
"Kalau kau bawa helm aku akan mengantarmu sampai ke tempat kerja" ucap Arifin
"Gak perlu mas, aku naik bis saja" ucap Wulan
"Yakin?" tanya Arifin
"Yakin" jawab Wulan
Akhirnya mereka telah sampai di halte bis. Wulan segera turun dan berterima kasih pada Arifin.
"Makasih ya mas" ucap Wulan
"Iya, hati-hati" ucap Arifin
"Iya, kamu juga" ucap Wulan
Mereka berpisah karena Wulan harus segera naik bis yang baru saja datang, jika tidak segera naik ia harus menunggu bis selanjutnya.
Arifin mengirim pesan untuk Wulan.
"Ntar malam bisa ketemu?" tulisnya
"Jam berapa?" tanya Wulan
"Sebisanya kamu aja" balas Arifin
"Oke. ntar aku kabari lagi" balas Wulan
"Oke, see you" balas Arifin
__ADS_1
Wulan tak membalasnya.
Seperti biasa Wulan pulang pukul setengah 5. Ia tak pernah mengeluh menjalani takdirnya. Setiap gajian, ia selalu menyisihkan untuk di tabung selain di berikan untuk ibunya. Ia bisa saja kredit motor, namun ia tak mau.
"Mas, aku otw pulang nih, ntar habis mandi kita bisa ketemu" tulis Wulan
"Oke, aku juga mau pulang. Mau aku jemput?" balas Arifin
"Tidak terima kasih, aku udah naik bis kok" balas Wulan
"Oke, hati-hati" balas Arifin
"Iya, kamu juga" balas Wulan
Arifin bekerja di sebuah bengkel sepeda motor. Bengkel akan tutup jam 5.
"Hallo, iya kenapa yang?" tanya Wulan
"Di rumah gak?" tanya Agung
"Iya ini baru aja sampai rumah, ada apa?" tanya Wulan
"Ntar aku mau ke rumah" ucap Agung
"Hah?" ucap Wulan panik
Ia terkejut mendengar kekasihnya akan main ke rumah, padahal ia ada janji dengan Arifin. Ia bingung harus bagaimana. Terpaksa ia mencari alasan. Kebetulan tadi siang ia menstruasi, jadi hal ini di gunakan untuk menghindari bertemu dengan Agung.
"Duh sayang maaf, hari ini aku lagi menstruasi hari pertama, jadi mood ku lagi berantakan. Besok aja gimana?" tanya Wulan
__ADS_1
"Kau menstruasi?" tanya Agung
"Iya tadi siang" ucap Wulan
"Berarti kau gak hamil dong. Syukurlah, aku lega" ucap Agung
"Sssstttt, jangan keras-keras, nanti ada yang denger" ucap Wulan
"Udah dulu ya, aku mau mandi" ucap Wulan
"Iya sayangku" ucap Agung
Wulan terpaksa membohongi kekasihnya karena ia tak enak hati pada Arifin sudah terlanjur mengiyakan ajakannya untuk bertemu. "Maafkan aku telah membohongimu, aku gak akan macam-macam dengan dia, aku janji. Aku menganggapnya sebagai teman, tidak lebih" batin Wulan
Ia bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah siap untuk pergi, ia mengirim pesan untuk Arifin.
"Mas, aku udan siap" tulisnya
"Iya, aku kesana sekarang" balas Arifin
"Oke, aku tunggu" balas Wulan
Yang di tunggu telah tiba, Wulan segera ikut bersama Arifin entah kemana. Ternyata Arifin mengajaknya di sebuah cafe kekinian yang beberapa hari lalu baru di resmikan.
"Kau suka tempat ini?" tanya Arifin
"Suka kok" jawab Wulan
Cafe dengan ruangan yang dominan warna gold, banyak lampu warna warni di sudut ruangan. Ia mempersilahkan Wulan untuk memilih menu terlebih dahulu. Setelah itu ia yang memilih menu. Wulan memesan nasi goreng seafood dan lemon tea, sedangkan Arifin memesan nasi goreng babat dan cappucino. Setelah menunggu beberapa saat, pesanan pun datang. Keduanya sepakat makan terlebih dahulu sebelum memulai bercerita.
__ADS_1