
Evan justru menanggapi pertanyaan dari Rahel dengan senyuman kecut.
"Sebenarnya aku tidak yakin sih."
"Tuan-"
"Tapi aku tetap melakukannya. Ah, sebelum itu, aku pikir semua proyekku harus aku tunda dulu selama beberapa bulan ke depan. Jika ada yang ingin menarik investasi dari perusahaanku, aku tidak akan mempermasalahkannya. Jadi aku pikir kau akan menggantikanku lebih dulu. Apa kau mengerti?"
Rahel jadi bimbang, bagaimana isa majikannya yang lebih suka bekerja sampai lembur, tiba-tiba ingin cuti selama beberapa bulan full?
Tapi mungkin ini memang kesempatan paling baik agar Tuan nya itu bisa memiliki waktu untuk sendirian lepas dari hiruk pikuk pekerjaan.
"Baiklah, saya akan melaksanakan perintah anda sebaik mungkin, dan berjanji, setelah anda bangun, anda tidak memiliki masalah apapun, karena sayalah yang akan membereskannya." Jawab Rahel, pada akhirnya dia pun menerima titah dari perintah sang Tuan muda Evan.
"Aku percaya kepadamu. Cepat lakukan." Ucap Evan.
Rahel pun mengangguk setuju. Dengan demikian, misi untuk pemanggilan pun Evan lakukan.
Tapi sebelum itu, Evan langsung di pasangi semua alat penunjang hidup, dan setelah sekiranya memang lengkap, maka Rahel pun langsung mengaktifkan lingkaran sihir yang ada di lantai dimana Tuan nya duduk tersebut.
__ADS_1
Sebuah sinar berwarna putih langsung menerangi lab komputer tersebut, dan berbagai deretan kalimat dalam bentuk huruf asing, muncul di antara garis dari lingkaran sihir tersebut.
"Rayshift telah aktif, pelepasan roh kedalam dimensi dari kordinat yang sudah di temukan, tersambung."
Tanpa adanya perubahan apapun, perlahan kelopak mata Evan tertutup.
"Tuan- semoga anda menemui tujuan anda." Gumam Rahel.
__________
Flashback Off.
"Keluarlah. Biarkan dia istirahat." Pinta Osborn, menjeling tajam Evan yang terlihat begitu menikmati melihat Alinda yang terbaring di tempat tidur.
"Galak sekali. Padahal aku juga yang membuatnya datang kesini." Papar Evan.
Osborn yang terkejut dengan penuturan dari Evan, sepenuhnya langsung berbalik dan berhadapan dengan Evan secara langsung.
Alasan, dari kenapa Alinda tiba-tiba muncul kembali kedunia mereka, adalah karena ada campur tangan dari Evan sendiri.
__ADS_1
"Apa kau gila?" Kernyit Osborn, bagaimana bisa Evan yang awalnya bersikukuh ingin mengembalikan Alinda ke rumah asalnya, giliran sudah sudah pulang, Evan justru melakukan proyek pribadinya untuk keuntungannya sendiri.
"Aku memang sudah sepenuhnya gila, saat terakhir dimana dia menyegel sisi lain dari diriku. Jadi apa salahnya? Bukannya kalian sendiri juga lumayan rindu dengannya, karena efek dari pengaruh kekuatannya?" Jelas Evan, sama sekali tidak merasa bersalah dengan tindakannya itu, karena memanggil orang lain dari dimensi berbeda dengan menggunakan proyek Rayshift yang masih ilegal.
"Toh aku melakukannya, hasilnya cukup memuaskan juga kan? Aku membuang waktu sampai tujuh bulan untuk mencari pasti keberadaan dia di dunia asalnya, dan sekarang setidaknya aku berhasil membuat dia datang kesini dengan tubuh aslinya. Apa kau tidak mau memberikanku ucapan selamat atau penghargaan, karena aku bisa melakukan hal mustahil ini?" Imbuh Evan.
Mendengar hal itu, Osborn pun jadi bingung sendiri, sebab Alinda tiba-tiba saja melakukan teleportasi ruang dan waktu, dan kali ini menggunakan tubuh aslinya?
Berarti-?
Sosok yang dari waktu itu Osborn selamatkan bukan tubuh asli milik Alinda?
Osborn pun jadi tidak tahu harus bicara apalagi selain menatap Evan yang terlihat sangat puas dengan tindakannya itu.
Tindakan untuk mempermainkan keberadaan seseorang. Apakah pantas Evan mendapatkan penghargaan dari ciptaannya yang bisa memanggil orang dari dunia lain ke dunia mereka?
Evan, merupakan ancaman dunia.
Hanya itu saja yang terlintas di dalam kepalanya Osborn.
__ADS_1