Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
30 : Osborn cosplay?


__ADS_3

BYUUURRR….


Dan satu deburan ombak yang cukup besar langsung membuat air kolam itu keluar dari area kolam dan mengguyur tubuh Osborn. 


Betapa basah kuyupnya Osborn, padahal sudah sempat menyeka tubuh separuh telanjang itu dengan handuk, dan sekarang mau tidak mau tubuhnya jadi kembali basah, ditambah dengan handphone nya yang sama-sama tersiram air. 


‘Sialan, untung saja handphone ku ini tahan air.’ Benak hati Osborn, harus bersabar sendiri menghadapi masalah yang baru saja menimpanya, sebab selain air yang baru saja mengguyur tubuhnya, atap yang terbuat dari kaca pun harus diganti, gara-gara rusak parah. 


‘Tapi apa itu anomalinya? Kenapa harus membuat rumahku yang nyaman ini jadi berantakan seperti ini?’ Berkerut-kerut dahi Osborn, karena sekarang atap rumahnya yang begitu bersih, rapi, dan digunakan untuk menutup seluruh area kolam, sudah sepenuhnya berlubang, dan menampakkan sinar matahari yang begitu menyengat.


Bluppup…blupup…blupup…


Gelembung-gelembung udara tiba-tiba keluar dari air kolam renang. Osborn yang tidak tahu siapa yang baru saja masuk kedalam kolam berharga miliknya, terpaksa mencebur lagi. 


BYURR….


“Hmphh…!” Tidak bisa berenang di kolam renang dengan dasar kolam yang cukup dalam, Alinda yang baru saja melintasi ruang dan waktu lagi, langsung tersiksa dengan keberadaanya yang harus berhadapan dengan caranya berenang. ‘Kenapa aku malah tiba-tiba masuk kedalam kolam renang? Apa aku akan tenggelam? Aku masih bisa berenang jika kolamnya dangkal, tapi kolam sedalam ini- aku tidak tahu apakah ini akan jadi akhir hidupku atau tidak. Tapi aku benar-benar tidak bisa bertahan lama lagi. Tolong!’ 


Hatinya terus berteriak, sangat keras. Tapi apakah akan ada yang bisa mendengar suara hatinya yang sedang meminta bantuan untuk keluar dari dalam kolam renang ini?


Air yang begitu dingin, dan terlihat dalam. 

__ADS_1


Tapi di kala dirinya harus menyelamatkan diri, handphone miliknya justru sudah bersemayam di dalam dasar kolam. 


Di tengah-tengah dirinya begitu tersiksa kehabisan oksigen, dengan tubuh dingin serta rasa lapar yang entah datang dari mana, padahal merasa sudah makan, Alinda yang sudah tidak begitu tahan dengan situasinya sendiri, samar-samar melihat sosok yang sedang berenang ke arahnya. 


‘Siapa?’ Detik hati Alinda dengan pandangan yang sudah samar. 


Osborn, begitu tahu siapa yang berhasil menghancurkan atap kolam renang miliknya tidak lain adalah orang yang paling Osborn kenal, Osborn pun terus mencoba mengerahkan tenaga tersisa miliknya untuk menggapai tangannya Alinda. 


‘Kenapa dia bisa kembali ke sini?’ Satu pertanyaan pun muncul di saat tangannya sudah berhasil meraih tangan kanan Alinda. 


Padahal sudah hampir tujuh bulan lamanya, dan kekosongan dari keberadaan Alinda yang akhirnya mengakhiri semua drama mereka semua setelah tiba-tiba saja menghilang dari dunia mereka, kini sosok perempuan polos itu justru kembali ke tempat mereka. 


Tidak, bukan sekedar tempat, tapi ke tangannya Osborn lagi. Dan kali ini adalah ketiga kalinya untuk Osborn, kembali menyelamatkan Alinda yang tiba-tiba muncul tanpa sebab di depan matanya seperti ini. 


Melihat hal itu, Osborn yang sudah berhasil meraih tangannya Alinda, langsung Osborn tarik, menariknya dalam pelukan dan segera memberikan nya bantuan dengan membagi nafasnya. 


‘Alinda.’ Panggil Osborn dengan tatapan yang begitu sayu, hingga Osborn memejamkan matanya, lalu sedikit membagi nafasnya kepada Alinda. 


Sesuatu yang terasa lembut, kembali mereka berdua dapatkan. Aliran angin yang datang, langsung masuk kedalam mulutnya, menerima sedikit kesempatan untuk bertahan, Alinda akhirnya bisa di selamatkan. 


“Phuahh…!” Osborn segera keluar dari dalam air dan segera mengambil nafas sebanyak yang ia bisa. Setelah itu, Osborn menoleh ke arah samping kirinya, dimana di dalam pelukannya saat ini, ia sudah berhasil mendapatkan tubuh Alinda. 

__ADS_1


“Uhukk…uhukkk…uhukk….” Alinda terbatuk, dan mengeluarkan air yang sempat dia telan. 


“Apa kau baik-baik saja?”


Tapi Alinda yang sudah merasa tidak nyaman dengan semuanya, entah itu situasi maupun posisi dan perasaan yang ada pada tubuhnya, membuat Alinda terus terdiam.


‘Ahh…, pusing sekali. Tapi tadi itu apa? Kenapa aku merasa ada sesuatu yang lembut di bibirku? Itu seperti ciuman, tapi apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku tiba-tiba aja berpindah tempat?


Aku memang sempat berharap bisa berendam di bak, atau bisa berenang, tapi apa ini? Aku malah betulan masuk kedalam kolam renang, dan aku hampir saja tenggelam.’ Pikir Alinda panjang lebar, masih belum tahu situasi yang sebenarnya kalau dirinya baru saja diselamatkan oleh seseorang yang cukup mengenalnya. 


“Alinda, hei, kau dengar suaraku kan?” Melihat Alinda terlihat tidak begitu baik-baik saja, Osborn pun masih memeluknya dan membantunya untuk membawanya ke tepi kolam, tapi apa yang tidak terduga nya adalah ketika  handuk yang digunakan untuk melilit tubuh Alinda, tiba-tiba saja lepas. “...!”


Osborn tentu saja sempat tersentak karena terkejut, sehingga ia sempat melihat kedua buah dada milik Alinda yang sedikit kecil tapi imut. 


‘Tunggu, kenapa aku tiba-tiba punya pikiran seperti itu?’ Menjadi orang yang selalu tahan dengan semua tampilan dari semua wanita yang pernah Osborn temui, Osborn pun menganggap kalau penampilan Alinda itu bukanlah apa-apa baginya. 


‘Uhh…, kepalaku masih pusing, gara-gara aku yang tiba-tiba pindah ke tempat lain seperti sihir itu. Tapi, ngomong-ngomong, kenapa tubuhku merasa enteng? Jika aku kecebur ke dalam air, seharusnya kan pakaianku basah dan jadi berat, tapi?’ Dan ketika Alinda melirik ke bawah, namun ia merasa janggal kenapa tepat di depan perutnya ada tangan kekar yang sedang melingkar di bawah sana, Alinda lantas, langsung sedikit mendongak ke atas. 


Sebuah wajah dengan garis rahang yang begitu tegas, bibir yang cukup tebal, tapi terlihat ranum serta seksi, sorotan mata yang begitu dingin, serta warna mata berwarna hijau zamrud berpadukan dengan tubuh kekar yang begitu atletis. 


Semua pemandangan eksotis yang tidak bisa Alinda puji dengan kata-kata kiasan lagi, hanya bisa berkata satu kalimat, “Tampan,”

__ADS_1


Sontak saja, mendengar kata tampan dengan telinganya sendiri membuat Osborn akhirnya berhenti berenang, karena sudah berhasil berdiri di tepi kolam tepat di undakan tangga, lalu Osborn menunduk ke bawah, sampai ia kembali menemukan wajah Alinda yang begitu polosnya, dan mengucapkan kata tampan dengan menggunakan mulut yang baru saja Osborn cium, membuat Osborn hanya mengatupkan mulutnya saja, saking terkesan nya Osborn pada ekspresi wajah Alinda yang nampak tidak mengerti apapun itu. 


“Kenapa kau terlihat, seperti Osborn? Jangan-jangan kau orang lain yang sedang cosplay ya?” Tanya Alinda, dimana Osborn tidak bisa berkata apapun dengan asal pikiran yang dimiliki Alinda terhadapnya. 


__ADS_2