Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Harus Percaya Siapa?


__ADS_3

"Mereka selalu bertanya, bagaimana hubunganku denganmu, apa aku sudah pernah menciummu bahkan yang lebih parah lagi, mereka bertanya apa aku sudah "tidur" denganmu, dan itu membuatku malas meladeni pertanyaan mereka" lanjutnya menjelaskan. Wulan hanya bisa diam mendengar semua penjelasan dari Agung.


"Aku memang sengaja mengatakan hal itu pada mereka. Mereka terlalu ingin tahu urusanku, dan aku tidak suka itu. Aku ingin menjalani hubungan dengan tenang tanpa ada pertanyaan-pertanyaan yang mengusik keseriusanku padamu" ucap Agung sambil menyalakan rokoknya.


"Kenapa, apa kamu tidak percaya ucapanku, dan lebih mempercayai temanku?" tanya Agung


"Aku... aku tidak tahu mesti percaya dengan siapa, aku bingung" jawab Wulan


"Aku akan menceritakan padamu semua keburukanku, dan setelah itu aku menyerahkan semua keputusan di tanganmu. Mau lanjut denganku atau tidak, aku tidak memaksa. Itu hakmu memilih mana yang terbaik untukmu, dan aku akan menghargai semuanya" lanjutnya


"Aku ini seorang pemabuk" ucap Agung yang seketika membuat Wulan menatapnya. Ia masih menyesap rokoknya dalam-dalam. Pandangannya lurus ke depan. Sedangkan wanita di sampingnya kini telah menunduk. Ia tahu, ia tinggal di lingkungan yang sudah tidak asing dengan minum-minuman keras.


"Tapi apa tiap hari selalu mabuk?" tanya Wulan


"Tidak, bahkan ini sudah lama aku gak mengulangi kebiasaan buruk itu" jawabnya santai

__ADS_1


"Aku berkata jujur padamu mengenai diriku karena aku tidak ingin kamu mengetahuinya dari orang lain, karena itu akan membuatmu sangat kecewa terhadapku"


"Lalu apa yang membuatmu menjadi suka mabuk?" tanya Wulan


"Biasanya karena aku sedang ada masalah" jawabnya


"Masalah apa? Wanita?" tanya Wulan


"Ya tidak cuman itu, tapi intinya ya itu, tiap ada masalah" jawab Agung


"Aku sudah jujur padamu tentang bagaimana aku, selanjutnya terserah padamu, mau melanjutkan hubungan ini atau tidak"


Kedua tangan itu masih saling menggenggam. Berharap wanitanya tetap mau tinggal di sisinya. Namun ia tak akan memaksa jika ia memilih pergi dari hidupnya. Ia sadar apa yang terjadi di masa lalunya sungguh memalukan, tapi ia juga tidak ingin memulai suatu hubungan dengan kebohongan.


"Bagaimana, apa yang kau pikirkan, kau terlihat melamun" tanya Agung

__ADS_1


"Apa kamu bisa berjanji untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi?" tanya Wulan


"Tapi jangan karena aku, berubahlah untuk kebaikan dirimu sendiri, meskipun kelak kita gak berjodoh, ingatlah kau harus berubah untuk dirimu sendiri, bukan karena aku ataupun orang lain" lanjutnya


"Aku akan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi" jawab Agung


"Baiklah, aku akan tetap bersamamu" ucap Wulan.


Hal itu membuat Agung mengembangkan senyuman di sudut bibirnya. Sejenak mereka berdua saling bertatapan. Mata mereka saling bertemu. Lalu saling melempar senyuman, sementara tangan mereka masih tetap berpegangan erat. Wulan tak ingin masa lalu kekasihnya yang buruk menjadi alasan untuk dia tidak bahagia, karena itu tidak adil untuknya, ia juga berhak untuk bahagia. Selama ia berusaha untuk tidak mengulanginya, ia masih berhak untuk di beri kesempatan. Dalam hatinya, ia bertekad akan menuntunnya ke jalan yang benar, itupun kan berhasil jika Agung memiliki kesadaran dari dirinya sendiri.


"Apa kamu tidak malu mempunyai pacar seorang pemabuk? Kau wanita baik-baik bagaimana bisa mempunyai kekasih seorang pemabuk" tanya Agung


"Aku anggap itu sebagai masa lalumu, asal kau mau berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, aku bersedia tetap tinggal di sisimu"


Hai kak, udah masuk eps 10 nih, ku tunggu comment dan like nya ya kak 🤗 Terimakasih kak, tetap jaga kesehatan ya selama masa pandemi ini, semoga virus corona segera teratasi, aamiin 🙏

__ADS_1


__ADS_2