Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
60 : Death Clothes 2


__ADS_3

"Dia tampan ya?"


"Ih, kebetulan sekali..., kita akan punya manusia yang bisa kita tatap habis-habisan."


"Khekehkhe..., apa kalian juga punya pikiran untuk mengundang wanita itu lagi ke tempat ini?"


Satu per satu suara yang saling bersahutan akhirnya mengisi tempat tersebut, menjadikan tempat yang awalnya terlihat sepi jadi ramai layaknya pasar.


"Apa kalian tidak bisa menjawab pertanyaanku?" Dengan polosnya, Farrel malah menuntut mereka semua agar ada yang mau menjawab pertanyaan.


"Khehehe, tadi kau tanya apa manusia?" Suara cekikikan itu datang lagi, dan menanyai Farrel untuk menanyakan ulang pertanyaan dari Farrel tadi.


Dahi Farrel seketika berkerut-kerut, karena dirinya serasa baru saja di permainkan.


"Hohoho, jangan marah Farrel sayang, aku benar-benar baru keluar, jadi aku tidak tahu apa yang kau tanyakan tadi." ucapnya. Suaranya lebih normal dari pada suara-suara yang terdengar oleh Farrel tadi.


Tapi, tetap saja, Farrel itu tidak suka mengulangi pertanyaannya sendiri.


"Hayoloh, dia marah...marah, manusia tampan ini marah." ledek suara ini.


Farrel tetap saja tidak mengerti maksud dari tujuannya bisa berpindah ke sini.


'Atau jangan-jangan aku pingsan dan ini alam mimpiku?' Farrel jadi memikirkan hal lain, diantaranya kalau dirinya saat ini benar-benar bukan berada di dunia manusia.


Hal itu di buktikan dengan salah satu kakinya yang tiba-tiba saja merasakan sensasi yang cukup dingin, seakan kakinya berada di dalam air danau es.


Tapi, lebih dari pada itu, Farrel merasakan aroma amis dari darah yang cukup kuat, sehingga Farrel pun perlahan kehilangan konsentrasinya untuk tidak mual.


"Huek..."


"Huhuhu, sayang kita sedang mual." suara milik seorang laki-laki pun datang lagi, tapi suaranya seperti orang yang sedang di paksa untuk berbicara.


'Kalau seperti ini terus, bisa gawat. Aku harus pergi dari sini, ini sangat menyesakkan!' Pekik Farrel dalam hatinya. Dia sangat ingin keluar, tapi ada satu masalah yang sedang muncul, yaitu dimana salah satu kakinya saat ini sedang di cengkram oleh tangan milik seseorang?


Yakin, itu milik seseorang?


Rasanya tidak, itu memang milik seseorang, tapi apa jadinya ketika Farrel melirik ke bawah, Farrel justru menemukan tangan pucat dan berdarah?


Nuansa horor pun mendatanginya, dan Farrel sontak langsung ketakutan. Tidak seperti Alinda yang berteriak, Farrel hanya mengespreksikan wajah ketakutannya saja, dan teriakannya tertinggal di dalam hati.

__ADS_1


"Sudah susah payah kami undang..., khihi,...setidaknya rayakan dulu pesta milik kami. Khihihi..."


'Tangan itu? Sebenarnya tempat macam apa ini? Kenapa aku bisa berada di tempat ini? Aku ingin pergi, tapi sayangnya, kakiku di cegat.' batin Farrel lagi.


"Wow, aku iri...., tubuhmu cukup seksi."


"Khihihi, iya, seksi. Aku sangat ingin menyentuhnya."


Dan perlahan, satu persatu tangan yang entah asalnya dari mana, tiba-tiba saja muncul dan menyentuh tangan, lengan, perut, punggung, pinggang, bahu, semuanya tersentuh, membuat Farrel langsung mencoba untuk memberontak.


"PERGI! JANGAN SENTUH AKU!" Tegas Farrel dengan ekspresi wajah penuh dengan amarah.


Kalau saja yang ia hadapi adalah wanita cantik, maka tidak masalah, tapi permasalahannya itu yang ia hadapi bukanlah manusia, melainkan makhluk supernatural.


"Tapi kau tetap tidak bisa kabur dari sini Farrel."


"Khekhekhe...., tinggallah disini."


"Untuk apa aku harus tinggal di tempat sejelek ini?" Tanya Farrel dengan tegas.


Dia tidak ingin berlama-lama ditempat itu. Namun, apakah dirinya bisa pergi dari sana?


Suara mereka tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak, seakan Farrel kembali di tempat itu sendirian.


'Dan apa?' walaupun hening, tapi kedua kakinya tetap di cengkram tangan-tangan aneh. Tangan mayat?


Terlihat memang seperti tangan dari seorang mayat.


Tapi jika di perhatikan lagi, kedua tangan itu memiliki karakteristik yang berbeda. Jika tangan yang memegang kaki kanan Farrel berkeriput dengan kontur kulit terbakar, maka tangan yang memegang kaki kirinya justru hanya memiliki separuh daging dengan warna pucat dan berdarah.


Bahkan darah berwarna merah itu, seakan terus menetes, sehingga terlihat masih segar.


'Kenapa aku di sekap di sini? Arghh!' Farrel mencoba melepaskan diri dari cengkraman dari kedua tangan mayat itu. Akan tetapi, tangan yang sempat Farrel singkirkan beberapa waktu lalu, sebab berani menyentuh tubuh yang sudah separuh telanjang itu, kembali muncul dengan potongan-potongan kain berwarna hitam, ada putih namun ternodai oleh darah berwarna merah, selain itu juga kain itu terlihat compang camping, rusak karena ada bagian sisi yang terbakar dan meninggalkan sisa abu hitam yang melekat di tepi kain tersebut.


"Kau harus berpakaian kan?" Suaranya pun muncul lagi. Kini semakin menggema, berasa kalau suara itu ada di dalam otaknya Farrel.


'Apa? Pakaianku?-' Farrel saat itu juga terkejut dengan kaos berwarna biru yang sempat Farrel lepas dan masih dia pegang tadi, kini berubah menjadi hitam dan bahkan seakan baru saja di siram dengan darah. Aroma menyengat pun semakin membuat Farrel semakin mual. "Huek..."


Farrel ingin melepaskan pakaian itu dari tangannya, tapi seperti di lem, pakaian itu justru . tetap menempel di tangannya, sekalipun sudah Farrel kibas-kibas dengan cukup kuat.

__ADS_1


"Lepaskan aku, ih! Kalian itu menjijikan."


"Bukannya kau sama-sama menjijikan?"


"Khihihi, dia bilang menjijikan, padahal dibalik tubuhnya yang bagus itu, dia sudah bukan lagi perjaka."


"Khehekeh, jadi dia kotor. Sama seperti kita. Berarti undangan kita tepat sasaran."


"Hei, tapi aku juga ingin mengundang wanita itu lagi kesini. Biarkan dia jadi pasangan pria ini, pasti cocok, dan berikan keturunan yang luar biasa."


'K-keturunan?' Bertambah paniklah Farrel dengan kata-kata yang terus bermunculan di aula istana itu.


Entah dirinya dimana sekarang, yang pasti Farrel merasa kalau dirinya memang sudah berada di tempat yang berbahaya.


Dia harus pergi.


Tapi-


"Hmph...! Hmmphh!" Farrel yang ingin berteriak, langsung di bungkam. Menyisakan sepasang mata yang perlahan melihat potongan kain tadi menempel di tubuhnya. 'Apa yang sedang mereka lakukan dengan tubuhku!' Teriakan tanpa sebuah suara.


Potongan kain yang di bawa oleh beberapa tangan yang muncul dari berbagai sisi di sekitar tubuh Farrel, langsung diletakkan di tubuh Farrel dan membalutnya dengan begitu perlahan. Namun, meskipun begitu, seiring waktu berlalu potongan kain itu jadi menyatu satu sama lain, membuat sebuah jubah yang pas dengan postur tubuh yang dimiliki oleh Farrel.


Tidak hanya pakaian atas, celana yang tadinya melekat dengan begitu rapi, tiba-tiba menghilang layaknya kabur asap berwarna hitam, dan menampilkan sepasang kaki telanjang Farrel yang jenjang.


"Huhuhu, lihat ini, pasti jika terangsang, bisa sebesar tanganku nanti."


Ucapan itu membuat Farrel tersipu malu, walau ia tidak bisa berteriak ataupun berbicara dengan mulut yang terus di bungkam dengan tangan busuk itu.


'Aku sangat ingin muntah, apa-apaan dengan situasi ini?! Ini jelas-jelas bukanlah mimpi!' Farrel ingin pergi, tapi mereka menjaga tubuh Farrel untuk tetap berada diam di tempat, sembari mengganti pakaian milk Farrel dengan pakaian yang di rancang oleh mereka semua.


Dan sampailah, satu set pakaian yang di kerjakan oleh kekuatan supernatural mereka, akhirnya jadi dan sesuai dengan tubuh kekar milik Farrel.


Dan Farrel sendiri, tepat ketika pakaiannya sudah melekat di tubuhnya, kesadarannya pun menghilang, dan semua tangan yang berkontribusi dalam membuat Farrel menjadi bagian dari mereka, melepaskan cengkraman mereka dari tubuh Farrel.


"Kita akan punya penerus baru." suara di dalam aula istana itu pun muncul lagi.


"Dengan keberadaan dari Farrel, kita hanya tinggal mencari pasangannya."


"Khehehe, tapi pasangan yang jelas cocok untuk Farrel, siapa lagi kalau bukan Alinda?"

__ADS_1


Tidak lama kemudian, semuanya kembali hening. Dengan Farrel yang terbaring di lantai sendirian dengan pakaian serba hitam di tubuhnya, cahaya bulan kian menerangi sosoknya.


__ADS_2