Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Kesempatan Kedua


__ADS_3

"Katakan, apa kau mau kembali padaku?" tanya Agung


"Apa itu maumu?" tanya Wulan


"Ya, aku berharap kau mau menjadi kekasihku lagi" ucap Agung


"Beri aku waktu" ucap Wulan


"Tapi esok aku sudah pergi" ucap Agung


"Percayalah, aku akan memberi kabar padamu apa keputusanku" ucap Wulan


"Ya sudah, aku tak bisa memaksamu" ucap Agung


"Ayo pulang, aku akan mengantarmu" lanjutnya


"Baiklah" ucap Wulan


Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pulang karena hari sudah larut malam. Agung mengantarnya hingga depan rumahnya.


"Terimakasih, selamat malam" ucap Wulan


"Selamat malam" ucap Agung


Di atas ranjangnya, Wulan masih bingung tentang keputusan apa yang akan dia ambil. Dia takut terluka, namun ia juga tak bisa munafik bila ia masih mencintainya. "Apa yang harus aku lakukan, apa aku harus memberinya kesempatan kedua?" batin Wulan dalam hatinya.


Keesokan harinya...

__ADS_1


"Aku bersedia kembali padamu"


Pesan tersebut ia tulis lalu dikirimkan pada Agung. Ia sudah memutuskan untuk memberinya kesempatan kedua. Karena ia merasa setiap orang punya kesalahan. Dan ia mau kembali merajut kasih dengannya. Tak berselang lama, pesan itu terbalas.


"Makasih, aku senang mendengarnya" begitu tulisannya


"Iya sama-sama" tulis Wulan


"Udah berangkat?" tanya Wulan lagi


"Udah, lagi perjalanan" tulis Agung


"Ya udah hati-hati di sana" tulis Wulan


"Kamu juga, jaga dirimu baik-baik selama aku pergi" tulis Agung


Setelah itu Wulan segera bergegas untuk berangkat kerja. Hatinya berbunga-bunga lagi karena ia telah kembali pada cintanya. Ia tak lagi pasang muka sedih. Ia ceria sekali hari ini, auranya terlihat bagus. Sesampainya di tempat kerja, belum ada yang datang rupanya. Ia datang sangat awal sekali. "Duduk dulu ah disini, belum pada datang juga" batin Wulan. Ia duduk sambil bersandar di tembok dengan meluruskan kakinya karena ia merasa pegal dengan kakinya. Ia terkejut ketika seseorang membuatnya kaget.


"Dorrrrr"


Ternyata orang usil itu adalah Edo. Melihat Wulan kaget, ia pun tertawa terbahak-bahak.


"Awas ya kamuuu" ucap Wulan


"Salah sendiri, pagi-pagi udah melamun" ucap Edo


"Siapa juga yang melamun" ucap Wulan

__ADS_1


"Oh iya denk, kan lagi patah hati" ucap Edo


"Ihh, sok tau banget" ucap Wulan


"Lagian, ngapain patah hati karena putus cinta, gak jaman lan" ucapnya sambil tertawa


"Udah enggak tuh" ucap Wulan


"Kok bisa, balikan ya?" tanya Edo


"Menurutmu?" tanya Wulan


"Ehm, kalo aku sih ogah" ucap Edo sambil pergi meninggalkan Wulan yang masih mager, tetapi banyak temannya yang sudah mulai berdatangan.


Suasana pekerjaan di tempatnya sangat nyaman, bisa kerja sambil ngobrol, sambil bercanda, sehingga kerja itu gak boring.


"Ayo lan cepet-cepetan pasang, yang kalah traktir es jeruk di kantin" ucap Edo


"Gak ahhh, aku kan masih junior, kamu senior" ucap Wulan


"Gpp lan iyain aja, ntar ku bantuin" ucap mas Danang


"Beneran?" tanya Wulan


"Traktirnya semua orang disini lho ya" ucap mas Danang


"Enak aja, aku kan ngajak Wulan, kenapa kamu ikut-ikutan" ucap Edo

__ADS_1


Seperti itu kira-kira candaan mereka. Tempat kerja yang nyaman untuk pekerjanya, membuat mereka betah. Saat serius ya serius, saat bercanda ya bercanda, semua ada waktunya masing-masing, sehingga tidak monoton. Hampir semua teman-temannya itu konyol, sangat suka bercanda.


__ADS_2