Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Nomor 38


__ADS_3

"Kenapa?" tanya Agung


"Sepertinya aku bermimpi" ucap Wulan


"Mimpi apa?" tanya Agung


"Aku bermimpi kau sedang menciumku" ucap Wulan


"Oh ya?" tanya Agung yang di dalam hatinya merasa geli dengan apa yang di katakan Wulan


"Iya" ucap Wulan


"Jangan-jangan kau ingin ku cium ya?" tanya Agung


"Enak aja, gak gitu. tadi aku merasakan ada yang menciumku, aku mimpi gak sih? Apa memang kau yang menciumku?" tanya Agung


"Hah, kau menuduhku?" tanya Agung


"Bukan begitu, aku hanya bertanya, mengapa kau marah?" ucap Wulan


"Kau selalu berprasangka buruk terhadapku" ucap Agung pura-pura kesal padahal di dalam hatinya ia tertawa puas karena berhasil menggoda kekasihnya


"Iya iya aku minta maaf" ucap Wulan


"Beri aku ciuman" ucap Agung


"Muach, udah kan" ucap Wulan


"Beneran dong masa' bohongan" ucap Agung

__ADS_1


"Sorry waktunya kurang tepat, aku akan mandi sekarang" ucap Wulan


"Dari tadi napa, aku kan gak perlu repot-repot bersandiwara" ucap Agung


"Apa yang kau katakan?" tanya Wulan


"Tidak ada, ini handukmu" ucap Agung


Wulan pun berlalu meninggalkan kekasihnya dan menuju ke kamar mandi. Sementara Agung, ia membereskan barang-barang miliknya dan milik Wulan. Ia penasaran dengan barang pribadi milik kekasihnya.


"No 38? Oh jadi nomor bra miliknya 38" batin Agung


Beberapa menit kemudian, Wulan telah selesai mandi. Ia pun meminta Agung untuk segera mandi juga. Lagipula ia akan ganti baju, jadi ia menyuruh kekasihnya untuk keluar.


"Aku udah selesai, sana gantian kamu yang mandi" ucap Wulan


"Yang, nomor bra mu 38 ya, hahaha" ucap Agung


"Ya aku penasaran aja" ucap Agung


"Udah sana mandi" ucap Wulan


"Siap 38" ucap Agung sambil tertawa lebar


"Kamu ya...." ucap Wulan sambil melempar handuk ke arah kekasihnya


"Eits. gak kena" ucap Agung


"Awas saja jika kau berani menggodaku" ucap Wulan

__ADS_1


"Aku tidak takut, tunggu sehabis aku selesai mandi" ucap Agung


"Ngomong terus gak mandi-mandi. cepat keluar. aku mau ganti baju nih" ucap Wulan


"Iya iya dasar bawel" ucap Agung


Akhirnya Agung pun keluar dan Wulan segera menutup pintu dan menguncinya agar Agung tak bisa masuk dengan tiba-tiba. Dengan cepat ia memakai pakaiannya. Setelah itu ia menyisir rambutnya lalu berdandan.


Beberapa menit kemudian, Agung mengetuk pintu. Karena ia sudah selesai, ia membukakan pintu yang tadi di kuncinya.


"Wah sudah cantik rupanya" ucap Agung


"Iya dong, siapa dulu" ucap Wulan


"Emang siapa?" tanya Agung


"Kekasihmu" jawab Wulan


"Haha iya iya, kekasihku memang cantik" ucap Agung sambil menutup pintu dan menguncinya karena ia akan ganti baju.


Melihat kekasihnya akan ganti baju di hadapannya, ia berniat keluar kamar.


"Mau kemana?" tanya Agung


"Ehm, aku mau ambil minum, aku merasa haus" ucap Wulan mencari alasan


"Nanti dulu, aku hanya sebentar" ucap Agung


"Kenapa, kau malu melihatku telanjang?" tanya Agung

__ADS_1


Wulan masih berdiri mematung di dekat pintu, ia tak tahu mesti bagaimana. Meskipun ia sudah pernah melihat kekasihnya telanjang, namun ia merasa malu juga. Ia sama sekali tidak melihat ke arah kekasihnya. Ia menghadap pintu.


Melihat tingkah kekasihnya seperti itu, Agung pun geleng-geleng kepala. "Sebenarnya kau ini sangat polos, namun aku telah merusakmu karena ketakutanku sendiri" batin Agung.


__ADS_2