
"Orang yang spesial bagimu?" tanya Wulan
"Iya, kenapa? Apa kau keberatan?" tanya Arifin
"Maksudmu, aku...?" tanya Wulan lagi
"Maaf karena aku menganggapmu sebagai orang yang spesial untukku, tapi kalau kamu keberatan tak masalah" balas Arifin
"Jadi, apa kau mau ikut denganku di acara temanku?" tanya Arifin
Wulan bingung harus bagaimana. Kalau ia mau, ia takut kekasihnya tahu. Tapi kalau tak mau, ia takut mas Arifin tersinggung.
"Iya aku mau" balas Wulan
"Oke, besok aku jemput" balas Arifin
"Iyaaa" balas Wulan
Hari berikutnya, Wulan mengirim pesan kepada Agung bahwa ia akan pergi menghadiri undangan dari temannya, yang ia maksud adalah Arifin.
__ADS_1
"Sayang, lagi apa?" tanya Wulan
"Lagi santai aja, kamu sendiri?" tanya Agung
"Sama, oh ya ntar malam aku mau pergi menemani kawan menghadiri sebuah acara, apa kau keberatan bila aku pergi?" tanya Wulan
"Pergilah dengan teman-temanmu supaya kau tidak merasa kesepian. Tapi bila aku sudah pulang, jangan harap kau bisa pergi dengan teman-temanmu" jawab Agung
"Kenapa, apa kau akan jadi pacar yang possesif?" tanya Wulan
"Saat aku sudah ada di sisimu, bukankah itu sudah cukup untuk mengusir rasa sepimu?" tanya Agung
"Pergilah, aku hanya bercanda. Aku tak akan melarangmu pergi bila aku tahu kemana tujuanmu" lanjut Agung
"Kau menggodaku rupanya" tulis Agung
"Biarin, biar kau cepat pulang" tulis Wulan
Percakapan mereka akhirnya berakhir. Untung saja Agung tak bertanya padanya teman cowok apa cewek, jadi Wulan tak perlu repot-repot berbohong. Agung percaya padanya bahwa ia tak akan bertindak yang macam-macam. Ia pun menjaga kepercayaan yang telah di berikan kepadanya. Ia mau ikut dengan Arifin bukan berarti ia akan selingkuh, toh Wulan hanya menganggapnya sebagai teman, tidak lebih. Namun kenapa Arifin menganggap dirinya sebagai orang yang spesial? Ia tidak tahu.
__ADS_1
Malam pun tiba. Arifin sudah bersiap untuk menjemput Wulan. Sebelumnya, ia menelepon temannya untuk ketemuan saja di lokasi, karena ia akan menjemput Wulan terlebih dahulu. Ia lalu mengirim pesan pada Wulan untuk memberitahu bahwa ia akan segera menjemputnya.
"Udah siap?" tanya Arifin
"Udah mas" balas Wulan
"Oke. Aku akan segera menjemputmu" tulis Arifin
"Oke, di tunggu" tulis Wulan
Beberapa menit kemudian, Arifin telah datang dan mereka berdua segera pergi menuju lokasi.
Mereka akan makan malam di sebuah restoran yang terkenal dengan menu steak nya. Wulan belum pernah kesitu sebelumnya. Ia lebih suka makanan kaki lima ketimbang di restoran seperti itu. Sesampainya disana, ternyata sudah pada datang semua. Arifin dan Wulan pun segera berjalan untuk bergabung bersama teman-temannya.
Ternyata disana ada Andi juga, adiknya Arifin. Juga ada Adi. Dia adalah sahabat Arifin. Sontak saja, kedatangan Wulan dan Arifin menjadi bahan ledekan orang-orang.
"Oh jadi tadi minta kita berangkat duluan tuh mau jemput cewek dulu" ucap Andi
"Iya bro, ternyata tadi nyuruh kita berangkat duluan tuh karena ini" ucap Adi
__ADS_1
"Oh jadi ini mas, cewek yang kamu maksud?" ucap seorang perempuan. Dia yang sedang berulang tahun hari ini
Wulan yang tak mengerti apa yang mereka maksud hanya bisa menahan malu, sementara Arifin dia pun tampak malu juga. Mereka berdua tampak saling pandang. Wulan pun berkenalan dengan perempuan yang sedang berulang tahun itu. Ada kekasihnya juga disana.