Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Cemburu Buta


__ADS_3

"Apa aku tanya aja ya sama dia soal Melly? Tapi itu kan sudah lalu, aku tak berhak menanyakan padanya. Kecuali kalau saat ini ia masih menyukai Melly, baru aku tanya padanya. Hah, udahlah yang penting sekarang dia sama aku, lagian Melly kan istrinya mas Erwin, mana mungkin Agung berani berhianat, toh Melly juga sukanya sama mas Erwin. Tapi kalau mereka khilaf bagaimana? Astaga, apa yang sedang aku pikirkan. Kekhawatiranku ini jelas salah"


Wulan mulai berpikir yang tidak-tidak tentang Agung dan Melly. Pikiran negatifnya mulai muncul, namun ia berusaha menepisnya. Ia tak mau hanya karena kisah di masa lalu membuat masa depannya berjalan dengan buruk. Ia percaya pada kekasihnya, tak mungkin masih menyukai Melly. Melly hanya masa lalu nya.


Di tempatnya bekerja, ia masih saja terus memikirkan hal itu. "Kenapa hubungan ini sangat rumit, apa aku bisa tahan dengan rasa cemburuku padanya? Kenapa harus dia yang menjadi kakak iparmu? Pasti wanita itu merasa bangga telah di sukai oleh 2 orang kakak adik sekaligus. Apa sih hebatnya dia hingga kakak adik saling berebut untuk mendapatkan hatinya" batinnya kesal.


"Huft, jadi males hubungi dia. Biarin ah, aku lagi kesel sama dia" begitu batinnya. Lamunannya terhenti saat tiba-tiba kekasihnya meneleponnya.


"Iya hallo, ada apa?" ucap Wulan


"Lagi apa sayang, udah makan belum?" tanya Agung


"Belum" jawab Wulan ketus


"Kenapa belum makan?" tanya Agung


"Lagi males!" ucap Wulan


"Kamu lagi datang bulan ya?" tanya Agung

__ADS_1


"Enggak" jawab Wulan singkat


"Kok sewot gitu?" tanya Agung


"Gak papa lagi males" ucap Wulan


"Males kenapa?" tanya Agung


"Males ya males, udah ah lanjut ntar lagi" ucap Wulan lalu mematikan sambungan teleponnya


"Kenapa sih ini anak, kok bawaannya jutek gitu. Apa lagi PMS kali ya? Dasar cewek, sulit di mengerti. Biarin aja dulu deh, biar tenang. Kalau dekat udah ku samperin tuh anak, sayang jauh" batin Agung heran.


Ia lalu mengirimkan pesan pada kekasihnya.


"Maafkan aku" hanya begitu saja kata yang ia ketik


"Udah baikan?" tanya Agung


"Udah" jawab Wulan

__ADS_1


"Ada masalah apa?" tanya Agung


"Tidak ada, cepatlah pulang" balas Wulan


"Ku harap kau bisa sabar, aku akan pulang secepatnya" ucap Agung


Rasanya, saat ini Wulan ingin sekali memeluk kekasihnya dan menumpahkan apa isi hatinya. Ia amat merindukan kekasihnya. Ia kangen. Ia ingin segera bertemu dengannya. Namun ia harus bersabar. Disana, Agung pun tak kalah rindu dengan kekasihnya. Ia juga ingin segera bertemu dengan kekasihnya. Namun apa daya, ia harus menyelesaikan pekerjaannya dahulu.


Saat sedang galau karena memikirkan Melly terus menerus, tiba-tiba ada pesan masuk dari mas Arifin.


"Lagi apa lan?" tanya Arifin


"Lagi santai aja mas, kenapa?" tanya Wulan


"Besok malam ada acara gak?" tanya Arifin


"Gak ada mas" balas Wulan


"Besok mau gak ku ajak makan-makan, kebetulan temanku sedang ultah dan dia ingin mentraktirku, dia memintaku untuk membawa orang yang spesial bagiku" tulis Arifin

__ADS_1


__ADS_2