Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Datang Lagi


__ADS_3

Di suatu malam, pak RT datang ke rumah Wulan beserta beberapa teman mainnya. Lalu pak RT menjelaskan maksud kedatangannya.


"Kedatangan saya kemari ingin memberi info, dalam waktu dekat akan di bentuk "Karang Taruna tingkat RW" yang mana anggotanya adalah perwakilan remaja tingkat RT, maksimal 4 orang. Nah ini sudah ada 3 orang, apa kamu bersedia bergabung?" tanya Wulan


"Tapi aku..." ucap Wulan


"Udah ikut aja, kan ada aku biar ramai" ucap Bowo


Bowo adalah teman dari masa kecil hingga ia remaja. Dahulu mereka sering banget main bersama. Setelah remaja, sudah mulai jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Bowo bekerja di sebuah mall dekat pusat kota.


"Iya mbak, ikut aja, ada aku juga kok" ucap Ratih


Ratih juga teman masa kecilnya. Namun dulu sempat berpisah karena Ratih pindah kontrakan, sekarang ia kembali lagi di kampung tersebut.

__ADS_1


"Oke deh aku mau" ucap Wulan


"Itung-itung dengan banyak kesibukan akan membuatku lupa kalau aku patah hati" batin Wulan


"Baiklah, kalau kamu setuju untuk bergabung, besok malam acaranya perkenalan para anggota bertempat di kediaman pak RW" ucap pak RT pada semua yang ada di situ


"Nambah 1 lagi boleh gak pak?" ucap Yudi


Yudi adalah kakaknya Bowo.


"Oke gpp, nanti saya yang bilang sama pak RW" ucap pak RT


Keesokannya, saat malam telah tiba, mereka berlima yaitu Wulan, Bowo, Ratih, Yudi, dan Dadang sedang bersiap. Setelah itu mereka segera pergi menuju rumah pak RW. Belum banyak yang datang rupanya. Sembari menunggu anggota dari RT lain datang, mereka tampak asyik mengobrol. Setelah di rasa sudah kumpul semua, pak RW pun segera membuka acara. Agenda hari ini hanyalah pemberitahuan visi dan misi serta perkenalan antara masing-masing anggota. Masing-masing anggota memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


Acara berlangsung singkat, namun penuh makna. Tujuan di bentuknya organisasi seperti ini supaya para remaja bisa mengembangkan potensi apa yang ada di tiap RT, dan tentunya yang bermanfaat untuk semua warga. Acara positif semacam ini sudah sangat jarang di temui.


Di sebuah pagi, di bulan ketiga Agung dan Wulan tidak pernah saling berkirim pesan. Tiba-tiba ada pesan masuk ke handphone nya. Pesan itu ternyata dari Agung. Wulan sudah menghapus nomornya di daftar kontak, sehingga yang tampil hanya nomor saja. Tapi membaca kalimat yang di kirim Agung, ia sudah tahu bahwa itu dia. Wulan sengaja menghapus nomornya di daftar kontaknya, seperti ia yang ingin menghapus semua kenangan bersama dirinya.


Agung ingin bertemu dengannya. Wulan menolaknya. Ia tidak mau luka di hatinya yang sudah mengering akan basah kembali. Namun Agung terus memohon kepadanya supaya mau bertemu dengannya. Akhirnya tembok pertahanan Wulan runtuh juga. Ia setuju untuk bertemu. Setelah menetapkan dimana lokasinya, malamnya mereka bertemu di sebuah cafe di pusat kota. Mereka datang ke lokasi dengan sendiri-sendiri. Wulan naik taksi, sedangkan Agung naik motornya dengan membawa 1 helm cadangan untuk Wulan nanti.


Wulan yang lebih dulu tiba disana, setelah kurang lebih 10 menit menunggu, Agung pun datang.


"Maaf membuatmu menunggu" ucap Agung


"Iya gpp mas" ucap Wulan


Entah kenapa memanggilnya dengan sebutan "mas" membuat Wulan merasa sedih. Demikian pula dengan Agung, ia sadar apa yang terjadi saat ini karena perbuatannya sendiri.

__ADS_1


"Udah pesan menu?" tanya Agung


"Belum" ucap Wulan


__ADS_2