Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Mendung


__ADS_3

Kurang sebentar lagi mereka akan sampai di air terjun. Kelelahan karena perjalanan tak sia-sia setelah melihat air terjun yang begitu menyejukkan. Sungguh indah ciptaan Tuhan. Sayangnya, Wulan tak membawa pakaian ganti, jadi ia gak bisa ikut basah-basahan dengan teman-temannya di bawah air terjun. Sayang sekali, itu terlihat sangat seru, namun ia hanya duduk di bebatuan besar tak jauh dari teman-temannya yang sedang menikmati serangan air terjun.


Wulan ikut tertawa ketika melihat tingkah lucu teman-temannya kala bermain air. Hingga ada seorang lelaki yang menyapanya.


"Kok gak ikutan main air mbak?" tanya lelaki itu


"Iya, gak bawa baju ganti soalnya" jawab Wulan


"Boleh aku duduk disini?" tanya lelaki itu


"Silahkan" jawab Wulan


"Ada yang marah gak kalau aku duduk di dekatmu?" tanya lelaki itu


"Enggak, santai saja" ucap Wulan


"Oke" ucap lelaki itu


Lalu keduanya saling asyik mengobrol entah apa yang mereka bicarakan. Sambil sesekali Wulan menggerakkan kakinya di air, mereka terlihat sangat nyambung. Hingga mata seseorang melihat keduanya. Namun ia tak marah, Wulan berhak untuk mengobrol dengan siapa saja.

__ADS_1


Setelah cukup lama bermain air, teman-temannya memutuskan untuk ganti pakaian. Disana tidak ada toilet, jadi jika ingin ganti baju harus bersembunyi di antara pepohonan yang rindang.


"Para cewek jangan ngintip ya, tapi kalau mau ngintip ya terserah sih, hahaha" ucap teman-temannya


"Ih, porno, tutup mata ahhh" ucap teman wanitanya


Wulan hanya tersenyum melihat tingkah teman-temannya, juga lelaki yang baru saja mengobrol dengannya


Setelah selesai ganti baju, mereka memutuskan untuk turun, karena cuaca tiba-tiba mendung.


"Apa kau masih mau disini?" tanya Wulan


"Tapi ini mendung" ucap Wulan


"Gak papa, biarlah sekali-kali" ucap lelaki itu


"Oke, aku duluan ya" ucap Wulan


"Oke, sampai jumpa" ucap lelaki itu

__ADS_1


"Ah sial, lupa minta nomor teleponnya lagi" batin lelaki itu


Dan benar, saat perjalanan turun, turunlah hujan. Mereka sangat kurang persiapan juga tak menyangka bila akan turun hujan. Arifin membuka ranselnya, ia mengeluarkan jas hujan model kelelawar untuk di pakai sebagai pelindung dari hujan. Di bentangkan nya jas hujan itu, akan tetapi hanya cukup untuk 4 orang saja. Hingga akhirnya di putuskan jika yang akan memakai jas hujan itu adalah Arifin, Wulan, Rika, dan Yusuf.


Jalanan sangat licin, jadi mereka harus berhati-hati. Mereka berjalan dengan sangat pelan. Meskipun sudah memakai pelindung jas hujan namun tetap saja baju mereka basah. Beruntung Wulan memakai jaket sehingga jaketnya saja yang basah, bajunya enggak. Setelah beberapa menit hujan turun, akhirnya hujan pun reda. Melihat jaket Wulan basah, Arifin pun melepasnya. Dengan hati-hati Arifin membuka resleting jaket milik Wulan. Wulan pun tersipu malu karena ia jadi bahan pembicaraan teman-temannya.


"Cie...cie... aku jadi iri" ucap temannya


Setelah itu, ia mengambil jaketnya yang masih di dalam tas untuk di berikan pada Wulan.


"Pakai jaketku saja" ucap Arifin


"Tapi kau?" tanya Wulan


"Kau lebih membutuhkan ketimbang aku" ucap Arifin


Lalu dengan spontanitas, Arifin berniat menggandeng tangan Wulan, namun Wulan melepaskannya. Ia tak ingin teman-temannya melihatnya. Arifin pun mengerti apa yang di lakukan Wulan, pasti karena ia tak mau semua orang tahu kedekatan mereka.


"Sorry banget ya sering telat up, hehehe semoga masih setia nungguin ceritanya ya. Salam sehat dariku, sarangheo... 🥰"

__ADS_1


__ADS_2