Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Rumah Tante


__ADS_3

Hari berikutnya...


Menepati janjinya, Agung mengajak Wulan untuk main ke rumah tantenya. Rumah tantenya tidak jauh dari rumah Agung. Sesampainya disana, ternyata sedang ramai pembeli. Mengetahui kalau keponakannya datang dengan membawa wanita spesial, tantenya menyuruhnya untuk membawanya masuk ke dalam. Selepas memberi salam, Wulan pun masuk bersama dengan Agung. Mereka saling bergandengan tangan. Beberapa saat kemudian, tantenya masuk dan terjadilah perkenalan diantara mereka. Namanya tante Arni. Namun kemudian tante Arni meminta maaf tidak bisa menemani lama-lama karena sedang ramai pembeli.


"Maaf ya tante tinggal dulu, kalian ngobrol saja dulu disini" ucap tante Arni


"Iya gpp tante, Wulan maklum" jawab Wulan


"Kalau butuh sesuatu bilang aja sama tante, tante ada di depan" ucap tante Arni


"Iya tante, terimakasih" jawab Wulan


"Dia kepengen es soda gembira tante" ucap Agung sambil melirik Wulan


"Sana buatin, ambil sesukamu" ucap tante Arni memerintah keponakannya


Tanpa menunggu lama, Agung membuatkan apa yang di sukai Wulan. Tante Arni juga membuatkan Wulan dan Agung mie rebus.


"Gimana, enak gak?" tanya Agung


"Enak, kan kamu yang buatin, hehehe" jawab Wulan


"Iyalah, kan buatnya penuh dengan cinta" ucap Agung


"Ahhh kamuuu, membuatku malu saja" ucap Wulan

__ADS_1


Sementara itu mie rebus yang di buatkan tante Arni telah matang, Agung pun mengambilnya dari depan warung untuk di bawa masuk ke dalam rumah.


"Nih makan dulu, jangan minum terus" ucap Agung sambil menyodorkan mie instan ke arah Wulan


"Siappp bosss" jawab Wulan


Mereka menikmati mie yang baru saja matang itu. Mereka duduk di atas karpet saja. Lesehan. Mereka duduk dengan begitu dekat, bersebelahan. Berpacaran secara sederhana saja membuat mereka bahagia.


Saat mereka tengah asyik menikmati hidangan, tiba-tiba ada seorang perempuan yang masuk nyelonong tanpa permisi ke rumah tante Arni. Mungkin perempuan itu tidak sengaja. Agung segera menyuruhnya keluar. Ia tidak ingin ada orang lain di situ.


"Ngapain kesini, keluar sana, ganggu aja" ucap Agung pada perempuan itu


Tanpa berbicara, perempuan itu keluar.


"Tak perlu seperti itu sayang, kasihan kan" ucap Wulan


"Gak boleh begitu, dia juga gak sengaja" ucap Wulan


"Udah tau ada orang lagi pacaran kok malah masuk, ngapain coba?" ucap Agung


"Hmmmm, yaudah yuk lanjut makan" pinta Wulan


Wulan tahu, Agung tipe orang yang tidak suka terekspose oleh orang lain. Apalagi saat bersama dirinya. Ia hanya ingin Wulan. Hanya ada mereka berdua saja. Ia tidak ingin ada orang yang mengganggu mereka. Setelah selesai makan, seperti biasa Agung menyalakan rokoknya. Ini yang membuat Wulan keheranan, dia menanyakan ini pada kekasihnya. Saat ini mereka telah berpindah tempat di halaman samping rumah. Disitu ada kursi panjang yang biasa di gunakan para remaja untuk berkumpul. Namun tidak untuk malam ini, karena ada Agung disana. Siapa yang berani mengusirnya?


"Apa para lelaki setiap habis makan selalu menyalakan rokoknya?" tanya Wulan

__ADS_1


"Apa kau memperhatikan gerak-gerikku?" jawab Agung


"Heem, emang kenapa alasannya?" ucap Wulan


Sambil tertawa, Agung menjawabnya.


"Udah kebiasaan aja" jawab Agung


"Apa kamu keberatan?" sambung Agung


"Tidak juga" jawab Wulan santai


"Sungguh?" tanya Agung memastikan


"Iya sayang" jawab Wulan


"Kalau kamu keberatan aku gak akan merokok selagi bersamamu" ucap Agung


"Gpp kalau masih dalam batas wajar" jawab Wulan


"Benarkah? Jangan-jangan setelah menikah kamu akan menyuruhku untuk berhenti merokok" ucap Agung


"Kalau sampai jatah bulananku berkurang gara-gara rokokmu aku akan sangat marah" ucap Wulan dengan nada yang tinggi namun ia tak benar-benar marah


"Nahhh kan bener, wanita selalu begitu" jawab Agung

__ADS_1


"Apanya yang selalu begitu, gunakanlah secara wajar, tidak berlebihan" ucap Wulan sambil berkacak pinggang


"Iya iya sayangku, aku akan hormat kepadamu" jawab Agung


__ADS_2