
Wulan memilih duduk berseberangan dengan Arifin. Ia tidak ingin ada pemikiran yang salah antara dirinya dan Arifin. Ia duduk di sebelah empunya acara. Mereka semua tengah asyik memilih menu. Sedangkan Wulan, ia bingung memilih menu yang mana, karena ia baru pertama kali makan steak. Melihat Wulan yang terlihat bingung karena hanya membolak-balik buku menu, Arifin menawarkan sebuah menu padanya.
"Mau beef steak?" tanya Arifin
"Kamu apa?" tanya Wulan
"Aku tenderloin, kamu mau juga?"
"Boleh" ucap Wulan
"Avocado float mau?" tanya Arifin
"Mauuu" ucap Wulan
"Eheeemmm...."
Tiba-tiba suara yang lain membuat percakapan mereka tentang menu berakhir. Wulan jadi salah tingkah. Ia menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Arifin hanya tersenyum melihat tingkah adik dan teman-temannya.
Setelah beberapa saat menunggu, pesanan pun tiba. Arifin tak segera menyantap hidangannya. Ia memperhatikan cara Wulan makan. Melihat sedari tadi ia di perhatikan oleh Arifin, ia pun segera mengirim pesan terhadapnya.
"Kenapa liatin aku makan?" tulis Wulan
"Gak papa, aku akan makan setelah aku tahu kau makan dengan benar atau tidak (emot menjulurkan lidah)" balas Arifin
"Kau kira aku tak tahu cara makan steak dengan benar? Lihat!!" balas Wulan
Wulan pun segera melanjutkan kembali makannya. Ia makan dengan muka agak kesal. Melihat ekspresi Wulan seperti itu, Arifin pun tertawa. Semua orang melihat ke arahnya. Wulan pun semakin kesal. Namun karena menghargai yang punya acara, ia pun pasang muka manis kembali. Setelah makanan habis, mereka saling mengobrol.
__ADS_1
"Kok bisa bareng sama dia?" tanya Andi pada Wulan
"Dia yang ngajak" ucap Wulan sambil menunjuk Arifin
"Semoga kelak kalian berjodoh ya" ucap teman Arifin
"Hah, maksudnya?" tanya Wulan
"Tapi kita hanya berteman" lanjutnya
"Tapi kau orang spesial yang di bawanya" ucap Adi sambil melirik Arifin
Semuanya tertawa tapi tidak Wulan, ia belum paham apa yang terjadi saat ini.
Obrolan pun berakhir, mereka pun berpisah. Sekali lagi Wulan mengucapkan terima kasih dan selamat ulang tahun untuk teman Arifin. Andi berboncengan dengan Adi.
"Kalian mau langsung pulang atau main dulu?" tanya Andi pada Wulan dan Arifin
"Jangan macam-macam ya" ucap Andi
"Apa maksudmu?" ucap Arifin
"Hahaha" tawa Andi dan Adi berbarengan
Wulan hanya tersenyum tipis melihat kelakuan kakak beradik itu.
Di perjalanan....
__ADS_1
"Kau marah padaku?" tanya Arifin
"Tidak" ucap Wulan
"Kau lucu saat kau sedang marah" ucap Arifin
"Kau keterlaluan, kau mengejekku tak tahu bagaimana cara makan steak dengan benar" ucap Wulan
"Aku hanya ingin tahu saja, maafkan aku" ucap Arifin
"Sebagai tanda permintaan maafku, aku akan mentraktirmu makan steak lagi" ucap Arifin
"Benarkah?" tanya Wulan
"Ya, bilang saja padaku kapan kau ada waktu" ucap Arifin
"Baiklah permintaan maafmu di terima" ucap Wulan
"Apa kau suka makan steak?" tanya Arifin
"Suka" ucap Wulan
"Menu yang tadi suka?" tanya Arifin
"Suka" ucap Wulan
"Baiklah, aku senang kau menyukai apa yang ku pilihkan" ucap Arifin
__ADS_1
Mereka berdua terlihat akrab saat mengobrol. Sepertinya mereka cocok, namun apa mungkin bila akhirnya ada perasaan di antara mereka? Cinta bisa datang dan pergi kapan saja ia mau. Tetapi untuk menyimpulkan apa ada rasa di antara mereka masih terlalu dini. Biarlah semua berjalan seperti air yang mengalir.
"Apa benar ada cinta di antara Arifin dan Wulan? Ikuti terus kelanjutan kisahnya yaaa 🥰"