
Begitu selesai mandi, dia langsung di kejutkan dengan keberadaan dari seseorang yang kini ada di dalam kamarnya.
"Sedang apa di dalam kamar ini?" Karena tidak mungkin kamar tersebut adalah kamar miliknya, ia pun bertanya dengan kalimat yang sedikit sama tapi berbeda.
Dan orang yang baru saja masuk kedalam kamarnya adalah Osborn.
"Aku membelikanmu ini, pakailah jika kau suka." Jawab Osborn. Dia sempat melirik ke arah Alinda yang saat ini hanya memakai jubah mandi saja.
Hal itu membuatnya teringat dengan terakhir kali yang di alami oleh Alinda saat Alinda baru saja ia selamatkan dari kediamannya Evan.
Wanita itu, menghilang tepat di hadapannya.
Dengan demikian, Osborn pun jadi punya pikiran lain, apakah suatu saat wanita ini akan kembali menghilang lagi dan pada akhirnya lenyap dari dunia ini?
"Aku di sini jadi merepotkanmu. Maaf." Dengan wajah malu-malu, Alinda menunduk ke bawah dan meminta maaf atas keberadaan nya yang di rasa cukup merepotkan diri Osborn.
Osborn lantas menghela nafas dan berkata : "Jika kau terus punya pikiran itu, silahkan saja. Tapi aku hanya ingin memberitahumu kalau aku sama sekali tidak merasa di repotkan olehmu. Aku senang, kau bisa kembali ke sini dan menempati kamar yang pernah kau tinggali ini. Kalau sudah ganti, keluar dan makan, baru istirahat lagi. Dan kali ini aku pastikan tidak akan ada siapapun yang akan masuk ke dalam rumah ini agar kau merasa nyaman."
__ADS_1
Setelah berbicara panjang lebar pada Alinda, Alinda pun melihat kepergian Osborn dengan begitu senyap, tanpa sepatah kata lagi.
KLEK....
'Aku jadi tidak enak padanya. Aku benar-benar merepotkan dia. Tapi- kenapa dia terus membelikanku pakaian? Padahal yang kemarin dia beli untukku saja baru aku pakai sekali, tapi ini sudah membelinya lagi? Orang kaya mah bebas.' Pikir Alinda.
Dengan langkah pelan, dia pergi menuju tepi kasur, dimana di atas kasur tersebut ada satu tas belanja dari satu butik ternama yang entah isinya apa.
Alinda membukanya, dan dia pun melihat ada rok brokat berwarna putih yang punya panjang tujuh perempat.
'Rok secantik ini, kenapa di berikan kepadaku? Aku kan jadi merasa minder, aku merasa tidak cocok dengan rok berwarna putih ini.
Dia diberikan rok yang bagus, bahkan setara dengan brokat yang biasanya ada di gaun pernikahan yang mahal itu.
Tapi satu hal yang pasti, apakah rok tersebut pantas untuk diri Alinda?
'Rok sebagus ini, walaupun cocok untuk Angie, tapi karena Osborn memberikannya untukku, aku sebaiknya simpan saja.' Dan karena itulah, Ovin pun memakai pakaian yang ada saja.
__ADS_1
____________
KLEK...
"Hahaha, kau yakin tidak mau minum ini? Enak loh."
"Kau baru saja makan, tapi sudah minum alkohol." Ucap Angie kepada Arsiel yang sudah ketawa ketiwi dengan satu kaleng yang di pegang oleh Arsiel itu adalah kaleng bir. "Jangan menghasutku terus, kau minum saja sendiri." Imbuh Angie.
"Kalau begitu kau minum ini, kau juga biasanya suka minum jus tomat ini kan?"
"Kau yang terbaik Osborn, kau tahu saja apa minuman favoritku ini. Tapi terima kasih." Jawab Angie, dia pun menerima minuman yang di berikan oleh Osborn.
'Mereka bertiga sangat dekat, aku seperti benalu diantara mereka bertiga.
Aku tidak cocok untuk berada di sisi pria sepertinya.' Alinda yang tadinya sudah keluar dari kamar, karena ia melihat keakraban dari mereka bertiga berhasil membuat nyali Alinda menciut, Alinda pun dengan senyap pergi masuk kedalam kamarnya lagi.
KLEK....
__ADS_1
"....?" Osborn yang menyadari suara pintu yang tertutup itu, sontak langsung menoleh ke arah sumber suara.