Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Selingkuh


__ADS_3

"Emang mau beli yang kayak gini?" tanya Arifin


"Enggak, yang MU ada gak?" tanya Wulan


"Ada donk, kamu suka ya?" tanya Arifin


"Iya suka, hehehe" ucap Wulan


"Kamu cewek kok suka sepakbola?" tanya Arifin


"Ya abis, bapakku suka sekali menonton acara bola, alhasil aku juga ikutan nonton" ucap Wulan


"Oh gitu, ya udah bagi nomor hp mu dong" ucap Arifin


"Oke" ucap Wulan


Akhirnya mereka berdua saling bertukar nomor handphone. Melihat Wulan dan Arifin sedang asyik mengobrol, tak pelak hal ini menjadikan mereka berdua bulan-bulanan teman-temannya. Mereka berdua tak perduli, mereka tetap mengobrol. Dan Wulan baru tahu kalau Andi dan Arifin itu adik kakak. Andi adalah adik Arifin.


"Kamu udah punya pacar lan?" tanya Arifin


"Udah mas, hehehe" jawab Wulan malu


"Oh, anak mana?" tanya Arifin

__ADS_1


"Sini kok, deket" ucap Wulan


"Kalau kamu sendiri gimana mas?" tanya Wulan balik


"Aku baru aja putus, hampir 1 tahun yang lalu" jawab Arifin


"Duh, maaf ya mas aku gak tahu" ucap Wulan


"Tidak apa, kamu gak salah tak perlu minta maaf" ucap Arifin


"Saat ini aku berusaha untuk bangkit kembali, melupakan masa laluku" lanjut Arifin


"Sepertinya kamu patah hati mas" tanya Wulan ingin tahu


"Kok bisa, gimana ceritanya?" tanya Wulan


"Aku dan dia sudah agak lama berpacaran, dia adalah anak kost yang tinggal di kampungku yang dulu. Saat aku pergi bekerja di luar kota, ternyata dia selingkuh dengan saudaraku yang rumahnya bersebelahan denganku. Aku sangat shock saat itu. Dan saat aku pulang kesini, aku menemuinya untuk memintanya memilih aku atau saudaraku. Ternyata dia lebih memilih saudaraku. Aku harus menerima kekalahanku. Mulai saat itu aku tak percaya lagi dengan yang namanya cinta dan kesetiaan. Aku sempat stress saat itu, pikiranku kacau sekali. Namun kemudian aku berpikir, tidak ada gunanya aku seperti itu" cerita Arifin panjang lebar. Wulan masih setia menjadi pendengarnya. Ia merasakan ada kesedihan di wajah orang yang bercerita itu.


"Lalu, apa saat ini kau telah bisa membuka hatimu?" tanya Wulan


"Aku belum tahu, tapi aku sudah melupakan kejadian itu. Aku tidak dendam pada mereka yang telah menghianatiku, cuman untuk baik seperti semula sebelum kejadian itu aku gak bisa. Hidup masing-masing aja" ucap Arifin


"Kau pasti menemukan seseorang yang mau menerimamu apa adanya, jadi kau harus tetap semangat" ucap Wulan

__ADS_1


"Terimakasih supportnya" ucap Arifin sambil tersenyum


Di seberang sana, tampak beberapa pasang mata yang sedang mengawasi mereka. Tak terkecuali adiknya, Andi. Setelah curhat, mereka pun segera pulang ke rumah masing-masing.


Entah kenapa, Arifin serasa kembali menemukan gairah hidupnya kembali setelah mengenal Wulan. Sejak duet bersama saat touring kemarin, ia merasakan ada sinyal "cinta" di hatinya. Apalagi dia nyambung banget saat ngobrol dengan Wulan malam itu. Hatinya sedang bercampur aduk, antara takut kecewa dan bahagia. Sepertinya ia telah jatuh hati pada Wulan. "Oh ya, aku kan punya nomor ponselnya, kenapa gak aku hubungi saja dia" pikir Arifin


"Malam lan, lagi apa?" tulisnya


"Lagi santai aja mas. Kenapa?" tanya Wulan


"Jadi di anter beli baju gak?" tanya Arifin


"Jadi mas, kapan?" tanya Wulan


"Malam minggu besok ada acara gak?" tanya Arifin


"Gak ada" jawab Wulan


"Oke malam minggu besok aku jemput ya" pinta Arifin


"Iya, makasih sebelumnya"


"Sama-sama"

__ADS_1


"Duhhh, ada yang naksir Wulan sepertinya, kira-kira gimana ya kelanjutannya? Simak terus ya kelanjutan kisahnya"


__ADS_2