Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Sunset


__ADS_3

"Aku tak habis pikir apa yang ada di pikiran Arifin. Dia sungguh keterlaluan, aku tak mau menemuinya lagi" Wulan masih saja sesenggukan ketika tiba-tiba kekasihnya meneleponnya.


"Iya hallo, ada apa yang?" tanya Wulan


"Kau sedang menangis?" tanya Agung


"Tidak, aku hanya flu" jawab Wulan berbohong


"Oh ya, aku kira kau sedang menangis karena merindukanku" ucap Agung


"Aku merindukanmu, maukah kau menemuiku?" tanya Wulan


"Nanti sore saja, aku sedang memancing" ucap Agung


"Ya udah kalau begitu" ucap Wulan


"Tidur saja, itu lebih baik untukmu" ucap Agung


"Iya aku tidur" ucap Wulan

__ADS_1


Wulan memutuskan untuk tidur saja karena ia bosan tidak ada kegiatan. Ia bangun saat sore hari, ketika kekasihnya sudah ada di rumahnya. Ia malu menemui kekasihnya karena ia masih muka bantal. Ia pun memutuskan untuk langsung mandi. Agung menunggu di ruang tamu. Beberapa menit kemudian ia telah siap dan keduanya segera pergi.


"Mau kemana?" tanya Agung


"Belum tahu" ucap Wulan


"Ke pantai lihat sunset?" tanya Agung


"Ide bagus" jawab Wulan


Keduanya menuju pantai. Pantai yang pernah di kunjunginya dahulu. Agung mampir di toko sebentar membeli rokok dan air mineral. Setelah sampai, mereka duduk memandang ombak yang seolah berkejaran.


Dengan menyandarkan kepala di bahu kekasihnya, Wulan menghela nafasnya.


"Gak papa, aku hanya merindukanmu" ucap Wulan. Ia tak mungkin bercerita pada kekasihnya jika ia memikirkan tentang Arifin. Beruntung, kekasihnya tak menaruh curiga.


Agung merangkulnya. Ia juga sama merindunya dengan kekasihnya. Namun kerinduan itu telah pupus karena keduanya telah saling bertemu.


"Sebenarnya aku juga sangat merindukanmu, namun aku tak bisa sering-sering menemuimu karena aku takut aku tak bisa menahan nafsuku" ucap Agung

__ADS_1


"Aku lelaki normal, wajar bila sedang berada di dekat wanita yang di cintainya akan muncul hasrat dalam dirinya" lanjutnya


"Tapi aku juga gak bisa untuk tidak bertemu denganmu, setiap kali kita gak bertemu, aku merasa kesepian" ucap Agung sambil menghisap dalam rokoknya.


"Aku harus bagaimana? Aku tidak ingin merusakmu lebih jauh lagi" ucap Agung


"Kau akan menikahiku bukan, kau sudah bilang padaku kau akan bertanggung jawab karena kau telah mengambil kehormatanku" ucap Wulan


"Aku ingin menikahimu tapi tidak sekarang, masih banyak yang perlu ku lakukan untuk menikahimu kelak" ucap Agung


"Sabarlah, aku tak akan ingkar janji, aku hanya ingin kau bisa setia saja" ucap Agung


"Aku sudah menyerahkan segala yang ku punya untukmu, apa itu masih kurang untukmu?" tanya Wulan


"Aku sengaja menidurimu agar kau tak bisa dengan mudah dengan lelaki lain. Hanya aku yang memilikimu, hanya aku yang bisa menyentuhmu" ucap Agung


"Kau tak perlu khawatir sayang, aku hanya mencintaimu, aku hanya ingin denganmu saja" ucap Wulan sambil memeluk kekasihnya.


Keduanya lalu berciuman. Dunia serasa milik berdua bagi orang yang sedang di mabuk cinta. Mereka tak peduli akan sekitar, yang mereka tahu mereka sedang terus menerus jatuh cinta. Ciuman membuat keduanya merasa saling utuh tak akan terbagi.

__ADS_1


Agung merasa beruntung, ia rasa kekasihnya tak mungkin menduakannya. Ia percaya bahwa Wulan hanya mencintainya. Sunset yang indah itu menjadi saksi bahwa keduanya berikrar tidak akan saling mengecewakan satu sama lain. Mereka akan saling menjaga, saling merawat tumbuhnya cinta di hati.


"Makasih buat yang masih setia dengan cerita ini, jadi semangat buat up, hihihi"


__ADS_2