Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
53 : Godaan Charlie


__ADS_3

'Sebenarnya siapa lagi yang mau membuatku tidak bisa tidur terus?! Padahal aku ingin tidur, tapi giliran aku sudah mau tidur, pasti ada juga yang terus mengusikku. Benar-benar deh, aku sangat ini memukul orang ini.


Tapi tanganku terus mengatakan kalau jika aku memukulnya, aku akan kena masalah.' Alinda yang masih separuh sadar dengan mata masih saja samar-samar dalam melihat sosok orang yang ada di depannya itu, tiba-tiba tangannya langsung menarik tangan yang sudah di cengkram nya itu ke area kasur.


Membuat Charlie yang tadinya begitu terkejut dengan reaksi pertama Alinda, jadi tidak sengaja untuk tidak menjaga keseimbangan tubuhnya. Dan hasilnya, tubuh Charlie pun terjatuh ke kasur.


BRUK.


"Alinda-" Panggil Charlie dengan lirih.


"Uhmm.." Alinda yang tidak begitu peduli dengan berat dari tubuh yang sudah berhasil menindih tubuhnya, kembali memejamkan matanya dan tertidur.


Ya, matanya memang terpejam kembali, tapi tidak dengan tangannya yang dengan merasa gemas, memijat-mijat pan*at yang ia rasakan itu.


'Apa ini? Rasanya ada lembut tapi juga keras. Apakah Osborn memberikanku boneka beruang besar?' Alinda yang berharap akan itu, jadi terus menikmati pijatan itu dengan tangannya sendiri.


Dan Charlie, dia langsung panik sendiri dengan pijatan yang ada di daerah pan*atnya itu.


Rasanya benar-benar membuat keinginannya untuk menerkam Alinda semakin besar saja, setelah sekian lama dirinya menahannya.


"Al-"


"Heheh...sayang," Alinda tiba-tiba terkekeh, dan memanggil bantal peluknya itu dengan sebutan sayang.


'Dia, menyebutku sayang?' Charlie terkesiap dengan penuturan dari Alinda ini. Dan hasilnya, ia pun merasakan adanya sesuatu yang kian menegang di bawah sana.


'Kenapa rasanya ada yang keras? Atau aku diberi bantal dengan bentuk gajah?' Alinda yang begitu penasaran dengan sesuatu keras yang menusuk bagian samping pinggang sebelah kanannya, sontak langsung Alinda tangkap dengan tangannya langsung.


"...!" Charlie seketika langsung meringis antara sakit tapi juga enak. 'Alinda, baru juga aku samperin tapi sudah mau minta jatah, di saat kau dan aku belum resmi menikah. Sudah tidak sabaran sekali ya?' Pikir Charlie, dia benar-benar menyeringai dengan niat paling dalam adalah dengan menerkam Alinda pagi ini juga.

__ADS_1


Dengan sedikit kekuatan yang ia miliki, pintu kamar pun terkunci, dan tirai jendela pun tertutup dengan sangat pelan juga senyap.


Begitu sudah selesai untuk menyesuaikan situasi yang harus ia rahasiakan dari beberapa orang, terutama Osborn, Charlie pun mencoba untuk berdiri.


Tidak, lebih tepatnya dia pun merangkak naik ke atas tempat tidur, dan setelahnya Charlie pun menahan tubuhnya di atas tubuh Alinda persis.


Sebuah piyama berkancing, Charlie mulai melepaskan satu per satu kancing itu sendiri dan kemudian Charlie buka pakaian atas milik Alinda.


'T-tunggu, kenapa aku merasa tubuhku jadi dingin lagi?' Alinda yang merasakan aneh pada tubuhnya yang tadinya padahal sudah hangat karena pakai selimut, tiba-tiba jadi dingin lagi, membuat Alinda akhirnya membuka matanya dan melihat dengan jelas, sosok wajah dari pria tampan yang sedang tersenyum ke arahnya, pria pemilik dari rambut perak yang mampu memikat hati semua wanita di dunia.


"Akhirnya kau bangun juga, apa kau sudah merindukanku sampai membuatku ingin mencicipimu?" Tanya Charlie dengan nada menggoda.


"K-kau? Kau siapa? Kenapa kau mirip dengan Charlie?" Alinda yang cukup penasaran dengan wajah yang amat familiar di ingatannya, sebab ia juga menyimpan banyak foto tentang pria ini, langsung meraih wajahnya dan meraba serta menikmati betapa mulusnya kulit dari wajah setampan ini.


"Ayolah, apa kau mencoba untuk berpura-pura tidak mengenalku?" Bisik Charlie tepat di samping telinga kiri Alinda.


Alinda pun langsung bergidik ngeri karena cukup menggelikan, sampai membuat bulu kuduknya pun berdiri.


"Foto? Jadi kau punya fotoku? Memangnya darimana kau bisa mendapatkan fotoku?" Tanya Charlie lagi, lalu dia pun memberikan kecupan singkat di leher jenjang milik Alinda.


Lagi-lagi bulu kuduknya jadi meremang.


"Aku dapat dari situs pencarian. Jangan tindih aku, ini berat." Alinda mencoba untuk lepas dari tindihan tubuhnya Charlie, tapi berat dari tubuh pria ini sungguh membuat perempuan seperti dirinya merasa cukup lemah.


"Lebih berat lagi jika kau ingin buat anak denganku."


BLUSHH....


"K-kenapa kau malah bicara seperti itu? Aku ini bukan siapa-siapamu. Jangan bicara seperti itu!" Tekan Alinda, dia mendorong tubuh Charlie, tapi yang ada, justru kedua tangannya di cengkram kuat oleh kedua tangan orang ini.

__ADS_1


Ini, benar-benar seperti yang terjadi tadi malam saat dirinya bersama dengan Evan.


Apakah kejadian ini akan terulang lagi, namun dengan pria ini?


'Kenapa wajahnya tampan-tampan sih? Aku tidak kuat menahan godaannya.' Pikir Alinda ketika dia melihat senyuman lembut yang terukir di bibirnya Charlie yang seksi itu, cukup menyita perhatiannya untuk tidak melirik ke arah yang lain.


Sangat menggoda, begitu ingin sekali bisa meraupnya, mendapatkan sensasi berbeda dari yang lain, mungkin?


Biasanya setiap ciuman milik tiap orang akan berbeda, lantas bagaimana dengan rasa yang dimiliki oleh Charlie ini?


Apakah berbeda dari punyanya Evan dan Osborn?


'Dia ini, pintar sekali menggoda. Mulutnya pasti banyak berlatih untuk bicara dengan hal yang mengerikan. Tapi, kenapa aku bisa-bisanya cukup terpesona dengan wajah dan bibirnya itu? Sekarang setan mana yang sedang merasukiku? Aku ingin menciumnya, tapi-' Tapi Alinda bukanlah tipe yang akan suka nyosor, kecuali orang lain dulu yang nyosor?


Ya, itu khusus untuk ketiga orang ini saja, karena jika itu orang lain, maka Alinda sama sekali tidak akan mau.


Lantas, bagaimanakah sekarang?


Godaan paling dahsyat ada di depan matanya, dan pria ini sungguh ingin membuatnya terlena dalam pesonanya.


"Bukan siapa-siapa apanya? Aku ini adalah penyelamatmu, kau benar-benar tidak ingat soal aku yang membagi sedikit aura kehidupanku untukmu." Terus terang Charlie.


"M-maaf, tapi aku ini memang benar-benar tidak ingat apapun diantara kita, bahkan dengan mereka pun, aku memang tidak ingat." Jawab Alinda dengan bimbang. Hati nurani, iman, sedang di coba besar-besaran oleh pria ini.


Dan itu terdapat pada miliknya Charlie yang sudah mulai muncul ingin keluar dari sarangnya.


Awalnya Charlie memang agak kecewa kalau rupanya wanita yang ada di bawahnya ini memang tidak ingat apapun tentang apa yang terjadi tujuh bulan yang lalu.


"Ya sudahlah, lagi pula itu tidak masalah, selagi kau akhirnya bisa ada di sini lagi dan bertemu lagi denganku." Kata Charlie.

__ADS_1


Dengan begit, Charlie mencoba untuk tidak mempermasalahkannya, toh sekarang dia ada ada disini. Ya, Alinda, ada di depannya, dan sekarang Charlie pun berhasil mengurungnya di antara tubuhnya, membuat Alinda tidak akan bisa pergi kemanapun.


__ADS_2