Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Dunia Begitu Sempit


__ADS_3

Setelah asyik bercerita satu sama lain, terungkap bahwa ternyata Agung mendapatkan nomor ponsel Wulan dari Pipit. Agung yang meminta pada Pipit untuk di kenalkan dengan temannya. Akhirnya, diberikanlah nomor hp Wulan pada Agung. Dan disini juga terungkap bahwa salah satu teman Agung, ternyata teman Wulan di aplikasi pertemanan facebook. Doyok panggilannya. "Apa ini yang namanya kebetulan? Dunia begitu sempit ternyata" batin Wulan sambil melirik ke arah Agung yang kebetulan tengah memandangnya.


Sudah larut malam, Agung pun mengajak Wulan pulang. Setelah berpamitan pada tuan rumah, mereka berdua pun segera beranjak menuju kendaraan. Malam minggu yang tak terduga. Keadaan menjadi hening sesaat, namun kemudian suasana kembali mencair setelah Agung menanyakan dimana letak rumah Wulan.


"Antar sampai gang saja mas" begitu pinta Wulan.


"Kenapa, apa aku gak boleh tahu dimana rumahmu?" tanya Agung


"Bukan begitu maksudku, aku hanya tidak enak padamu, takut merepotkanmu" jawab Wulan


"Baiklah, aku tak akan memaksakan kehendak" Agung berkata


Memang seharusnya seorang lelaki mengantarkan wanita sampai rumahnya, tapi begitulah Wulan, dia tidak ingin merepotkan, meski dia tahu hal itu bisa menjadi pandangan negatif dari tetangga-tetangganya bila mengetahuinya.


Akhirnya, sampailah mereka di depang gang. Setelah mengucap terimakasih, Wulan segera berjalan menuju rumahnya. Begitu juga dengan Agung. Dia segera berputar arah menuju rumahnya. Malam itu mereka telah berpisah. Namun sesampainya di rumah masing-masing, komunikasi tetap berlanjut via sms.


"Gimana menurutmu?" sebuah pesan dari Agung masuk ke ponsel Wulan


"Gimana apanya mas?" balas Wulan


"Tentang pertemuan kita tadi, aku bukan orang jahat yang mau ngapa-ngapain kamu kan?" tulis Agung dengan emot tertawa ngakak


"Hehehe" hanya begitu balasan dari Wulan

__ADS_1


Memang sebelum mereka berdua pergi, Wulan sempat bertanya, "Kau bukan orang jahat kan? Bukan mau menculik atau ngapa-ngapain aku kan?" tanyanya menginterogasi seperti penyidik. Paranoid.


Percakapan mereka terhenti setelah Wulan merasa sangat mengantuk dan bilang akan segera tidur. Agung pun mengiyakan seraya memberi ucapan selamat tidur untuk Wulan.


"Udah malam, aku tidur dulu ya mas"


"Oke, selamat tidur semoga mimpi indah"


"Makasih 😊"


"Iya sama-sama, tapi lanjut besok lagi ya"


"Siap"


"Bye"


"Bye"


Malam itu Wulan tidur dengan perasaan senang di hatinya. Hatinya serasa di tumbuhi bunga-bunga yang sedang bermekaran indah. Apa ini yang namanya jatuh cinta. Dia begitu cepat merasa jatuh cinta. Namun cinta tak pernah salah. Toh Wulan masih sendiri, begitu juga dengan Agung.


Minggu pagi...


Tiiittt... tiiittt... tiiittt... hp Wulan bergetar karena berada dalam mode silent. Pesan masuk dari Agung.

__ADS_1


"Udah bangun belum?" tanya Agung


"Udah donk" balas Wulan


"Udah mandi?" tanyanya lagi


"Belum, hihihi" jawab Wulan


"Idihhh, anak perawan jam segini belum mandi. Mandi dulu gih" skak Agung


"Oke" tulis Wulan


Beberapa menit kemudian...


"Udah selesai mandi nih" kali ini Wulan duluan yang kirim sms


"Masak sih, mana buktinya?" tanya Agung tak percaya


"Udah wangi donk, emangnya situ, belum mandi (emot menjulurkan lidah)" balas Wulan


"Wahhh penghinaan ini namanya, aku udah mandi donk, kan mau siap-siap pergi mancing. Mau ikut?" tulis Agung


"Enggak ahh ntar aku item lagi, mutihin badannya aja susah" balas Wulan

__ADS_1


"Oke, buruan makan sana" jawab Agung


"Siap" Wulan mengakhiri


__ADS_2