Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Aku Ingin Pulang Saja


__ADS_3

"Apa yang terjadi padanya? Jangan-jangan sudah terjadi sesuatu padanya. Laki-laki macam apa dia berani melakukan itu pada Wulan. Aku tak akan melepaskannya jika ia berani menyakiti Wulan" batin Arifin


"Bajumu jadi basah, maafkan aku" ucap Wulan


"Tak apa. Tunggulah sebentar, aku akan membeli air mineral untukmu" ucap Arifin seraya berjalan meninggalkan Wulan sejenak. Setelah dapat, ia memberikannya untuk Wulan.


"Minumlah agar kau lebih tenang" ucap Arifin


"Makasih" ucap Wulan. Ia lalu meminum air mineral tersebut. Setelah agak tenang, Arifin telah siap bertanya sesuatu padanya.


"Ada yang ingin kau ceritakan padaku?" tanya Arifin


"Aku bingung harus memulai darimana" ucap Wulan


"Bicaralah apa yang menjadi bebanmu" ucap Arifin


"Aku ingin pulang saja" ucap Wulan


"Tapi..."


"Ku mohon, aku ingin pulang sekarang" potong Wulan

__ADS_1


"Baiklah jika itu yang kau mau" ucap Arifin


Arifin sengaja mempercepat laju kendaraannya agar cepat sampai di rumah. Ia ingin Wulan segera beristirahat. Ia ingin Wulan segera melupakan masalahnya. Masalah yang belum ia ketahui secara jelas.


Sesampainya di rumah, Wulan langsung masuk rumah setelah sebelumnya mengucapkan terimakasih pada Arifin. Ia sengaja masuk rumah dengan buru-buru karena ia tak ingin orang rumah tahu jika ia habis menangis. Ia pun berhasil. Orang rumah tak ada yang mencurigainya. Mereka mengira Wulan hanya segera ingin istirahat saja.


Di kamar, Wulan kembali menangis. Saat ini Agung telah jarang menemuinya, jarang pula menghubunginya. Ia beranggapan bila saat ini ia telah "habis manis sepah di buang". Setelah ia berhasil mengambil sesuatu yang berharga miliknya, ia meninggalkannya.


"Kenapa kau tak lagi menemuiku, setelah kau dapatkan semuanya kau tak peduli lagi padaku. Kau pun tak mau menikahiku. Dimana tanggung jawabmu padaku? Aku benci padamu, aku benci padamu" ucapnya sambil menangis tersedu-sedu.


"Aku ingin bertemu denganmu" tulis pesan yang ia kirim untuk kekasihnya


"Ya, besok aku jemput" balas Agung


Agung sama sekali tak pernah menghubunginya atau menemuinya semenjak ia meminta untuk di nikahi. Agung tak bisa menikahinya karena ia belum siap. Kecuali bila Wulan hamil. Mau tak mau ia harus bertanggung jawab, karena Wulan mengandung anaknya. Wulan hanya melakukan itu dengannya, ia tahu itu.


"Aku mau ke rumah sekarang" ucap Agung


"Iya ku tunggu" ucap Wulan


Beberapa menit kemudian, Agung telah sampai di depan rumahnya. Ia pun segera menghampirinya dan mereka pun beranjak pergi.

__ADS_1


"Kau mau bicara apa, kita ke rumahku saja ya?" ucap Agung


"Rumahmu? Aku tak mau" ucap Wulan


"Kenapa gak mau?" tanya Agung


"Ya sudah aku mau" ucap Wulan terpaksa setuju karena ia sedang malas berdebat dengan kekasihnya.


"Apa sudah makan?" tanya Agung


"Sudah" jawab Wulan


"Baiklah. Apa yang mau kau bicarakan?" tanya Agung


"Aku ingin bertanya, kenapa kau akhir-akhir ini tak menemuiku, tak menghubungiku sama sekali, apa kau sudah tak peduli lagi denganku?" tanya Wulan


"Apa yang kau katakan, itu tidak benar" jawab Agung


"Tapi kenyataannya demikian" ucap Wulan


"Kau meninggalkanku setelah kau mendapat apa yang kau mau" ucap Wulan

__ADS_1


"Apa maksudmu?" tanya Agung


"Kau meninggalkanku setelah kau mengambil semua milikku yang berharga, setelah itu kau tak mempedulikan aku lagi!!" ucap Wulan


__ADS_2