
"Besok minggu aku akan mengajakmu pergi" ucap Agung
"Oh ya? Kemana?" tanya Wulan
"Rahasia dong" ucap Agung
"Hmmm main rahasia-rahasia'an" ucap Wulan
"Jadi pulang tidak?" tanya Agung
"Jadi" ucap Wulan
Wulan pulang ke rumah di antar kekasihnya. Sesampainya di rumah, ia membuka ponselnya dan membuka sebuah nomor yang sebelumnya ia blokir. Ya, yang ia blokir adalah nomor ponsel Arifin.
Ia sengaja melakukannya setiap kali bertemu kekasihnya karena ia tak ingin tiba-tiba ponselnya berbunyi atau bergetar karena ada sms/telepon dari Arifin. Bukan bermaksud jahat, tetapi ia takut kekasihnya mengetahui jika selama ini ia sering berkomunikasi dengan lelaki lain. Ia takut kekasihnya marah dan berimbas buruk pada hubungan mereka berdua.
Ada pesan masuk dari Arifin. Ia pun membukanya.
"Sedang apa?" tanya Arifin
Wulan pun segera membalasnya.
"Lagi santai aja mas" balas Wulan
__ADS_1
"Gak ke pasar malam?" tanya Arifin
"Dia gak mau aku ajak kesana, aku malah di bohongi, katanya mau ngajak aku kesana tapi aku malah di ajak mancing" balas Wulan sedih
Entah kenapa sejak detik itu, tak ada yang Wulan tutup-tutupi jika Arifin bertanya apapun tentangnya. Ia selalu terbuka pada Arifin. Ia tak sungkan menceritakan permasalahan apa yang sedang terjadi antara dirinya dengan kekasihnya. Menurutnya, "sharing" membuatnya sedikit lega ketimbang harus menyimpan masalahnya sendiri. Arifin pun tak keberatan, justru ia sangat senang karena dengan begitu ia tahu apa yang sedang terjadi pada wanita yang di cintainya.
"Besok malam aku ajak kau kesana" tulis Arifin
"Benarkah?" tanya Wulan sumringah. Ia benar-benar mirip anak kecil
"Iya" balas Arifin
"Makasih mas" balas Wulan
"Sama-sama" balas Arifin
Keesokan harinya....
"Ntar malam tunggu aku di rumah ya" tulis Arifin
"Siap" balas Wulan
Arifin datang ke rumah Wulan setelah isya. Mereka segera menuju ke pasar malam. Mereka hanya pergi berdua saja, tidak ada teman yang ikut bergabung dengan mereka. Sungguh, ini yang dinamakan kencan bukan?
__ADS_1
Setelah memarkirkan sepeda motornya, mereka berdua berjalan kaki memanjakan mata.
"Sudah makan?" tanya Arifin
"Sudah" jawab Wulan, sebenarnya ia belum makan, ia sedang malas makan
"Tapi aku belum makan, maukah kau jika kita makan dulu?" tanya Arifin
Arifin tahu jika ia sedang berbohong. oleh sebab itu ia berucap seperti itu
"Oke, tak masalah" jawab Wulan
"Tapi kau juga makan" pinta Arifin
"Tapi aku tidak lapar mas" ucap Wulan
"Sedikit saja" ucap Arifin memaksa
"Iya iya" ucap Wulan
Mereka memasuki kedai makanan yang menjual bakso dan mie ayam. Setelah memesan mereka menunggu sebentar sembari pesanan mereka siap. Beberapa menit kemudian pesanan telah siap dan mereka segera menyantapnya hingga habis.
Setelah makan mereka kembali melanjutkan perjalanan. Langkah mereka terhenti saat berada di depan lapak mainan memasukkan cincin dalam botol yang telah di susun. Ada berbagai macam hadiah di sana. Arifin pun mencobanya. Namun sayang tidak semua botol yang telah di susun bisa kemasukan cincin. Ia mendapat hadiah sebuah tempat minum berwarna merah. Di berikannya hadiah itu pada Wulan.
__ADS_1
"Untukku?" tanya Wulan
"Iya, ini untukmu" ucap Arifin