ucap Wulan


"Aku lelaki normal sayang, wajar jika aku menginginkanmu" ucap Agung


"Kau sudah gila" ucap Wulan


"Apa kau menikmatinya?" tanya Agung berbisik


"Tidak" jawab Wulan singkat

__ADS_1


"Lain kali aku akan membuatmu menikmatinya" ucap Agung


"Jangan gila!!" ucap Wulan sambil memukul kekasihnya


__ADS_2