Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
9 : Karena Alinda lagi


__ADS_3

BRRMM......BRMM......


Tepat di saat angka dari jam tangannya memperlihatkan jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, Osborn dengan serta merta langsung menarik gas motor cukup dalam, sehingga roda motor pun langsung memperlihatkan putarannya dengan begitu cepat, membuat motor tersebut akhirnya kembali melaju ke depan.


Tapi di samping dirinya melajukan motornya dalam kecepatan, di satu sisi lagi, pria yang belum lama ini memakinya, pintu mobil milik dari laki-laki tersebut pun langsung Osborn tampol dengan keras.


BRAK...


"Akkhh...!" sehingga laki-laki dari pemilik mobil ini pun jadi sempat terjepit untuk sesaat, akibat ulah dari Osborn yang begitu pendendam.


"Hahaha...rasakan itu, lagian paman sok jahat lalu memakinya sih." Ucap Viano terhadap laki-laki tersebut dengan tawa yang begitu lebar. "Ibu, ayo berangkat." Kata Viano terhadap sang Ibu yang hanya bisa diam sambil tersenyum pasrah, karena satu-satunya anaknya itu benar-benar mampu memprovokasi orang lain.

__ADS_1


"Hei! Sialan! Anak kecil itu, mulutnya benar-benar meresahkan!" Rutuk pria ini, harus menanggung rasa sakit di kakinya yang sempat terjempit tadi.


"Yah, dia sudah pergi. Padahal jarang-jarang bisa lihat pria tampan itu dari dekat seperti ini. Semoga aku bisa bertemu dengannya lagi." Ucap wanita ini, salah satu pengendara mobil yang mengidolakan Osborn yang sempat berhenti dan melihat langsung pria idamannya itu.


"Sebenarnya apa hebatnya dia. Palingan hanya suka kebut-kebutan saja." Gumam pria ini.


Dan jalanan yang sempat mengalami kemacetan itu akhirnya kembali normal setelah Osborn sudah pergi meninggalkan jalan itu.


___________


"Artem, apa kau baru saja menghubungi Osborn?" Seorang pria dengan tag nama Arsiel di seragam pilotnya, datang dan menghampiri anak muda yang sedang duduk di belakang meja makan.

__ADS_1


Arsiel adalah rekan kerja Osborn satu tim, sekaligus sahabat paling dekat dengan Osborn.


Dan selain gedung Starling adalah gedung kantor, sebenarnya gedung tersebut adalah markas untuk mereka semua.


Markas dari tim Black Shadow, tim yang bergerak untuk memberantas semua kejahatan yang tidak bisa di tangani oleh polisi, itulah bidang pekerjaan yang digeluti oleh Osborn, Arsiel, Artem, juga Angie. Mereka semua adalah rekan satu tim, dan merupakan tim inti dari salah satu unit dari Black Shadow itu sendiri.


"Apa yang kau katakan kepadanya?" Tanya Arsiel, lalu berjalan menghampiri Artem yang masih saja enak ngemut permen Lollipop.


Artem melirik ke arah Arsiel yang sedang memperlihatkan ekspresi wajah penasarannya. Setelah puas melirik Arsiel, Artem kembali menatap layar dari PC yang selalu ia bawa kemanapun itu.


"Aku hanya mengatakan, kalau Alinda ..., aku melihat wanita itu di salah satu tempat di sudut kota." Jawab Artem dengan berat hati.

__ADS_1


"Apa? Bukannya dia sedang tinggal di rumah si rakun putih itu?" Tanya balik Arsiel kepada Artem. Dan rakun putih yang Arsiel maksud itu adalah Charlie, pria si pemilik rambut putih perak yang bekerja sebagai dokter di salah satu rumah sakit terbesar di kota A.


Namun jawaban dari Artem atas pertanyaan dari Arsiel ini adalah sebuah gelengan kepala, membuat Arsiel membelalakkan matanya tidak percaya, bahwa wanita yang sudah mereka perjuangkan untuk berada di dalam situasi yang aman dan terkendali, gara-gara belum lama ini berperang dengan pihak dari perusahaan Phantom, kini menghilang dan berkeliaran di kota?


__ADS_2