Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Kau Bohong


__ADS_3

Semenjak Arifin menyatakan cinta padanya, ia malah "jaga jarak" dengan Arifin. Wulan tak mau ia memberi harapan pada Arifin tentang kedekatan mereka. Ia tak mungkin bersama Arifin, karena saat ini ia masih menjadi milik kekasihnya. Meskipun saat ini hubungannya dengan kekasihnya sedang tidak baik, tapi bukan berarti ia harus mendua. Itu bukan prinsip hidupnya. Ia setia.


Arifin yang merasa bersalah karena telah mencintai seseorang yang telah menjadi milik orang lain, mencoba memperbaiki keadaan. Ia tahu Wulan sedikit menjauhinya. Biasanya Wulan mau ia ajak keluar, sekarang ia tak mau. Wulan selalu mencari alasan untuk menolak ajakannya. Entah itu alasan capek, alasan ngantuk, alasan belum gajian, dan masih banyak alasan yang lainnya yang ia dengar. Melihat Wulan yang berusaha menjauhinya, Arifin pun mengirim pesan terhadapnya.


"Kau boleh menjauhiku, tapi kau harus tahu, aku akan selalu ada untukmu bagaimanapun keadaanmu. Datanglah padaku saat kau merasa tak ada tempat untuk berbagi masalahmu, aku akan mendengarkanmu"


Wulan tak membalas pesan tersebut. Wulan sengaja melakukan ini. Ia tidak ingin Arifin berharap lebih jauh. Ia masih dengan kekasihnya saat ini. Bahkan saat acara rutin jumpa bulan pun, ia terlihat menjauhinya. Saat itu, para anggota merencanakan akan mengadakan touring yang kedua dengan tujuan sebuah pantai di Jepara. Wulan sudah mengatakan jika ia tidak bisa ikut kali ini. Teman-temannya yang heran lalu menanyakan alasan apa yang membuatnya tidak ikut bergabung.


"Kenapa mbak gak ikut, seru lho" tanya Umi


"Iya mbak kenapa gak ikut, gak rame kalau gak ada kamu mbak" ucap Melita


Melihat nama Wulan tidak tercatat dalam daftar peserta yang ikut, ia pun mengirim pesan kepadanya.

__ADS_1


"Kenapa gak ikut? Apa karena ada aku?" tulisnya


"Bukan begitu mas" jawab Wulan


"Lalu?" tanya Arifin


"Aku tak di ijinkan pergi oleh kekasihku" jawab Wulan. Sebelumnya ia memberitahu kekasihnya tentang rencana touring tersebut namun Agung tak mengijinkannya.


"Kau bohong, kau hanya ingin menghindar dariku" balas Arifin


"Aku gak akan ikut supaya kamu bisa ikut" balas Arifin


"Kau jangan salah paham mas" balas Wulan

__ADS_1


Arifin tak membalas pesan terakhir dari Wulan. Ia berkata pada teman yang bertugas mencatat anggota yang ikut dengan berbisik-bisik, "Tolong hapus namaku, aku gak jadi ikut, gantikan dengan nama Wulan biar aku yang membayarnya".


Temannya kaget mendengar apa yang di ucapkan Arifin padanya. Ia pun menangkap sinyal "cinta" diantara Wulan dan Arifin. Arifin lalu mengirimkan sebuah pesan lagi pada Wulan.


"Kau bisa ikut sekarang, karena aku tak akan ikut"


"Kau tak perlu melakukannya mas" balas Wulan


"Bersenang-senanglah" balas Arifin


Sebenarnya Wulan merasa bersalah dengan sikapnya terhadap Arifin akhir-akhir ini. Namun ia tak punya pilihan lain selain menghindar darinya. Sedangkan bagi Arifin, melihat Wulan bahagia dengan siapapun ia turut merasa bahagia. Karena terkadang cinta itu tak harus memiliki. Ia akan bahagia jika orang yang di cintainya bahagia, begitu juga sebaliknya. Ia akan sedih melihat orang yang di cintainya merasa sedih.


Wulan merasa apa yang di lakukannya sudah tepat. Ia tidak ingin melukai Arifin lebih dalam lagi. Ia tidak ingin Arifin mengharapkan dirinya lagi. Ia melakukan ini supaya Arifin membencinya dan tak lagi menyukainya.

__ADS_1


"Apa salah bila Wulan pergi menjauh dari Arifin?"


__ADS_2