
Agung sangat senang dengan keputusan Wulan untuk tetap di sisinya, tidak meninggalkannya setelah tahu masa lalunya. Sambil memeluk wanita yang di cintainya itu, dalam hati ia berjanji akan selalu membahagiakan Wulan semampunya. Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi, karena ia tidak ingin mengecewakan Wulan. Setelah beberapa menit mereka berpelukan, Agung mengajak Wulan untuk pulang. Ia lalu mengantarkannya pulang. Setelah itu ia kembali ke rumahnya.
Di dalam kamarnya, ia masih memikirkan kejadian tadi. Ia tak menyangka temannya mengadukan hal itu pada Wulan. Lalu timbul perasaan khawatir tentang temannya itu. Doyok dan Wulan telah berteman di sosial media jauh sebelum ia dan Wulan saling kenal. "Maksudnya apa cerita seperti itu sama Wulan, apa jangan-jangan dia suka sama Wulan?" pikir Agung menerka-nerka.
"Tapi, terserah dia mau cerita apa sama Wulan, toh aku emang gak ada niat untuk mempermainkan Wulan. Lagian, Wulan juga mau menerimaku apa adanya. Aku akan berusaha untuk selalu membahagiakan Wulan. Aku sangat menyayanginya, aku gak ingin membuatnya kecewa" bisiknya dalam hati.
Hari pun berlalu hingga tiba saat malam minggu. Seperti biasa, dua sejoli itupun pergi berkencan. Mereka mampir di sebuah warung makanan di pinggir jalan. Agung menawari Wulan mau pesan menu apa. Wulan hanya memesan es soda gembira karena ia tadi baru saja makan. Sementara Agung memesan es jeruk. Keduanya lalu memilih beberapa makanan ringan.
"Gimana, enak gak es nya?" tanya Agung
"Kurang manis, sirupnya sedikit" jawab Wulan
"Bawa sini" pinta Agung
__ADS_1
Lalu Agung meminta kepada si penjual untuk menambahi sirup. Setelah di tambahi sirup, Wulan langsung meminumnya. Wulan memang sangat menyukai yang manis-manis. Mengetahui itu, Agung pun menasehati Wulan untuk tidak sering makan dan minum yang manis karena khawatir diabetes. Wulan pun hanya tersenyum mendengar perhatian dari kekasihnya.
Seusai membayar semua pesanan, mereka berdua segera bergegas pergi meninggalkan tempat itu.
Saat perjalanan pulang :
"Besok aku ajak ke tempat tanteku, di sana kamu bisa sepuasnya minum es soda gembira dengan sirup yang banyak" ucap Agung
"Tanteku juga jualan seperti itu di depan rumahnya" jawab Agung
"Oke deh, hehehe" jawab Wulan
"Masih mau jalan apa pulang?" tanya Agung
__ADS_1
"Pulang aja yuk, aku kebelet pipis" jawab Wulan malu
"Aku cari pom bensin yang ada toiletnya dulu" ucap Agung
"Tak perlu sayang, cepat antarkan aku pulang saja" ucap Wulan
Wulan memang paling gak bisa untuk menahan buang air kecil. Apalagi tadi ia habis meminum es, sehingga cepat membuat ia merasa ingin buang air kecil.
Wulan sudah tak canggung lagi memanggil kekasihnya dengan sebutan "sayang". Sepertinya ia sudah terbiasa dengan kalimat itu karena Agung memanggil dirinya juga demikian. Saat perjalanan, Agung sengaja menambah kecepatan motornya karena ia merasa kasihan dengan Wulan yang menahan "pipis" sejak tadi.
Sesampainya di rumah, Wulan segera pamit untuk masuk ke dalam. Agung pun hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kekasihnya. Ia pun segera berlalu meninggalkan rumah Wulan. Kebetulan pada malam itu, rumah Wulan sudah sepi, jadi ia tidak pamit pulang.
Begitulah malam minggu yang di lalui dua insan yang sedang kasmaran. Kencan mereka sangat sederhana, jauh dari kata mewah atau mahal. Begitu saja keduanya sudah merasa senang bisa saling bertemu melepas kerinduan. Wulan tipe orang yang tidak banyak menuntut, kencan dimanapun ia menerima. Ia memang gadis sederhana. Itulah salah satu alasan Agung sangat mencintainya. Sederhana dalam bersikap, sederhana dalam berpenampilan. Ia orang yang apa adanya, natural. Ia tak suka berdandan menor seperti remaja pada umumnya.
__ADS_1