Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Kau Kenapa?


__ADS_3

"Jangan terburu-buru untuk mengambil keputusan" ucap Agung


"Aku sudah memikirkannya dengan matang" ucap Wulan


"Aku mau, orang tua mu datang ke rumah" ucap Wulan


"Saat ini aku belum bisa, mengertilah" ucap Agung


"Kau selalu bilang belum bisa, belum bisa, belum bisa. Tolong hargai keputusanku" ucap Wulan


"Apa maumu?" tanya Agung


"Bawa orang tuamu untuk melamarku, jika tidak lebih baik kita sampai disini saja" ucap Wulan


"Aku gak bisa" ucap Agung


"Aku sudah menduganya, kau tidak serius denganku" ucap Wulan


"Aku serius denganmu, tapi berilah aku waktu" ucap Agung


"Baik, aku memberikanmu waktu, tapi selama itu jangan temui aku dulu" ucap Wulan

__ADS_1


"Kenapa begitu?" tanya Agung


"Ini sudah menjadi keputusanku, jadi tolong mengertilah" ucap Wulan


"Baiklah jika itu menjadi keputusanmu" ucap Agung


"Aku mau pulang, tolong antarkan aku pulang" ucap Wulan


"Iya" ucap Agung


Sesampainya di rumah, Wulan menangis. Entah keputusan yang di ambilnya sudah benar atau salah, dia telah mengambil keputusan besar. "Sebenarnya aku ingin kau yang menikahiku, bukan orang lain, karena kau yang telah merenggut semuanya dariku, apa ada lelaki yang bisa menerima wanita seperti aku? Lalu bagaimana dengan nasibku? Sedangkan kau tak bisa ku harapkan lagi" batin Wulan


Beberapa bulan kemudian...


Wulan menerima sebuah telepon nomor yang tidak di kenal. Waktu itu jam menunjukkan pukul 9 malam.


"Hallo dengan mbak Wulan?" ucap si penelepon itu


"Iya benar dengan saya sendiri, siapa ya?" tanya Wulan


"Saya temannya Agung mbak" ucap penelepon

__ADS_1


"Ada apa ya?" tanya Wulan


"Mbak bisa ke kost'an saya sekarang? Agung mabuk berat disini. Beberapa bulan terakhir ia sering sekali mabuk, tapi ini yang terparah" ucap penelepon itu


"Bisa kasih tahu alamatnya dimana?" tanya Wulan


"Oke, aku kesana" ucap Wulan setelah ia tahu dimana alamatnya


Dengan tergesa-gesa ia mencari kunci sepeda motor milik bapaknya. Sebenarnya dia sendiri gak yakin naik sepeda motor, karena ia belum lancar mengendarai sepeda motor. Bapaknya tak mengijinkannya naik motor karena khawatir akan kenapa-napa, kemana-manapun selalu di antarkan oleh bapaknya. Namun ia nekad. Sebelumnya ia mengambil jaket karena kebetulan sedang gerimis. Tak lupa hp yang ia masukkan ke dalam saku jaket.


Setelah beberapa menit, ia pun sampai di alamat yang di berikan penelepon tadi. Ia segera masuk karena ia sangat panik, pikirannya pun sedang kacau. Sampai-sampai tadi di perjalanan ia hampir saja terjatuh karena jalanan yang licin.


Ia menemukan sosok kekasih yang dulu di harapkan nya menjadi suaminya kelak. Ia sedang duduk terbaring di sofa. Ia menghampirinya.


"Kau kenapa? Kenapa kau seperti ini lagi? Kau sudah berjanji padaku untuk tidak mabuk lagi, kenapa kau mengulanginya?" tanya Wulan


"Kau yang membuatku begini, aku begini karena kau meninggalkan aku" ucap Agung


"Kau jangan seperti ini, kasihan ibu yang sudah membesarkan mu" ucap Wulan


"Aku merindukanmu, bolehkah aku memelukmu" ucap Agung dengan suara khas orang yang sedang mabuk

__ADS_1


__ADS_2