Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Diskon


__ADS_3

Sedih untuk bahagia. Ya, Wulan harus bahagia melihat temannya meraih kesuksesan. Harapannya, kisah pertemanan ini akan terus di kenang. " Semoga kamu bisa sukses dan membuat bangga orang tuamu" batin Wulan. Sebelum pergi, Edo telah menitipkannya pada Abed. Wulan dan Abed ini seumuran. Mereka berdua lahir di tahun yang sama. Namun meskipun seumuran, Wulan tetap memanggil Abed dengan sebutan "mas", itu agar terdengar lebih sopan.


"Sudah tidak ada Edo disini, sebelum pergi dia menitipkanmu padaku" ucap Abed


"Maksudnya?" tanya Wulan


"Edo ingin kau bisa menguasai semuanya disini supaya gajimu naik dengan cepat" ucap Abed


"Ya, dia juga pernah berkata seperti itu padaku" ucap Wulan


"Dia perhatian sekali padamu" ucap Abed


"Ah tidak biasa saja" ucap Wulan


"Ya baiklah, kau harus ingat semua pesannya" ucap Abed


"Siap" ucap Wulan


Tanpa terasa puasa sudah memasuki hari ke 28, sebentar lagi hati raya pun tiba. Para umat muslim bersiap untuk menyambut kemenangan. Membeli baju baru, sepertinya sudah menjadi tradisi. Arifin pun mengajaknya untuk membeli.


"Ikut aku yuk" isi pesan Arifin

__ADS_1


"Kemana?" tanya Wulan


"Cari baju dan mukena untuk ibuku" jawab Arifin


"Bentar aku hubungi dia dulu, takutnya tiba-tiba dia ngajak aku pergi" balas Wulan


"Oke aku tunggu infonya" balas Arifin


Wulan lalu mengirim pesan untuk kekasihnya, bertanya apakah dia akan mengajaknya pergi atau tidak. Beruntung Agung tak berniat untuk mengajaknya pergi. Jadi ia pun bisa pergi dengan Arifin.


Memang aneh sebenarnya, karena Wulan berpacaran dengan Agung namun sering "kencan" dengan Arifin. Tetapi Wulan tetap saja tak ingin di sebut selingkuh. Ia hanya berteman dengan Arifin, tidak lebih. Tapi mau di katakan apa lagi bila ternyata Arifin mampu membuatnya nyaman. Itu bukan salahnya kan?


"Aku bisa mas" ia mengirim pesan untuk Arifin


Setelah Arifin sampai di rumahnya, mereka segera bergegas menuju salah satu pusat perbelanjaan. Terlihat, di situ terdapat banyak sekali pengunjung. Realita sekarang, menjelang hari raya pusat perbelanjaan lah yang ramai.


"Menurutmu bagus yang mana?" tanya Arifin meminta pendapat Wulan


"Yang mana ya, aku bingung soalnya bagus-bagus sih" ucap Wulan


"Kalau yang ini bagaimana? Bagus gak?" tanya Arifin

__ADS_1


"Bagus kok" jawab Wulan


"Oh ya, yang ini cocok sekali untukmu" ucap Arifin


"Ah tidak, aku sudah membeli beberapa baju" ucap Wulan


"Tak apa, ambillah" ucap Arifin


"Maaf, aku sudah punya banyak baju" ucap Wulan


"Padahal tujuanku kesini ingin membelikan hadiah kecil untukmu, tapi kau malah menolak" batin Arifin


"Ya sudah tunggu sebentar aku akan ke kasir dulu" ucap Arifin setelah mendapatkan apa yang ia cari untuk ibunya


"Kau sendiri, kenapa tidak beli sekalian?" tanya Wulan


"Aku tidak terlalu suka membeli saat moment seperti ini, aku lebih suka membeli di hari lain saja" ucap Arifin


"Kenapa begitu?" tanya Wulan


"Saat ada moment seperti ini, banyak yang memberikan diskon, sehingga banyak sekali peminatnya. Apalagi sudah mendekati hari raya seperti ini pasti model yang bagus sudah ludes terjual, menurutku harga yang di jual menjadi lebih mahal, baru di diskon agar menarik minat pembeli, padahal sebenarnya ya sama saja" ucap Arifin

__ADS_1


"Tapi itu hanya pendapatku saja sih, dan mungkin berbeda dengan pandangan orang lain" lanjutnya


"Iya juga sih, kau benar juga" ucap Wulan


__ADS_2