Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
103 : Solusi


__ADS_3

Kejahatan, kekuatan hitam, segala sesuatu yang mengganggu tatanan dunia, setelah berhasil di musnahkan, akhirnya kedamaian milik seseorang bisa di dapatkannya kembali.


"Uhukk..." Alinda, dialah wanita yang menginginkan sebuah kedamaian di dunia ini, di dimensi dari duna yang berbeda ini.


Akan tetapi, semua harapan itu sempat terkendala karena adanya kemunculan dari Death Clothes.


"Apa kau tidak bisa menyadarkan dia?" Tanya Osborn kepada Charlie.


Setelah masalah yang di miliki dan di hadapi oleh mereka berhasil di lewati dengan mudah karena kerja sama, sekarang, di rumah Evan yang sudah kembali normal itu, hanya tinggal mereka berempat saja.


Tapi, satu masalahnya adalah Alinda masih belum sepenuhnya sadar dari pengaruh kekuatan Death Clothes yang tertinggal itu.


"Uhukk..." Alinda terus saja terbatuk dan sayangnya batuk yang di keluarkannya itu batuk darah.

__ADS_1


Akibatnya Charlie pun merasakan sakit yang sama dengan yang di rasakan oleh Alinda itu.


'Hei! Kenapa kalian bertiga menatapku seperti itu? Aku sangat malu!' Teriak Alinda di dalam benak hatinya ketika melihat mereka bertiga menatap ke arahnya secara bersamaan, di tambah lagi dengan penampilannya Alinda yang saat ini hanya di tutupi dengan jaketnya Osborn. Itu tetap saja menampilkan kesan seksinya yang tidak di harapkan sama sekali oleh Alinda. 'Wajahku seperti mau berlubang, gara-gara tatapan dari mereka bertiga.'


"Rahel, apa kau tahu cara untuk menghilangkan pengaruh dari Death Clothes?" Tanya Evan kepada Rahel yang ada di ujung telepon.


-"Sebenarnya cukup mudah, jika untuk membuatnya kembali sepenuhnya sadar. Tapi ini tergantung dengan Tuan dan kalian berdua mau atau tidak."-


"Katakan saja." kata Evan.


"Apa yang kau dapatkan?" Tanya Cherlie kepada Evan.


"Caranya mudah. Karena kita bertiga memiliki kekuatan yang bisa menyeimbangkan aliran mana di dalam tubuhnya, kita hanya perlu menciumnya, dan bertukar air liur." Jawab Evan dengan seringaiannya.

__ADS_1


Jelas, itu akan jadi sebuah kesempatan besar untuknya, karena sudah lama juga dirinya tidak mendapatkan kesenangan dengan membuat satu ciuman dengan Alinda.


"Meragukan." Kata Osborn.


"Yah, kau hanya tinggal memilih saja pilihanmu itu, yang penting aku sudah memberitahukan kalian bertiga caranya, ya kan?" Jawab Evan sekali lagi dengan wajah tenang.


"Lagi pula menciumnya, itu tidak masalah bagiku." Ucap Charlie, dia tidak mempermasalahkan sama sekali saran yang di berikan Rahel kepada mereka.


'Apa yang kalian katakan tadi?! Menciumku?! Bertiga secara bergantian?!' teriak Alinda di dalam hatinya. Karena Alinda memang mengalami kesulitan dalam mengekspresikan diri, gara-gara tubuhnya masih di bawah pengaruh kekuatan gelap itu, maka Alinda pun hanya terdiam saja.


"Hanya menciumnya, memang tidak masalah. Ya, tidak masalah, karena aku jadi terpaksa membagi bibirnya ini dengan kalian berdua." Tekan Osborn, sebenarnya dia merasa kurang suka dengan keputusan itu. Tapi apa boleh buat, demi membuat Alinda kembali normal lagi, maka dia pun setuju.


"Sini, kalau kau masih belum siap, aku duluan." Kata Charlie, dia mulai merebut tubuhnya Alinda lebih dulu.

__ADS_1


Tapi karena Charlie merebutnya dengan sedikit kasar, alhasil jaket yang sempat menutupi tubuhnya Alinda, jadi sempat jatuh.


'Kyaaa...!' Alinda kembali histeris sendiri gara-gara hal itu, karena cukup memalukan.


__ADS_2