Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Kapan Menyusul ke Pelaminan?


__ADS_3

Di hari yang sama, namun di tempat yang berbeda. Wulan pergi dengan kekasihnya, sedangkan Arifin pergi bersama teman-teman karang taruna untuk touring. Agung mengajak Wulan untuk pulang ke desanya di Solo. Pagi selepas subuh mereka telah berangkat. Disana ada saudaranya yang melangsungkan pernikahan. Ia sengaja mengajak Wulan kesana agar Wulan dan keluarganya lebih saling mengenal.


Kurang lebih 3 jam perjalanan, mereka telah sampai ke tempat tujuan. Disana sudah ramai sekali orang. Ada kedua orang tua kekasihnya juga. Melihat Agung datang dengan membawa seseorang yang spesial, hampir semua orang bertanya padanya, kapan akan menyusul ke pelaminan. Wulan pun berkenalan dengan keluarga besar kekasihnya. Namun ada 1 hal yang sedari tadi mengganjal di hatinya. "Jika ini acara keluarga kekasihnya, pasti di sini juga ada Melly" batinnya.


Namun sayang sekali, ia tak menemukan apa yang membuatnya penasaran. Rupanya Melly dan suaminya telah pulang semenjak kemarin. Seharian kemarin mereka telah berada disini, dan mereka memutuskan pulang karena hari ini kebetulan kerabat Melly juga ada yang punya hajat. Maka dari itu Melly dan suaminya harus membagi waktu agar bisa terhadiri semua.


"Pintar sekali kau memilih calon istri" ucap saudara kekasihnya


"Ya harus dong" ucap Agung


Wulan hanya tersipu malu mendengar ucapan saudara kekasihnya. Setelah bersalaman dengan pengantin, mereka ikut berfoto bersama pengantin. Wulan terlihat manis sekali, dengan riasan dan pakaian yang sederhana, tentu saja ia memakai high heels agar lebih percaya diri. Setelah berfoto, mereka pun berniat untuk menyantap hidangan yang telah di sediakan.


"Makan di dalam aja ya, di dalam kamarku" ucap Agung


"Emang disini ada kamar pribadimu?" tanya Wulan

__ADS_1


"Ada, aku sering kesini. Disini banyak kamar. sehingga aku di sediakan kamar sendiri oleh kakek nenek" jawab Agung


"Besok kalau kita menikah, aku ingin kita tinggal disini" ucap Agung


"Kenapa?" tanya Wulan


"Disini kakek dan nenek tinggal sendiri, memang di sebelah rumah ada paman dan bibi, tapi di rumah ini hanya ada kakek dan nenek, paman dan bibi sesekali menengok untuk mengetahui apakah kakek dan nenek baik-baik saja" ucap Agung


"Aku ingin kau menemani kakek dan nenek, merawat mereka" ucap Agung


"Tapi pekerjaanku?" tanya Wulan


"Ayo kita makan, aku sudah lapar" ajak Agung


"Kau mau makan apa, biar ku ambilkan" ucap Agung

__ADS_1


"Seperti yang kau makan saja" ucap Wulan


"Oke, tunggu disini" ucap Agung


"Aku akan mengambil minuman" ucap Wulan


"Oke" ucap Agung


Mereka lalu menuju kamar. Sebenarnya Wulan merasa jika ini tidak sopan, tapi mau gimana lagi, kekasihnya sudah seperti big boss disini. Sepertinya kakek dan nenek sangat dekat dengan kekasihnya. Oleh sebab itu ia sudah paham apa yang akan di lakukan Agung ketika mengunjunginya. Ia akan betah berlama-lama di dalam kamarnya. "Beristirahatlah, kalian pasti merasa lelah, tapi ingat jangan macam-macam ya" nasihat kakek dan nenek untuk mereka berdua.


"Nenek selalu merapikan kamarku yang berantakan" ucap Agung


"Kau cucu yang durhaka, hahaha" ucap Wulan mengejek kekasihnya


"Udah makan dulu" ucap Agung

__ADS_1


"Siap boss" ucap Wulan


Mereka sedang asyik menyantap hidangan. Mereka makan dengan sangat lahap. Sesudah makan, karena gerah, Agung melepas kemeja nya. Meskipun sudah ada kipas angin namun tetap saja ia merasa gerah.


__ADS_2